Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi kendaraan yang alami masalah usai isi BBM. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan respons cepat dan keberpihakan nyata terhadap warganya yang terdampak kerusakan kendaraan akibat adanya dugaan penggunaan BBM oplosan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun telah menginstruksikan penyaluran bantuan tunai tanpa batas kuota kepada seluruh pemilik sepeda motor yang mengalami kerusakan dalam rentang waktu 28 Maret hingga 8 April 2025.
"Selama kerusakannya disebabkan oleh BBM dalam periode itu, dan pemiliknya ber-KTP Samarinda, akan kami bantu. Tidak dibatasi jumlahnya, tapi diperkirakan ada 600 unit motor yang terdampak,” tegas Andi Harun.
Bantuan diberikan dalam bentuk tunai sebesar Rp300 ribu per unit motor. Meskipun angka tersebut tidak selalu menutup total biaya perbaikan, ia menegaskan bahwa pendekatan ini diambil demi keadilan dan efisiensi.
“Kalau diperbedakan, nanti bisa ribet dan menimbulkan kontroversi. Kita saling ikhlaskan saja,” ucapnya.
Untuk menerima bantuan, warga cukup menunjukkan surat keterangan dari bengkel yang menyatakan bahwa kerusakan disebabkan oleh BBM. Disarankan pula menyertakan foto kerusakan sebagai pelengkap.
Langkah cepat Pemkot ini disambut baik oleh warga. Salah satunya adalah warga Kecamatan Sambutan, Listyo, yang motornya rusak usai mengisi BBM.
"Iya akan mengurus bantuan itu. Sudah minta bukti dari bengkel, tinggal ke sana aja, kan mulai Senin," ujar Listyo.
Menurutnya, kerusakan yang dialami tergolong ringan karena hanya perlu mengganti filter bensin. "Cuma ganti filter aja, Rp75 ribu, sama pasang Rp70 ribu. Buat aku, bantuan dari Pemkot itu cukup," ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa tidak semua warga seberuntung dirinya. “Ada juga yang sampai ganti injektor dan busi. Itu mahal. Tapi memang akar masalahnya di fuel pump (penyaring bensin),” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa motornya masih tergolong baru dan belum lunas kredit, sehingga kerusakan kecil pun terasa berat. “Ini motor baru, belum lunas juga. Jadi bantuan dari Pemkot itu sangat membantu,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi kendaraan yang alami masalah usai isi BBM. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan respons cepat dan keberpihakan nyata terhadap warganya yang terdampak kerusakan kendaraan akibat adanya dugaan penggunaan BBM oplosan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun telah menginstruksikan penyaluran bantuan tunai tanpa batas kuota kepada seluruh pemilik sepeda motor yang mengalami kerusakan dalam rentang waktu 28 Maret hingga 8 April 2025.
"Selama kerusakannya disebabkan oleh BBM dalam periode itu, dan pemiliknya ber-KTP Samarinda, akan kami bantu. Tidak dibatasi jumlahnya, tapi diperkirakan ada 600 unit motor yang terdampak,” tegas Andi Harun.
Bantuan diberikan dalam bentuk tunai sebesar Rp300 ribu per unit motor. Meskipun angka tersebut tidak selalu menutup total biaya perbaikan, ia menegaskan bahwa pendekatan ini diambil demi keadilan dan efisiensi.
“Kalau diperbedakan, nanti bisa ribet dan menimbulkan kontroversi. Kita saling ikhlaskan saja,” ucapnya.
Untuk menerima bantuan, warga cukup menunjukkan surat keterangan dari bengkel yang menyatakan bahwa kerusakan disebabkan oleh BBM. Disarankan pula menyertakan foto kerusakan sebagai pelengkap.
Langkah cepat Pemkot ini disambut baik oleh warga. Salah satunya adalah warga Kecamatan Sambutan, Listyo, yang motornya rusak usai mengisi BBM.
"Iya akan mengurus bantuan itu. Sudah minta bukti dari bengkel, tinggal ke sana aja, kan mulai Senin," ujar Listyo.
Menurutnya, kerusakan yang dialami tergolong ringan karena hanya perlu mengganti filter bensin. "Cuma ganti filter aja, Rp75 ribu, sama pasang Rp70 ribu. Buat aku, bantuan dari Pemkot itu cukup," ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa tidak semua warga seberuntung dirinya. “Ada juga yang sampai ganti injektor dan busi. Itu mahal. Tapi memang akar masalahnya di fuel pump (penyaring bensin),” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa motornya masih tergolong baru dan belum lunas kredit, sehingga kerusakan kecil pun terasa berat. “Ini motor baru, belum lunas juga. Jadi bantuan dari Pemkot itu sangat membantu,” pungkasnya.
(Sf/Rs)