Seputar Kaltim

    Tahun Ini, Pemkab Kukar Tetap Fokus Tangani Kemiskinan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    02 Januari 2024 pukul 14:31 WITA

    Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan tetap fokus menangani kemiskinan di 2024 ini. Di mana pada 2023 lalu, persentase angka kemiskinan mencapai 7,61 persen dan tahun ini ditargetkan turun ke 7,5 persen.
     
    Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan beberapa capaian kinerja Pemkab Kukar di 2023, salah satunya program penanganan kemiskinan di Kabupaten Kukar. 

    Angka kemiskinan di Kabupten Kukar pada 2023 mengalami penurunan, tetapi angka penurunan tersebut belum terlalu signifikan. Sehingga di 2024 ini, penanganan kemiskinan akan menjadi fokus kinerja Pemkab Kukar.
     
    “Di 2024 harus lebih baik, tadi saya sudah paparkan dan hal tersebut menjadi fokus Pemkab Kukar. Bagaimana penanganan kemiskinan berkaitan penanganan tersebut sudah kita tetapkan konsepnya, seperti rumah besar untuk penanganan kemiskinan,” kata Edi, Selasa (2/1/2024).
     
    Ia menyebutkan penangan kemiskinan merupakan program yang tidak hanya bisa terucapkan saja. Tapi harus didasari dengan bagaimana membuat perencanaan APBD 2024 yang sudah ditetapkan bersama DPRD Kukar, sehingga pelaksanaan program tersebut berbasis data di 2023 lalu.
     
    "Ini berkaitan dengan layanan dasar yang ada di tengah masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, program air bersih, listrik, infrastruktur jalan dan jalan-jalan utama yang menunjang konektivitas antara daerah satu dengan daerah lainya, akan menjadi prioritas Pemkab Kukar di 2024 ini," ungkapnya.
     
    Edi berharap di 2024 ini dapat merubah mindset untuk mengupayakan optimalisasi peran dan fungsi dalam bekerja, sehingga dapat mewujudkan Kukar sesuai dengan Visi Misi Kukar Idaman.

    “Yang kita tegaskan kepada jajaran ini optimalisasi saja. Sebab menurut beberapa teman-teman akademis, program kita adalah menyongsong 23 konsep program itu dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat,” tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Tahun Ini, Pemkab Kukar Tetap Fokus Tangani Kemiskinan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    02 Januari 2024 pukul 14:31 WITA

    Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan tetap fokus menangani kemiskinan di 2024 ini. Di mana pada 2023 lalu, persentase angka kemiskinan mencapai 7,61 persen dan tahun ini ditargetkan turun ke 7,5 persen.
     
    Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan beberapa capaian kinerja Pemkab Kukar di 2023, salah satunya program penanganan kemiskinan di Kabupaten Kukar. 

    Angka kemiskinan di Kabupten Kukar pada 2023 mengalami penurunan, tetapi angka penurunan tersebut belum terlalu signifikan. Sehingga di 2024 ini, penanganan kemiskinan akan menjadi fokus kinerja Pemkab Kukar.
     
    “Di 2024 harus lebih baik, tadi saya sudah paparkan dan hal tersebut menjadi fokus Pemkab Kukar. Bagaimana penanganan kemiskinan berkaitan penanganan tersebut sudah kita tetapkan konsepnya, seperti rumah besar untuk penanganan kemiskinan,” kata Edi, Selasa (2/1/2024).
     
    Ia menyebutkan penangan kemiskinan merupakan program yang tidak hanya bisa terucapkan saja. Tapi harus didasari dengan bagaimana membuat perencanaan APBD 2024 yang sudah ditetapkan bersama DPRD Kukar, sehingga pelaksanaan program tersebut berbasis data di 2023 lalu.
     
    "Ini berkaitan dengan layanan dasar yang ada di tengah masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, program air bersih, listrik, infrastruktur jalan dan jalan-jalan utama yang menunjang konektivitas antara daerah satu dengan daerah lainya, akan menjadi prioritas Pemkab Kukar di 2024 ini," ungkapnya.
     
    Edi berharap di 2024 ini dapat merubah mindset untuk mengupayakan optimalisasi peran dan fungsi dalam bekerja, sehingga dapat mewujudkan Kukar sesuai dengan Visi Misi Kukar Idaman.

    “Yang kita tegaskan kepada jajaran ini optimalisasi saja. Sebab menurut beberapa teman-teman akademis, program kita adalah menyongsong 23 konsep program itu dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat,” tutupnya.

    (Sf/By)