Cari disini...
Seputar Kaltim
Gratispol Connect di Kampus UMB, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus kesejahteraan masyarakat. Selain menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Gratispol kepada mahasiswa, Pemprov Kaltim juga memberikan insentif kepada guru serta penjaga rumah ibadah di Kabupaten Berau.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, sebanyak 1.040 mahasiswa menerima bantuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp4,4 miliar. Bantuan itu terdiri atas Rp925 juta untuk 185 mahasiswa Politeknik Sinar Mas, Rp537,59 juta bagi 108 mahasiswa STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, dan Rp3,035 miliar untuk 747 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau (UMB).
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menegaskan bahwa bantuan pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang berkualitas.
"Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan prestasi, menguasai teknologi, dan membentuk karakter yang kuat," ujar Rudy.
Tak hanya menyasar mahasiswa, Pemprov Kaltim juga memberikan insentif kepada tenaga pendidik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi penerus. Bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan selama enam bulan disalurkan kepada 921 guru TK/TPA/PAUD, 360 guru SD/MI, dan 409 guru SMP/MTs di Kabupaten Berau.
"Saya berharap jika anggaran memungkinkan, insentif ini nantinya dapat dipenuhi selama 12 bulan sebagai bentuk penghargaan kepada para guru yang telah mengabdikan diri mendidik anak-anak bangsa," katanya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap seluruh lapisan masyarakat, Pemprov Kaltim juga menyalurkan insentif kepada 360 penjaga rumah ibadah di Kabupaten Berau.
"Penerima bantuan tersebut terdiri atas 209 penjaga rumah ibadah Islam, 124 Kristen, 23 Katolik, dua Hindu, dan dua Buddha," tambahnya.
Menurutnya, pemberian insentif tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.
Sementara itu, dihadapan para mahasiswa, Gubernur juga mengingatkan pentingnya membangun karakter selain menguasai ilmu pengetahuan. Ia menyebut keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh soft skill, kepemimpinan, kemampuan manajemen, komunikasi, serta kemauan untuk terus berusaha.
"Tidak cukup hanya pintar atau bekerja keras. Kita juga harus bekerja dengan ikhlas, berani mengambil tanggung jawab, mampu membangun hubungan yang baik dengan orang lain, dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada," tuturnya.
Terakhir, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Program Gratispol sebagai salah satu langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia Kaltim yang unggul, berkarakter dan berakhlak mulia.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gratispol Connect di Kampus UMB, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus kesejahteraan masyarakat. Selain menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Gratispol kepada mahasiswa, Pemprov Kaltim juga memberikan insentif kepada guru serta penjaga rumah ibadah di Kabupaten Berau.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, sebanyak 1.040 mahasiswa menerima bantuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp4,4 miliar. Bantuan itu terdiri atas Rp925 juta untuk 185 mahasiswa Politeknik Sinar Mas, Rp537,59 juta bagi 108 mahasiswa STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, dan Rp3,035 miliar untuk 747 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau (UMB).
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menegaskan bahwa bantuan pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang berkualitas.
"Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan prestasi, menguasai teknologi, dan membentuk karakter yang kuat," ujar Rudy.
Tak hanya menyasar mahasiswa, Pemprov Kaltim juga memberikan insentif kepada tenaga pendidik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi penerus. Bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan selama enam bulan disalurkan kepada 921 guru TK/TPA/PAUD, 360 guru SD/MI, dan 409 guru SMP/MTs di Kabupaten Berau.
"Saya berharap jika anggaran memungkinkan, insentif ini nantinya dapat dipenuhi selama 12 bulan sebagai bentuk penghargaan kepada para guru yang telah mengabdikan diri mendidik anak-anak bangsa," katanya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap seluruh lapisan masyarakat, Pemprov Kaltim juga menyalurkan insentif kepada 360 penjaga rumah ibadah di Kabupaten Berau.
"Penerima bantuan tersebut terdiri atas 209 penjaga rumah ibadah Islam, 124 Kristen, 23 Katolik, dua Hindu, dan dua Buddha," tambahnya.
Menurutnya, pemberian insentif tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.
Sementara itu, dihadapan para mahasiswa, Gubernur juga mengingatkan pentingnya membangun karakter selain menguasai ilmu pengetahuan. Ia menyebut keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh soft skill, kepemimpinan, kemampuan manajemen, komunikasi, serta kemauan untuk terus berusaha.
"Tidak cukup hanya pintar atau bekerja keras. Kita juga harus bekerja dengan ikhlas, berani mengambil tanggung jawab, mampu membangun hubungan yang baik dengan orang lain, dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada," tuturnya.
Terakhir, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Program Gratispol sebagai salah satu langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia Kaltim yang unggul, berkarakter dan berakhlak mulia.
(Sf/Rs)