Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses pembagian dan pembungkusan daging kurban di Masjid Al Muhajirin, Jalan Pemuda 1, Temindung Permai, Sungai Pinang, Samarinda, Senin (17/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda turut berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Raya Iduladha 1445 dengan memberikan hewan kurban ke beberapa wilayah.
Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Dinvi Kurniadi menyampaikan ada sekitar 29 ekor diserahkan melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
"29 ekor diserahkan ke seluruh Forkopimda untuk disebarkan ke langgar dan masjid di seluruh kecamatan," ungkap Dinvi, Senin (17/6/2024).
Salah satu penerima hewan kurban dari Pemkot Samarinda adalah Masjid Al Muhajirin, Jalan Pemuda 1, Kelurahan Temindung Permai, Sungai Pinang, Samarinda.
Ketua Pelaksana Kurban, Darmono menyebut total terdapat 24 ekor hewan yang dikurbankan. Yang terdiri dari 12 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
Hewan kurban itu, terutama untuk sapi, sebagian berasal dari arisan jamaah, dan yang sebagian lagi dari warga yang mengatasnamakan keluarganya.
"Ada satu ekor sapi dari Pemkot Samarinda. Untuk yang kambing itu rata-rata dari perorangan," beber Darmono saat ditemui Seputar Fakta.
Hasil pemotongan hewan kurban itu nantinya akan dibagikan ke warga sekitar masjid yang terdiri dari 10 RT.
"Ada sekitar 1.100 kemasan untuk warga. Sedangkan yang lainnya seperti yang berkurban itu juga ada request, rata-rata satu ekor sapi itu kita bungkuskan 21 bungkus," ungkapnya.
Sehingga warga terkadang ada yang mendapat dua bungkus karena satu dari data keluarga sebagai warga RT, dan satu lagi sebagai peserta kurban.
Setelah semua dibungkus, para Ketua RT bertugas untuk mendistribusikan kepada para warganya, sesuai dengan jumlah data yang sebelumnya sudah diajukan.
"Satu bungkus itu isinya daging setengah kilogram ditambah dengan tulangan atau kulit, kita kemas dalam satu bungkus," tuturnya.
Darmono membeberkan, pembagian daging kurban ini tidak memandang latar belakang agama, suku atau etnis warganya. Sehingga, secara merata daging kurban ini didistribusikan.
"Rata rata seluruh warga itu dapat, baik muslim dan non muslim, itu kita distribusikan. Jadi untuk daging kurban ini harapannya semua warga bisa merasakan walaupun sedikit, tidak membeda-bedakan etnis, agama," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses pembagian dan pembungkusan daging kurban di Masjid Al Muhajirin, Jalan Pemuda 1, Temindung Permai, Sungai Pinang, Samarinda, Senin (17/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda turut berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Raya Iduladha 1445 dengan memberikan hewan kurban ke beberapa wilayah.
Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Dinvi Kurniadi menyampaikan ada sekitar 29 ekor diserahkan melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
"29 ekor diserahkan ke seluruh Forkopimda untuk disebarkan ke langgar dan masjid di seluruh kecamatan," ungkap Dinvi, Senin (17/6/2024).
Salah satu penerima hewan kurban dari Pemkot Samarinda adalah Masjid Al Muhajirin, Jalan Pemuda 1, Kelurahan Temindung Permai, Sungai Pinang, Samarinda.
Ketua Pelaksana Kurban, Darmono menyebut total terdapat 24 ekor hewan yang dikurbankan. Yang terdiri dari 12 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
Hewan kurban itu, terutama untuk sapi, sebagian berasal dari arisan jamaah, dan yang sebagian lagi dari warga yang mengatasnamakan keluarganya.
"Ada satu ekor sapi dari Pemkot Samarinda. Untuk yang kambing itu rata-rata dari perorangan," beber Darmono saat ditemui Seputar Fakta.
Hasil pemotongan hewan kurban itu nantinya akan dibagikan ke warga sekitar masjid yang terdiri dari 10 RT.
"Ada sekitar 1.100 kemasan untuk warga. Sedangkan yang lainnya seperti yang berkurban itu juga ada request, rata-rata satu ekor sapi itu kita bungkuskan 21 bungkus," ungkapnya.
Sehingga warga terkadang ada yang mendapat dua bungkus karena satu dari data keluarga sebagai warga RT, dan satu lagi sebagai peserta kurban.
Setelah semua dibungkus, para Ketua RT bertugas untuk mendistribusikan kepada para warganya, sesuai dengan jumlah data yang sebelumnya sudah diajukan.
"Satu bungkus itu isinya daging setengah kilogram ditambah dengan tulangan atau kulit, kita kemas dalam satu bungkus," tuturnya.
Darmono membeberkan, pembagian daging kurban ini tidak memandang latar belakang agama, suku atau etnis warganya. Sehingga, secara merata daging kurban ini didistribusikan.
"Rata rata seluruh warga itu dapat, baik muslim dan non muslim, itu kita distribusikan. Jadi untuk daging kurban ini harapannya semua warga bisa merasakan walaupun sedikit, tidak membeda-bedakan etnis, agama," pungkasnya.
(Sf/Rs)