Seputar Kaltim

    Tahun ini, Dinkes PPU Tunjuk 12 Posyandu untuk Terapkan Integrasi Layanan Primer 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    10 November 2024 pukul 18:03 WITA

    Kantor Dinkes PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) menunjuk 12 Pos Layanan Terpadu (Posyandu) dari 259 total keseluruhan posyandu yang berada di wilayah Benuo Taka, untuk dijadikan sebagai Lokasi Fokus (Lokus) dalam penerapan Integritas Layanan Primer (ILP) pada 2024 ini.

    Rinciannya, ada Posyandu Anggrek 7 yang berlokasi di Kelurahan Gunung Seteleng. Pergiwati di Desa Giripurwa. Pancarina di Desa Sesulu, Kecamatan Penajam.

    Kemudian, Posyandu Meranti 1 di Kelurahan Sotek, Astor 3 di 
    Kelurahan Maridan, Bougenville di Kelurahan Sukaraja. Fajar Timur di Desa Argomulyo, Setia Kawan di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku. Rahayu di Desa Labangka Barat. Rawa Indah di Desa Rawa Mulia. Mawar dan Teratai di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Babulu. 

    Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes PPU, Ariyani menjelaskan bahwa program ILP merupakan bagian transformasi dari Kementerian Kesehatan, yang memiliki tujuan untuk mengubah konsep pelayanan yang semulanya dilakukan secara terpisah-pisah, namun kini menjadi satu antara balita, lansia, ibu hamil dan menyusui.

    “Dengan integrasi ini dalam satu posyandu mampu melayani semua siklus hidup, mulai dari bayi, balita, lansia, remaja, usia produktif, ibu hamil dan menyusui,” ucap Ariyani, Jumat (8/11/2024).

    Program ILP ini, kata dia, merupakan langkah Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendekatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat, guna meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit.

    “Jadi untuk penerapan ILP ini tidaklah mudah, karena kader-kadernya harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu, karena ini tidak bisa sembarangan,” ungkapnya.

    Dengan penerapan ini, Ariyani berharap masyarakat lebih rutin melakukan pemeriksaan. Ia pun menganjurkan, setidaknya masyarakat melakukan pengecekan kesehatan satu kali dalam sebulan.

    “Ini bertujuan untuk mencegah masyarakat terkena penyakit. Sebab kita tidak mengetahui apakah mengidap penyakit berbahaya atau tidak, jadi lebih baik dicegah daripada dirawat,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tahun ini, Dinkes PPU Tunjuk 12 Posyandu untuk Terapkan Integrasi Layanan Primer 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    10 November 2024 pukul 18:03 WITA

    Kantor Dinkes PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) menunjuk 12 Pos Layanan Terpadu (Posyandu) dari 259 total keseluruhan posyandu yang berada di wilayah Benuo Taka, untuk dijadikan sebagai Lokasi Fokus (Lokus) dalam penerapan Integritas Layanan Primer (ILP) pada 2024 ini.

    Rinciannya, ada Posyandu Anggrek 7 yang berlokasi di Kelurahan Gunung Seteleng. Pergiwati di Desa Giripurwa. Pancarina di Desa Sesulu, Kecamatan Penajam.

    Kemudian, Posyandu Meranti 1 di Kelurahan Sotek, Astor 3 di 
    Kelurahan Maridan, Bougenville di Kelurahan Sukaraja. Fajar Timur di Desa Argomulyo, Setia Kawan di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku. Rahayu di Desa Labangka Barat. Rawa Indah di Desa Rawa Mulia. Mawar dan Teratai di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Babulu. 

    Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes PPU, Ariyani menjelaskan bahwa program ILP merupakan bagian transformasi dari Kementerian Kesehatan, yang memiliki tujuan untuk mengubah konsep pelayanan yang semulanya dilakukan secara terpisah-pisah, namun kini menjadi satu antara balita, lansia, ibu hamil dan menyusui.

    “Dengan integrasi ini dalam satu posyandu mampu melayani semua siklus hidup, mulai dari bayi, balita, lansia, remaja, usia produktif, ibu hamil dan menyusui,” ucap Ariyani, Jumat (8/11/2024).

    Program ILP ini, kata dia, merupakan langkah Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendekatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat, guna meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit.

    “Jadi untuk penerapan ILP ini tidaklah mudah, karena kader-kadernya harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu, karena ini tidak bisa sembarangan,” ungkapnya.

    Dengan penerapan ini, Ariyani berharap masyarakat lebih rutin melakukan pemeriksaan. Ia pun menganjurkan, setidaknya masyarakat melakukan pengecekan kesehatan satu kali dalam sebulan.

    “Ini bertujuan untuk mencegah masyarakat terkena penyakit. Sebab kita tidak mengetahui apakah mengidap penyakit berbahaya atau tidak, jadi lebih baik dicegah daripada dirawat,” tandasnya.

    (Sf/Rs)