Seputar Kaltim

    Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Ditutup, Basarnas Kini Hanya Lakukan Pemantauan 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    22 Juli 2026 pukul 20:49 WITA

    Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian (Dok: Basarnas)

    Tenggarong — Operasi pencarian seorang nelayan bernama Hasriato berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 15 Juli 2026 lalu dinyatakan berakhir, Rabu (22/7/2026).

    Keputusan tersebut diambil Tim SAR Gabungan setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil. 

    Meski operasi SAR telah ditutup, Basarnas memastikan penanganan kasus tidak sepenuhnya berakhir karena prosesnya kini dilanjutkan melalui tahap pemantauan.

    "Untuk pencarian hari ini resmi kita tutup, namun statusnya kita ubah menjadi pemantauan," ujar Koordinator Pos SAR Sangatta, Dwi Adi.

    Sebagai bagian dari tahap pemantauan, Basarnas telah menyebarkan informasi kepada berbagai pihak yang beraktivitas di wilayah perairan, mulai dari komunitas nelayan, jaringan relawan SAR, Stasiun Radio Pantai (SROP) hingga kapal-kapal yang melintasi Selat Makassar.

    Mereka diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban kepada tim SAR maupun instansi berwenang terdekat.

    Menurutnya, penghentian operasi dilakukan setelah seluruh prosedur pencarian sesuai standar operasional telah dijalankan. 

    Selama sepekan terakhir, tim telah menyisir area pencarian yang sangat luas, namun belum memperoleh hasil.

    Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian (Dok: Basarnas)Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian (Dok: Basarnas)

    "Wilayah pencarian mencapai sekitar 580 nautical mile persegi. Kondisi cuaca juga menjadi tantangan besar karena angin kencang, gelombang tinggi dan arus yang kuat, sehingga hingga hari ketujuh belum ada petunjuk mengenai keberadaan korban," paparnya.

    Basarnas turut mengingatkan para nelayan yang masih beraktivitas di perairan bagian utara Kalimantan Timur agar meningkatkan kewaspadaan. 

    Mengingat, wilayah tersebut saat ini tengah memasuki musim Angin Selatan yang identik dengan cuaca buruk dan gelombang tinggi.

    Nelayan diminta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia sebelum melaut, seperti menggunakan life jacket serta menyiapkan alat apung darurat apabila terjadi keadaan darurat di tengah laut.

    "Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan melaut tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Muara Berau Ditutup, Basarnas Kini Hanya Lakukan Pemantauan 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    22 Juli 2026 pukul 20:49 WITA

    Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian (Dok: Basarnas)

    Tenggarong — Operasi pencarian seorang nelayan bernama Hasriato berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 15 Juli 2026 lalu dinyatakan berakhir, Rabu (22/7/2026).

    Keputusan tersebut diambil Tim SAR Gabungan setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil. 

    Meski operasi SAR telah ditutup, Basarnas memastikan penanganan kasus tidak sepenuhnya berakhir karena prosesnya kini dilanjutkan melalui tahap pemantauan.

    "Untuk pencarian hari ini resmi kita tutup, namun statusnya kita ubah menjadi pemantauan," ujar Koordinator Pos SAR Sangatta, Dwi Adi.

    Sebagai bagian dari tahap pemantauan, Basarnas telah menyebarkan informasi kepada berbagai pihak yang beraktivitas di wilayah perairan, mulai dari komunitas nelayan, jaringan relawan SAR, Stasiun Radio Pantai (SROP) hingga kapal-kapal yang melintasi Selat Makassar.

    Mereka diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban kepada tim SAR maupun instansi berwenang terdekat.

    Menurutnya, penghentian operasi dilakukan setelah seluruh prosedur pencarian sesuai standar operasional telah dijalankan. 

    Selama sepekan terakhir, tim telah menyisir area pencarian yang sangat luas, namun belum memperoleh hasil.

    Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian (Dok: Basarnas)Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian (Dok: Basarnas)

    "Wilayah pencarian mencapai sekitar 580 nautical mile persegi. Kondisi cuaca juga menjadi tantangan besar karena angin kencang, gelombang tinggi dan arus yang kuat, sehingga hingga hari ketujuh belum ada petunjuk mengenai keberadaan korban," paparnya.

    Basarnas turut mengingatkan para nelayan yang masih beraktivitas di perairan bagian utara Kalimantan Timur agar meningkatkan kewaspadaan. 

    Mengingat, wilayah tersebut saat ini tengah memasuki musim Angin Selatan yang identik dengan cuaca buruk dan gelombang tinggi.

    Nelayan diminta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia sebelum melaut, seperti menggunakan life jacket serta menyiapkan alat apung darurat apabila terjadi keadaan darurat di tengah laut.

    "Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan melaut tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai," tandasnya.

    (Sf/Rs)