Seputar Kaltim

    Tak Lagi bersama Rusmadi, Andi Harun Beber Visi Baru "Samarinda Maju untuk Kaltim Maju" Saat Terima Dukungan Partai Gerindra

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Agustus 2024 pukul 09:03 WITA

    Andi Harun dan Saefuddin Zuhri mendapatkan surat rekomendasi dari partai Gerindra. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bakal Calon Wali Kota Samarinda Andi Harun yang berpasangan dengan Saefuddin Zuhri menerima surat dukungan secara resmi dari Partai Gerindra di Kantor DPD Partai Gerindra pada Senin (26/8/2024).

    Bukan sebagai partai pembuka yang mendukung Andi Harun dalam kontestasi ini, namun Partai Gerindra merupakan partai yang beruntung. Kader terbaiknya itu membuka sedikit gagasannya untuk lima tahun kedepan, yakni "Samarinda Maju untuk Kaltim Maju".

    Visi tersebut belum secara gamblang dipaparkan oleh Andi Harun. Namun, ini merupakan modal awal bagi AH untuk semakin eksis di panggung demokrasi. Bahkan sebelumnya ia selalu tutup mulut saat ditanya mengenai langkah politiknya di Pilwali Samarinda 2024.

    Orang nomor satu di Samarinda ini abai terhadap pertanyaan bakal pendampingnya lantaran urusan politiknya belum tuntas. Ia juga telah berprinsip untuk diam di hadapan media dan tidak mengumbar hasrat politiknya karena tak ingin merusak rekam jejak.

    "Bahwa ada keterangan klasik yang berbunyi begini, kalau urusan politik belum kelar, buka mata lebar-lebar, tutup mulut rapat-rapat," ungkap AH.

    Pucuk dicinta ulam pun tiba, ungkapan ini patut disematkan dalam dinamika politik di Samarinda. Pada akhirnya, AH bergandeng dengan politisi berdarah jawa, yakni Saefuddin Zuhri.

    Menurut AH, proses dalam penentuan pendampingnya ini begitu panjang. Ia mengakui telah mengkurasi dari 18 calon yang telah melamar. Tentu bukanlah hal yang mudah baginya. Karena hasil ini disepakati sesuai dengan telaah secara objektif.

    "Terhadap semua kandidat, banyak faktor dan materi kedalaman yang kita lakukan, pertama dukungan masyarakat, rekam jejak beliau di politik, dukungan partai politik, serta yang paling penting adalah visi yang sama," paparnya.

    Walaupun secara intensif, AH baru benar-benar menyatakan keseriusannya dengan Saefudin Zuhri tepat pada sebulan lalu. 

    AH menyebut hanya sisa Partai Golkar yang belum menentukan dukungan. Namun bilamana Partai Golkar mendukung AH, kemungkinan besar AH akan melawan kotak kosong. Karena seluruh partai yang ada di parlemen sudah mendukungnya, hal ini disebabkan animo masyarakat terhadap AH begitu tinggi.

    "Sebenarnya tidak menyangka dukungan masyarakat begitu besar," ucapnya.

    Sementara itu, Saefuddin Zuhri juga mengaku komunikasi yang dijalin ini sudah sangat lama, bahkan dari periode pertama Andi Harun menjabat sebagai Wali Kota Samarinda.

    "Komunikasi ini tentu kita bangun dengan baik, saya sangat bersyukur diberikan amanah dan kepercayaan ini," ucap Zuhri.

    Ia mengaku akan melepas jabatan yang akan ia emban dalam waktu dekat ini sebagai anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda.

    "Itu bagian dari konsekuensi, siap untuk melepas," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tak Lagi bersama Rusmadi, Andi Harun Beber Visi Baru "Samarinda Maju untuk Kaltim Maju" Saat Terima Dukungan Partai Gerindra

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Agustus 2024 pukul 09:03 WITA

    Andi Harun dan Saefuddin Zuhri mendapatkan surat rekomendasi dari partai Gerindra. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bakal Calon Wali Kota Samarinda Andi Harun yang berpasangan dengan Saefuddin Zuhri menerima surat dukungan secara resmi dari Partai Gerindra di Kantor DPD Partai Gerindra pada Senin (26/8/2024).

    Bukan sebagai partai pembuka yang mendukung Andi Harun dalam kontestasi ini, namun Partai Gerindra merupakan partai yang beruntung. Kader terbaiknya itu membuka sedikit gagasannya untuk lima tahun kedepan, yakni "Samarinda Maju untuk Kaltim Maju".

    Visi tersebut belum secara gamblang dipaparkan oleh Andi Harun. Namun, ini merupakan modal awal bagi AH untuk semakin eksis di panggung demokrasi. Bahkan sebelumnya ia selalu tutup mulut saat ditanya mengenai langkah politiknya di Pilwali Samarinda 2024.

    Orang nomor satu di Samarinda ini abai terhadap pertanyaan bakal pendampingnya lantaran urusan politiknya belum tuntas. Ia juga telah berprinsip untuk diam di hadapan media dan tidak mengumbar hasrat politiknya karena tak ingin merusak rekam jejak.

    "Bahwa ada keterangan klasik yang berbunyi begini, kalau urusan politik belum kelar, buka mata lebar-lebar, tutup mulut rapat-rapat," ungkap AH.

    Pucuk dicinta ulam pun tiba, ungkapan ini patut disematkan dalam dinamika politik di Samarinda. Pada akhirnya, AH bergandeng dengan politisi berdarah jawa, yakni Saefuddin Zuhri.

    Menurut AH, proses dalam penentuan pendampingnya ini begitu panjang. Ia mengakui telah mengkurasi dari 18 calon yang telah melamar. Tentu bukanlah hal yang mudah baginya. Karena hasil ini disepakati sesuai dengan telaah secara objektif.

    "Terhadap semua kandidat, banyak faktor dan materi kedalaman yang kita lakukan, pertama dukungan masyarakat, rekam jejak beliau di politik, dukungan partai politik, serta yang paling penting adalah visi yang sama," paparnya.

    Walaupun secara intensif, AH baru benar-benar menyatakan keseriusannya dengan Saefudin Zuhri tepat pada sebulan lalu. 

    AH menyebut hanya sisa Partai Golkar yang belum menentukan dukungan. Namun bilamana Partai Golkar mendukung AH, kemungkinan besar AH akan melawan kotak kosong. Karena seluruh partai yang ada di parlemen sudah mendukungnya, hal ini disebabkan animo masyarakat terhadap AH begitu tinggi.

    "Sebenarnya tidak menyangka dukungan masyarakat begitu besar," ucapnya.

    Sementara itu, Saefuddin Zuhri juga mengaku komunikasi yang dijalin ini sudah sangat lama, bahkan dari periode pertama Andi Harun menjabat sebagai Wali Kota Samarinda.

    "Komunikasi ini tentu kita bangun dengan baik, saya sangat bersyukur diberikan amanah dan kepercayaan ini," ucap Zuhri.

    Ia mengaku akan melepas jabatan yang akan ia emban dalam waktu dekat ini sebagai anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda.

    "Itu bagian dari konsekuensi, siap untuk melepas," tukasnya.

    (Sf/Rs)