Cari disini...
Seputar Kaltim
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Kasus penyerangan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap dua korban pada pos jaga hauling batu bara di Dusun Muara Kate, Kabupaten Paser sampai kini masih belum terungkap.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo memastikan upaya pengungkapan kasus di Muara Kate masih terus dilakukan bersama dengan Jatanras Polda Kalimantan Timur (Kaltim).
Pihak kepolisian masih kesulitan untuk mengumpulkan informasi. Kendalanya karena tak ditemukan adanya CCTV yang bisa digunakan untuk memburu pelaku.
"Anggota kami yang dibantu Polda Kaltim masih terus mengawal kasus di Muara Kate. Ada kendala di wilayah itu, seperti tidak adanya CCTV yang kami temukan," kata AKBP Novy Adi Wibowo, Kamis (2/1/2025).
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan pun dianggap masih sangat terbatas dikarenakan kurang keterbukaan informasi yang disampaikan masyarakat di wilayah tersebut.
Sudah 14 saksi diperiksa, tapi belum juga membuahkan hasil, sehingga identitas pelaku maupun motif dari kejadian itu sama sekali belum diketahui.
"Kurang terbukanya masyarakat dalam mengumpulkan informasi juga menjadi kendala kami, informasi yang kami butuhkan belum bisa kami dapat," tuturnya.
Upaya mengumpulkan informasi sampai saat ini dipastikan masih terus dilakukan, pihak kepolisian tengah terus berada di lapangan atau sekitar lokasi kejadian untuk mencari informasi.
"Kami masih terus berada dilapangan untuk fokus dan memaksimalkan dalam mengumpulkan informasi," tandasnya.
Diketahui, penyerangan yang dilakukan oleh OTK itu terjadi pada November 2024, mengakibatkan korban bernama Rusel (60) meninggal dunia dengan luka senjata tajam, sementara satu korban lainnya bernama Anson (55) mengalami krisis dengan luka seruis.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Kasus penyerangan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap dua korban pada pos jaga hauling batu bara di Dusun Muara Kate, Kabupaten Paser sampai kini masih belum terungkap.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo memastikan upaya pengungkapan kasus di Muara Kate masih terus dilakukan bersama dengan Jatanras Polda Kalimantan Timur (Kaltim).
Pihak kepolisian masih kesulitan untuk mengumpulkan informasi. Kendalanya karena tak ditemukan adanya CCTV yang bisa digunakan untuk memburu pelaku.
"Anggota kami yang dibantu Polda Kaltim masih terus mengawal kasus di Muara Kate. Ada kendala di wilayah itu, seperti tidak adanya CCTV yang kami temukan," kata AKBP Novy Adi Wibowo, Kamis (2/1/2025).
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan pun dianggap masih sangat terbatas dikarenakan kurang keterbukaan informasi yang disampaikan masyarakat di wilayah tersebut.
Sudah 14 saksi diperiksa, tapi belum juga membuahkan hasil, sehingga identitas pelaku maupun motif dari kejadian itu sama sekali belum diketahui.
"Kurang terbukanya masyarakat dalam mengumpulkan informasi juga menjadi kendala kami, informasi yang kami butuhkan belum bisa kami dapat," tuturnya.
Upaya mengumpulkan informasi sampai saat ini dipastikan masih terus dilakukan, pihak kepolisian tengah terus berada di lapangan atau sekitar lokasi kejadian untuk mencari informasi.
"Kami masih terus berada dilapangan untuk fokus dan memaksimalkan dalam mengumpulkan informasi," tandasnya.
Diketahui, penyerangan yang dilakukan oleh OTK itu terjadi pada November 2024, mengakibatkan korban bernama Rusel (60) meninggal dunia dengan luka senjata tajam, sementara satu korban lainnya bernama Anson (55) mengalami krisis dengan luka seruis.
(Sf/By)