Tak Hilang, Pria yang Dikabarkan Tersesat di Menamang Kanan Ternyata Pulang Kampung ke Lombok NTB

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    26 Februari 2024 07:48 WIB

    Pencarian Pria yang di kabarkan hilang di Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kukar telah di akhiri. (Foto: Screenshot)

    Tenggarong - Kabar hilangnya Muhammad Zaenul Arifin yang diduga tersesat di perkebunan kelapa sawit, Desa Menamanng Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa hari lalu akhirnya terungkap.

    Pria yang berdomisili di Kutai Timur (Kutim) tersebut nyatanya tidak hilang, melainkan pulang kampung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) tanpa memberi tahu kepada sang istri.

    Keluarga dari sang istri juga juga dibuat panik karena Muhammad Zaenul Arifin mengaku tersesat di perkebunan kelapa sawit melalui pesan WhatsApp (WA).

    Kabar hilangnya Muhammad Zaenul Arifin beberapa waktu lalu juga disangkutpautkan dengan dunia hal-hal mistis. 

    Kades Menamang Kanan, Amri menegaskan Muhammad Zaenul Arifin tidak hilang, melainkan pulang ke tempat asalnya di Lombok. "Kami mengakhiri pencarian pada Minggu sore setelah tahu kalau dia tidak hilang, ternyata pulang kampung ke Lombok, NTB," kata Amri Senin (26/2/2024).

    Amri menjelaskan terkait pesan WA yang dikirimkan kepada sang istrinya itu memang benar. 

    "Dari pesan WA itu, makanya kami membantu mencarinya karena lokasi itu di tempat kami dan ternyata bukan hilang, padahal kami sudah mencari sampai subuh di dalam sawitan," jelasnya.

    Saat itu, kata dia, pihak kepolisian juga ikut membantu dengan melacak keberadaan pria tersebut melalui nomor handphone yang digunakannya.

    "Ketahuannya itu pada Minggu lalu waktu dilacak nomor handphonenya oleh kepolisian, ternyata lokasinya di Lombok," ucapnya.

    Untuk rekaman video CCTV yang beredar di media sosial tidak benar adanya. "Video CCTV di facebook itu bukan dia, tapi orang yang memang bekerja di situ dan kebetulan lewat di pos," sebutnya.

    Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena banyak pihak yang dirugikan. "Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua, kita seperti merasa dibohongi atas kejadian ini," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Tak Hilang, Pria yang Dikabarkan Tersesat di Menamang Kanan Ternyata Pulang Kampung ke Lombok NTB

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    26 Februari 2024 07:48 WIB

    Pencarian Pria yang di kabarkan hilang di Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kukar telah di akhiri. (Foto: Screenshot)

    Tenggarong - Kabar hilangnya Muhammad Zaenul Arifin yang diduga tersesat di perkebunan kelapa sawit, Desa Menamanng Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa hari lalu akhirnya terungkap.

    Pria yang berdomisili di Kutai Timur (Kutim) tersebut nyatanya tidak hilang, melainkan pulang kampung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) tanpa memberi tahu kepada sang istri.

    Keluarga dari sang istri juga juga dibuat panik karena Muhammad Zaenul Arifin mengaku tersesat di perkebunan kelapa sawit melalui pesan WhatsApp (WA).

    Kabar hilangnya Muhammad Zaenul Arifin beberapa waktu lalu juga disangkutpautkan dengan dunia hal-hal mistis. 

    Kades Menamang Kanan, Amri menegaskan Muhammad Zaenul Arifin tidak hilang, melainkan pulang ke tempat asalnya di Lombok. "Kami mengakhiri pencarian pada Minggu sore setelah tahu kalau dia tidak hilang, ternyata pulang kampung ke Lombok, NTB," kata Amri Senin (26/2/2024).

    Amri menjelaskan terkait pesan WA yang dikirimkan kepada sang istrinya itu memang benar. 

    "Dari pesan WA itu, makanya kami membantu mencarinya karena lokasi itu di tempat kami dan ternyata bukan hilang, padahal kami sudah mencari sampai subuh di dalam sawitan," jelasnya.

    Saat itu, kata dia, pihak kepolisian juga ikut membantu dengan melacak keberadaan pria tersebut melalui nomor handphone yang digunakannya.

    "Ketahuannya itu pada Minggu lalu waktu dilacak nomor handphonenya oleh kepolisian, ternyata lokasinya di Lombok," ucapnya.

    Untuk rekaman video CCTV yang beredar di media sosial tidak benar adanya. "Video CCTV di facebook itu bukan dia, tapi orang yang memang bekerja di situ dan kebetulan lewat di pos," sebutnya.

    Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena banyak pihak yang dirugikan. "Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua, kita seperti merasa dibohongi atas kejadian ini," pungkasnya.

    (Sf/By)