Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur (Kutim), Rudi Hartono, memastikan tidak akan kembali maju sebagai ketua umum pada 2027.
Ia meminta pihak yang mulai memiliki keinginan untuk memimpin KONI menunda pembahasan suksesi dan fokus pada persiapan Porprov VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.
Pernyataan itu disampaikan Rudi dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutim. Menurutnya, pembahasan mengenai pergantian kepemimpinan tidak perlu dilakukan saat persiapan Porprov masih berlangsung, karena perhatian pengurus dan cabang olahraga (cabor) harus diarahkan pada target prestasi.
“Saya sampaikan kepada teman-teman, bagi yang punya keinginan untuk memimpin KONI ke depan mohon sabar-sabar dulu. Buat teman-teman yang mendukung, sabar-sabar dulu. Kita fokus Porprov 2026,” ujar Rudi.
Ia menyebut Porprov merupakan ajang yang digelar empat tahun sekali. Karena itu, ia menilai persiapan atlet dan cabor perlu menjadi prioritas agar persaingan dalam perebutan prestasi tidak terganggu oleh pembahasan suksesi.
“Karena ini ajang empat tahunan. Kalau ini kita bagi dengan keinginan-keinginan suksesi, maka prestasi kita bisa-bisa tidak tercapai,” katanya.
Di sisi lain, Rudi memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum KONI Kutim pada 2027.
“Pada 2027 saya tidak akan maju kembali untuk menjadi ketua umum. Saya berharap nanti akan lahir pemimpin baru yang bisa membawa KONI ini bisa lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia berharap pemimpin berikutnya dapat memperbaiki kekurangan yang ada, sekaligus melanjutkan program yang dinilai sudah berjalan baik.
“Apa-apa kekurangan-kekurangan saya mungkin nanti teman-teman bisa tambahkan. Apa-apa yang memang sudah bagus kita tata bersama, mungkin tetap dilanjutkan,” ucapnya.
Rudi mengatakan pembahasan mengenai calon pemimpin baru akan dilakukan setelah Porprov 2026. Memasuki 2027, KONI Kutim akan menggelar rapat kerja dan memilih Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) untuk mencari calon ketua umum berikutnya.
“Sementara kita hold dulu. Fokus untuk prestasi. Kita lihat nanti bagaimana prestasi Kabupaten Kutim. Nanti masuk 2027, kita akan melaksanakan rapat kerja,” katanya.
Rudi berharap proses pergantian tersebut menghasilkan pemimpin yang mampu melanjutkan pembinaan, sekaligus membawa prestasi olahraga Kutim lebih baik.
“Mudah-mudahan ke depan prestasi olahraga Kabupaten Kutai Timur itu bisa lebih baik. Prestasi Kutim bisa membanggakan kita semua, membanggakan orang tua, membanggakan Pemerintah Kabupaten Kutim,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur (Kutim), Rudi Hartono, memastikan tidak akan kembali maju sebagai ketua umum pada 2027.
Ia meminta pihak yang mulai memiliki keinginan untuk memimpin KONI menunda pembahasan suksesi dan fokus pada persiapan Porprov VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.
Pernyataan itu disampaikan Rudi dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutim. Menurutnya, pembahasan mengenai pergantian kepemimpinan tidak perlu dilakukan saat persiapan Porprov masih berlangsung, karena perhatian pengurus dan cabang olahraga (cabor) harus diarahkan pada target prestasi.
“Saya sampaikan kepada teman-teman, bagi yang punya keinginan untuk memimpin KONI ke depan mohon sabar-sabar dulu. Buat teman-teman yang mendukung, sabar-sabar dulu. Kita fokus Porprov 2026,” ujar Rudi.
Ia menyebut Porprov merupakan ajang yang digelar empat tahun sekali. Karena itu, ia menilai persiapan atlet dan cabor perlu menjadi prioritas agar persaingan dalam perebutan prestasi tidak terganggu oleh pembahasan suksesi.
“Karena ini ajang empat tahunan. Kalau ini kita bagi dengan keinginan-keinginan suksesi, maka prestasi kita bisa-bisa tidak tercapai,” katanya.
Di sisi lain, Rudi memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum KONI Kutim pada 2027.
“Pada 2027 saya tidak akan maju kembali untuk menjadi ketua umum. Saya berharap nanti akan lahir pemimpin baru yang bisa membawa KONI ini bisa lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia berharap pemimpin berikutnya dapat memperbaiki kekurangan yang ada, sekaligus melanjutkan program yang dinilai sudah berjalan baik.
“Apa-apa kekurangan-kekurangan saya mungkin nanti teman-teman bisa tambahkan. Apa-apa yang memang sudah bagus kita tata bersama, mungkin tetap dilanjutkan,” ucapnya.
Rudi mengatakan pembahasan mengenai calon pemimpin baru akan dilakukan setelah Porprov 2026. Memasuki 2027, KONI Kutim akan menggelar rapat kerja dan memilih Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) untuk mencari calon ketua umum berikutnya.
“Sementara kita hold dulu. Fokus untuk prestasi. Kita lihat nanti bagaimana prestasi Kabupaten Kutim. Nanti masuk 2027, kita akan melaksanakan rapat kerja,” katanya.
Rudi berharap proses pergantian tersebut menghasilkan pemimpin yang mampu melanjutkan pembinaan, sekaligus membawa prestasi olahraga Kutim lebih baik.
“Mudah-mudahan ke depan prestasi olahraga Kabupaten Kutai Timur itu bisa lebih baik. Prestasi Kutim bisa membanggakan kita semua, membanggakan orang tua, membanggakan Pemerintah Kabupaten Kutim,” pungkasnya.
(Sf/Lo)