Seputar Kaltim

    Tak Pakai APBD, Wali Kota Samarinda Ajak  Swasta Bangun Pelabuhan Multi Guna

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    06 Februari 2024 pukul 20:41 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat ditemui media. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pilih tak gunakan APBD untuk bangun pelabuhan multiguna yang bertempat di Kecamatan Palaran. Pihaknya memilih gunakan mekanisme investasi dengan mengajak perusahaan swasta yang berminat untuk kerja sama.

    "Ada salah satu pihak yang berminat, yaitu PT REI Energi Investama, untuk melakukan investasi pembangunan multi purpose," jelas Andi Harun pada Seputar Fakta, Jumat (2/2/2024).

    Ia menyebut telah melakukan kesepakatan bersama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT REI Energi Investama. Menurutnya ini jadi salah satu kemajuan dan terobosan dalam memberdayakan sumber daya.  

    Pria yang akrab disapa AH itu menerangkan, rencananya pelabuhan itu dibangun tak hanya ditujukan sebagai pelabuhan. Ia menyebut pelabuhan itu multi purpose (serbaguna).
     
    Ia bermaksud tak hanya bangun pelabuhan sebagai tempat berlabuh, tapi juga bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lainnya seperti peti kemas, bongkar muat barang, dan sebagai tempat berlabuhnya penumpang. Ia ingin pelabuhan ini nantinya miliki nilai ekonomis yang tinggi. 

    "Kita buka karena memang rencana pemindahan pelabuhan penumpang yang ada di Yos Sudarso untuk kemudian kita buatkan, tidak lagi sekedar jadi pelabuhan penumpang tapi juga jadi pelabuhan multi purpose (serbaguna) di Palaran," jelasnya.

    AH berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar, dan meminta kepada investor untuk serius. Di mana setelah adanya kesepakatan bersama ini harus segera dilanjutkan dengan perjanjian bersama.

    Selepas itu harus segera dilakukan studi kelayakan, dilanjutkan dengan penyusunan dan perencanaan bisnis yang akan dievaluasi tiap tahunnya. 

    "Kesepakatan bersama ini berlaku paling lama lima tahun dan kita berharap di 2024 sudah bisa groundbreaking jadi saya minta investor nya untuk serius," tuturnya.

    AH masih membuka kesempatan bagi perusahaan yang memang berminat untuk investasi, mana yang paling cepat, itu yang diambil.
    "Jadi jika ada yg berminat nanti kita akan seleksi mana yg Paling cepat itu yg akan kita lanjutkan dengan perjanjian kerja sama karena pilihan kita membangun pelabuhan tidak memakai APBD," ucapnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tak Pakai APBD, Wali Kota Samarinda Ajak  Swasta Bangun Pelabuhan Multi Guna

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    06 Februari 2024 pukul 20:41 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat ditemui media. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pilih tak gunakan APBD untuk bangun pelabuhan multiguna yang bertempat di Kecamatan Palaran. Pihaknya memilih gunakan mekanisme investasi dengan mengajak perusahaan swasta yang berminat untuk kerja sama.

    "Ada salah satu pihak yang berminat, yaitu PT REI Energi Investama, untuk melakukan investasi pembangunan multi purpose," jelas Andi Harun pada Seputar Fakta, Jumat (2/2/2024).

    Ia menyebut telah melakukan kesepakatan bersama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT REI Energi Investama. Menurutnya ini jadi salah satu kemajuan dan terobosan dalam memberdayakan sumber daya.  

    Pria yang akrab disapa AH itu menerangkan, rencananya pelabuhan itu dibangun tak hanya ditujukan sebagai pelabuhan. Ia menyebut pelabuhan itu multi purpose (serbaguna).
     
    Ia bermaksud tak hanya bangun pelabuhan sebagai tempat berlabuh, tapi juga bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lainnya seperti peti kemas, bongkar muat barang, dan sebagai tempat berlabuhnya penumpang. Ia ingin pelabuhan ini nantinya miliki nilai ekonomis yang tinggi. 

    "Kita buka karena memang rencana pemindahan pelabuhan penumpang yang ada di Yos Sudarso untuk kemudian kita buatkan, tidak lagi sekedar jadi pelabuhan penumpang tapi juga jadi pelabuhan multi purpose (serbaguna) di Palaran," jelasnya.

    AH berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar, dan meminta kepada investor untuk serius. Di mana setelah adanya kesepakatan bersama ini harus segera dilanjutkan dengan perjanjian bersama.

    Selepas itu harus segera dilakukan studi kelayakan, dilanjutkan dengan penyusunan dan perencanaan bisnis yang akan dievaluasi tiap tahunnya. 

    "Kesepakatan bersama ini berlaku paling lama lima tahun dan kita berharap di 2024 sudah bisa groundbreaking jadi saya minta investor nya untuk serius," tuturnya.

    AH masih membuka kesempatan bagi perusahaan yang memang berminat untuk investasi, mana yang paling cepat, itu yang diambil.
    "Jadi jika ada yg berminat nanti kita akan seleksi mana yg Paling cepat itu yg akan kita lanjutkan dengan perjanjian kerja sama karena pilihan kita membangun pelabuhan tidak memakai APBD," ucapnya.

    (Sf/Rs)