Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan produktivitas sektor budidaya ikan pada 2024 ini mencapai 11 ribu ton.
Target itu mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding 2023 lalu yang hanya sekitar 10 ribu ton.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi mengaku di semester I 2024 ini, produktivitas pembudidayaan ikan sudah mencapai 4.791,2 ton.
“Dari angka tersebut, kami optimis sekali bisa mencapai target yang ditentukan itu,” ucapnya Jumat (16/8/2024).
Kata Musakkar, pengembangan budidaya ikan terbagi menjadi dua jenis, yakni budidaya air payau dan air tawar yang telah tersebar di seluruh wilayah PPU, mulai dari Kecamatan Babulu sampai Sepaku.
Katadia, terdapat sektor yang paling menunjang dalam produksi budidaya ikan, yakni dari kolam buatan (tambak).
Bahkan di Kecamatan Sebakung sudah ditunjuk menjadi kampung perikanan budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) pada 2023 lalu. Kini, total tambak produktif di Kabupaten PPU sekitar 2,5 ribu.
Selain membudidayakan ikan, pihaknya juga membudidayakan bahan pangan lain, seperti rumput laut, kepiting, ikan bandeng, udang dan lainnya.
“Bahkan kami mencoba untuk membudidayakan udang vaname, itu kami datangkan dari Sulawesi dan Jawa agar dapat memenuhi kebutuhan pangan PPU mengingat sekarang menjadi lumbung pangan,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan produktivitas sektor budidaya ikan pada 2024 ini mencapai 11 ribu ton.
Target itu mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding 2023 lalu yang hanya sekitar 10 ribu ton.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi mengaku di semester I 2024 ini, produktivitas pembudidayaan ikan sudah mencapai 4.791,2 ton.
“Dari angka tersebut, kami optimis sekali bisa mencapai target yang ditentukan itu,” ucapnya Jumat (16/8/2024).
Kata Musakkar, pengembangan budidaya ikan terbagi menjadi dua jenis, yakni budidaya air payau dan air tawar yang telah tersebar di seluruh wilayah PPU, mulai dari Kecamatan Babulu sampai Sepaku.
Katadia, terdapat sektor yang paling menunjang dalam produksi budidaya ikan, yakni dari kolam buatan (tambak).
Bahkan di Kecamatan Sebakung sudah ditunjuk menjadi kampung perikanan budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) pada 2023 lalu. Kini, total tambak produktif di Kabupaten PPU sekitar 2,5 ribu.
Selain membudidayakan ikan, pihaknya juga membudidayakan bahan pangan lain, seperti rumput laut, kepiting, ikan bandeng, udang dan lainnya.
“Bahkan kami mencoba untuk membudidayakan udang vaname, itu kami datangkan dari Sulawesi dan Jawa agar dapat memenuhi kebutuhan pangan PPU mengingat sekarang menjadi lumbung pangan,” pungkasnya.
(Sf/By)