Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurdin. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana melakukan pengadaan truk vakum jet atau truk penyedot limbah pada 2025 ini untuk menangani masalah.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurdin mengatakan pengadaan ini untuk membersihkan sedimentasi di parit.
“Tahun kita akan beli, jadi tidak perlu lagi kita bongkar paret untuk membersihkan karena boros anggaran,” katanya kepada seputarfakta.com, Rabu (15/1/2025).
Anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan truk tersebut mencapai Rp4 miliar dan ke depannya Dinas PUPRK tinggal mencari tempat untuk membuang limbah.
“Kita beli yang kapasitas kecil saja, tapi yang stainless agar awet, sama kaya yang digunakan di DKI Jakarta” tambahnya.
Pihaknya menyadari sudah banyak sedimentasi di berbagai parit, sehingga diharapkan dengan adanya kendaraan tersebut dapat memaksimalkan pembersihan dan lebih efisien.
“Jadi ke depannya kita tinggal benahi trotarnya saja, paritnya tidak perlu tinggal disedot saat ada sedimentasi,” ucap Anwar.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurdin. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana melakukan pengadaan truk vakum jet atau truk penyedot limbah pada 2025 ini untuk menangani masalah.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Anwar Nurdin mengatakan pengadaan ini untuk membersihkan sedimentasi di parit.
“Tahun kita akan beli, jadi tidak perlu lagi kita bongkar paret untuk membersihkan karena boros anggaran,” katanya kepada seputarfakta.com, Rabu (15/1/2025).
Anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan truk tersebut mencapai Rp4 miliar dan ke depannya Dinas PUPRK tinggal mencari tempat untuk membuang limbah.
“Kita beli yang kapasitas kecil saja, tapi yang stainless agar awet, sama kaya yang digunakan di DKI Jakarta” tambahnya.
Pihaknya menyadari sudah banyak sedimentasi di berbagai parit, sehingga diharapkan dengan adanya kendaraan tersebut dapat memaksimalkan pembersihan dan lebih efisien.
“Jadi ke depannya kita tinggal benahi trotarnya saja, paritnya tidak perlu tinggal disedot saat ada sedimentasi,” ucap Anwar.
(Sf/By)