Seputar Kaltim

    Tak Cuma Kejar Ijazah, PKBM di Balikpapan Bekali Warga Putus Sekolah dengan Keterampilan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    12 Oktober 2026 pukul 12:30 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan — Warga yang putus sekolah tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, sekaligus mempelajari keterampilan yang berguna untuk bekerja maupun berwirausaha. Peluang tersebut didorong melalui keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Balikpapan.

    Program pendidikan nonformal ini menyasar masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal, mulai dari jenjang SD hingga SMA. 

    “Selain memberikan pendidikan kesetaraan, PKBM juga membekali peserta dengan keterampilan praktis, pembentukan karakter dan pelatihan kewirausahaan,” ucap Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui media, Senin (12/10/2026).

    Bagus mengatakan, PKBM menjadi salah satu upaya untuk membuka kembali akses pendidikan bagi warga yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal.

    Menurut dia, peserta PKBM memiliki latar belakang dan usia yang beragam sehingga perlu mendapatkan layanan pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing.

    “Ini paket komplit. Ada akademik, skill, karakter, sampai pelatihan kewirausahaan. Jadi mereka yang lulus pun nanti dipikirkan setelah lulus mau ngapain,” kata Bagus.

    Ia menilai, pendidikan bagi warga putus sekolah tidak cukup hanya berorientasi pada ijazah kesetaraan. Peserta juga perlu memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha, atau meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    “Pelaksanaan program tersebut turut melibatkan kolaborasi antara PLN Nusantara Power melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dan Yayasan Sinergi Nusantara,” terangnya.

    Wawali  mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai dapat membantu memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Balikpapan.

    Kata dia, pengelola PKBM terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap warga yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal. 

    “Berdasarkan data tersebut, peserta kemudian diarahkan mengikuti program kesetaraan sesuai latar belakang dan kebutuhan pendidikan mereka,” imbuhnya.

    Pemkot Balikpapan juga berharap semakin banyak perusahaan swasta terlibat dalam program serupa. Dukungan dunia usaha dinilai dapat memperluas jangkauan pendidikan nonformal, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

    “Kami berharap ada perusahaan-perusahaan swasta yang mengambil hasil dari Kota Balikpapan atau Kaltim, tetapi juga mengembalikannya kepada masyarakat dalam bentuk bantuan dan pemberdayaan masyarakat, baik pemuda maupun masyarakat luas,” harapnya.

    Menurut Bagus, kontribusi perusahaan tidak harus terbatas pada bantuan sarana pendidikan. Dukungan juga dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

    Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha dan organisasi masyarakat, PKBM diharapkan menjadi salah satu jalan bagi warga putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri.

    “Melalui pendekatan tersebut, pendidikan kesetaraan tidak hanya memberi kesempatan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga membangun bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja,” pungkasnya.

    (Sf/Lo

    Seputar Kaltim

    Tak Cuma Kejar Ijazah, PKBM di Balikpapan Bekali Warga Putus Sekolah dengan Keterampilan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    12 Oktober 2026 pukul 12:30 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan — Warga yang putus sekolah tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, sekaligus mempelajari keterampilan yang berguna untuk bekerja maupun berwirausaha. Peluang tersebut didorong melalui keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Balikpapan.

    Program pendidikan nonformal ini menyasar masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal, mulai dari jenjang SD hingga SMA. 

    “Selain memberikan pendidikan kesetaraan, PKBM juga membekali peserta dengan keterampilan praktis, pembentukan karakter dan pelatihan kewirausahaan,” ucap Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui media, Senin (12/10/2026).

    Bagus mengatakan, PKBM menjadi salah satu upaya untuk membuka kembali akses pendidikan bagi warga yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal.

    Menurut dia, peserta PKBM memiliki latar belakang dan usia yang beragam sehingga perlu mendapatkan layanan pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing.

    “Ini paket komplit. Ada akademik, skill, karakter, sampai pelatihan kewirausahaan. Jadi mereka yang lulus pun nanti dipikirkan setelah lulus mau ngapain,” kata Bagus.

    Ia menilai, pendidikan bagi warga putus sekolah tidak cukup hanya berorientasi pada ijazah kesetaraan. Peserta juga perlu memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha, atau meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    “Pelaksanaan program tersebut turut melibatkan kolaborasi antara PLN Nusantara Power melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dan Yayasan Sinergi Nusantara,” terangnya.

    Wawali  mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai dapat membantu memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Balikpapan.

    Kata dia, pengelola PKBM terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap warga yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal. 

    “Berdasarkan data tersebut, peserta kemudian diarahkan mengikuti program kesetaraan sesuai latar belakang dan kebutuhan pendidikan mereka,” imbuhnya.

    Pemkot Balikpapan juga berharap semakin banyak perusahaan swasta terlibat dalam program serupa. Dukungan dunia usaha dinilai dapat memperluas jangkauan pendidikan nonformal, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

    “Kami berharap ada perusahaan-perusahaan swasta yang mengambil hasil dari Kota Balikpapan atau Kaltim, tetapi juga mengembalikannya kepada masyarakat dalam bentuk bantuan dan pemberdayaan masyarakat, baik pemuda maupun masyarakat luas,” harapnya.

    Menurut Bagus, kontribusi perusahaan tidak harus terbatas pada bantuan sarana pendidikan. Dukungan juga dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

    Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha dan organisasi masyarakat, PKBM diharapkan menjadi salah satu jalan bagi warga putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri.

    “Melalui pendekatan tersebut, pendidikan kesetaraan tidak hanya memberi kesempatan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga membangun bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja,” pungkasnya.

    (Sf/Lo