Seputar Kaltim

    Tak Sekadar Jalan, Balikpapan Ingin Program Makan Bergizi Gratis Lebih Berkualitas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2026 pukul 14:22 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo sebut dialog nasional sebagai ruang pembelajaran konkret bagi daerah dalam meningkatkan kualitas program gizi. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menyiapkan langkah penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengadopsi berbagai praktik terbaik hasil dialog nasional yang digelar di Semarang, 28–30 April 2026.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang hadir langsung dalam forum tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi menjadi ruang pembelajaran konkret bagi daerah dalam meningkatkan kualitas program gizi.

    “Dari forum ini, kami mendapatkan banyak referensi, baik dari sisi standar gizi, keamanan pangan, hingga tata kelola program. Ini akan kami adaptasi sesuai kebutuhan di Balikpapan,” ucap Bagus saat dihubungi awak media, Kamis (29/4/2026).

    Dialog nasional tersebut mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, organisasi internasional, akademisi, hingga pelaku usaha. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting karena persoalan gizi tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.

    “Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah perlunya standar tinggi dalam pelaksanaan program, terutama terkait kualitas makanan dan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.

    Selain mengikuti sesi diskusi, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah unit pelayanan untuk melihat langsung implementasi program di daerah lain. Dari kunjungan ini, Balikpapan mendapat gambaran nyata mengenai tantangan di lapangan, termasuk distribusi makanan, pengawasan kualitas, hingga keterlibatan masyarakat.

    Bagus menilai, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memperbaiki pelaksanaan MBG di Balikpapan agar lebih efektif dan tepat sasaran.

    “Kami ingin memastikan program ini tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberi dampak pada peningkatan gizi masyarakat,” katanya.

    Ke depan, Pemkot Balikpapan berencana memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli dan pemangku kepentingan lokal, guna memastikan program berjalan sesuai standar.

    Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tak Sekadar Jalan, Balikpapan Ingin Program Makan Bergizi Gratis Lebih Berkualitas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2026 pukul 14:22 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo sebut dialog nasional sebagai ruang pembelajaran konkret bagi daerah dalam meningkatkan kualitas program gizi. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menyiapkan langkah penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengadopsi berbagai praktik terbaik hasil dialog nasional yang digelar di Semarang, 28–30 April 2026.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang hadir langsung dalam forum tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi menjadi ruang pembelajaran konkret bagi daerah dalam meningkatkan kualitas program gizi.

    “Dari forum ini, kami mendapatkan banyak referensi, baik dari sisi standar gizi, keamanan pangan, hingga tata kelola program. Ini akan kami adaptasi sesuai kebutuhan di Balikpapan,” ucap Bagus saat dihubungi awak media, Kamis (29/4/2026).

    Dialog nasional tersebut mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, organisasi internasional, akademisi, hingga pelaku usaha. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting karena persoalan gizi tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.

    “Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah perlunya standar tinggi dalam pelaksanaan program, terutama terkait kualitas makanan dan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.

    Selain mengikuti sesi diskusi, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah unit pelayanan untuk melihat langsung implementasi program di daerah lain. Dari kunjungan ini, Balikpapan mendapat gambaran nyata mengenai tantangan di lapangan, termasuk distribusi makanan, pengawasan kualitas, hingga keterlibatan masyarakat.

    Bagus menilai, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memperbaiki pelaksanaan MBG di Balikpapan agar lebih efektif dan tepat sasaran.

    “Kami ingin memastikan program ini tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberi dampak pada peningkatan gizi masyarakat,” katanya.

    Ke depan, Pemkot Balikpapan berencana memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli dan pemangku kepentingan lokal, guna memastikan program berjalan sesuai standar.

    Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.

    (Sf/Rs)