Cari disini...
Seputar Kaltim
Kapala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Norhadi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memangkas jumlah penerima Beasiswa Tuntas tahun 2026.
Sebelumnya, penerima beasiswa tersebut mencapai 300 penerima, namun tahun ini hanya 100 penerima saja.
Pemangkasan itu, kata Kapala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Norhadi, dilakukan lantaran menyesuaikan dengan kondisi kemampuan APBD Kutim yang juga terkoreksi.
Namun demikian, Pemkab Kutim menargetkan 1.000 penerima untuk Beasiswa Stimulan.
Secara demografi, penerima beasiswa tahun ini ditargetkan tersebar di 18 kecamatan.
“Target kami tahun ini 1.000 orang, menyebar di 18 kecamatan dan 62 SMA sederajat,” ujar Norhadi usai sosialisasi Beasiswa Stimulan Kutim 2026.
Menurutnya, kuota tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Ia menyebut kuota yang masuk sekitar 15 penerima untuk setiap sekolah.
Norhadi mengatakan mekanisme penentuan penerima akan menggunakan peringkat yang telah tersedia.
“Kami tidak menyaring lagi, kami memakai ranking yang ada,” jelasnya.
Norhadi berharap anggaran beasiswa dapat kembali diperjuangkan dalam APBD sehingga kuota penerima bisa ditingkatkan.
“Kalau bisa itu dikembalikan anggaran itu, insyaallah nanti anggaran itu akan kami kembalikan juga ke beasiswa,” katanya.
Selain Beasiswa Stimulan, Bagian Kesra juga menangani sejumlah program pendidikan lain, termasuk bantuan untuk jenjang SD dan SMP, serta program pendidikan setingkat madrasah dan peningkatan kompetensi guru.
Ia berharap dukungan anggaran terhadap program pendidikan dapat terus berjalan dan kuotanya ditingkatkan sehingga kesempatan memperoleh bantuan pendidikan semakin luas.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kapala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Norhadi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memangkas jumlah penerima Beasiswa Tuntas tahun 2026.
Sebelumnya, penerima beasiswa tersebut mencapai 300 penerima, namun tahun ini hanya 100 penerima saja.
Pemangkasan itu, kata Kapala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Norhadi, dilakukan lantaran menyesuaikan dengan kondisi kemampuan APBD Kutim yang juga terkoreksi.
Namun demikian, Pemkab Kutim menargetkan 1.000 penerima untuk Beasiswa Stimulan.
Secara demografi, penerima beasiswa tahun ini ditargetkan tersebar di 18 kecamatan.
“Target kami tahun ini 1.000 orang, menyebar di 18 kecamatan dan 62 SMA sederajat,” ujar Norhadi usai sosialisasi Beasiswa Stimulan Kutim 2026.
Menurutnya, kuota tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Ia menyebut kuota yang masuk sekitar 15 penerima untuk setiap sekolah.
Norhadi mengatakan mekanisme penentuan penerima akan menggunakan peringkat yang telah tersedia.
“Kami tidak menyaring lagi, kami memakai ranking yang ada,” jelasnya.
Norhadi berharap anggaran beasiswa dapat kembali diperjuangkan dalam APBD sehingga kuota penerima bisa ditingkatkan.
“Kalau bisa itu dikembalikan anggaran itu, insyaallah nanti anggaran itu akan kami kembalikan juga ke beasiswa,” katanya.
Selain Beasiswa Stimulan, Bagian Kesra juga menangani sejumlah program pendidikan lain, termasuk bantuan untuk jenjang SD dan SMP, serta program pendidikan setingkat madrasah dan peningkatan kompetensi guru.
Ia berharap dukungan anggaran terhadap program pendidikan dapat terus berjalan dan kuotanya ditingkatkan sehingga kesempatan memperoleh bantuan pendidikan semakin luas.
(Sf/Rs)