Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan siap melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur (Baltim), yang diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di kawasan tersebut.
Setelah memasuki tahap ekspose Detail Engineering Design (DED), proyek yang rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi di Jalan Kacang, Kelurahan Lamaru ini tengah mempersiapkan proses lelang yang direncanakan dimulai April 2025.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali mengatakan proyek rumah sakit ini menggunakan skema anggaran tahun jamak, dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp19 miliar yang sudah dialokasikan pada 2025.
“Lelang akan dilaksanakan setelah pelantikan kepala daerah yang baru, yang diharapkan bisa mempercepat pelaksanaan proyek ini,” ucap Gasali kepada media, Sabtu (25/1/2025).
Gasali menegaskan, proses pembangunan rumah sakit yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun ini sudah siap untuk dimulai, mengingat lokasi dan anggaran telah dipersiapkan.
Rumah sakit yang direncanakan akan memiliki lima lantai ini diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada warga Baltim, yang selama ini masih bergantung pada fasilitas kesehatan swasta.
"Proyek ini sangat penting bagi warga Baltim, karena akan memperkuat sektor kesehatan dan mempermudah akses pelayanan medis," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari anggota DPRD periode 2019-2024 yang telah mendorong pembangunan rumah sakit ini.
Dengan total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp272 miliar, proyek rumah sakit ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor kesehatan secara keseluruhan.
Pemerintah kota akan terus mengawasi pembangunan ini agar sesuai dengan jadwal dan rencana yang telah ditetapkan.
“Pembangunan rumah sakit ini juga diharapkan dapat mengurangi beban rumah sakit yang ada, serta memberikan peluang pekerjaan dan mengembangkan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan modern di Baltim,” paparnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan siap melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur (Baltim), yang diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di kawasan tersebut.
Setelah memasuki tahap ekspose Detail Engineering Design (DED), proyek yang rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi di Jalan Kacang, Kelurahan Lamaru ini tengah mempersiapkan proses lelang yang direncanakan dimulai April 2025.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali mengatakan proyek rumah sakit ini menggunakan skema anggaran tahun jamak, dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp19 miliar yang sudah dialokasikan pada 2025.
“Lelang akan dilaksanakan setelah pelantikan kepala daerah yang baru, yang diharapkan bisa mempercepat pelaksanaan proyek ini,” ucap Gasali kepada media, Sabtu (25/1/2025).
Gasali menegaskan, proses pembangunan rumah sakit yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun ini sudah siap untuk dimulai, mengingat lokasi dan anggaran telah dipersiapkan.
Rumah sakit yang direncanakan akan memiliki lima lantai ini diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada warga Baltim, yang selama ini masih bergantung pada fasilitas kesehatan swasta.
"Proyek ini sangat penting bagi warga Baltim, karena akan memperkuat sektor kesehatan dan mempermudah akses pelayanan medis," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari anggota DPRD periode 2019-2024 yang telah mendorong pembangunan rumah sakit ini.
Dengan total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp272 miliar, proyek rumah sakit ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor kesehatan secara keseluruhan.
Pemerintah kota akan terus mengawasi pembangunan ini agar sesuai dengan jadwal dan rencana yang telah ditetapkan.
“Pembangunan rumah sakit ini juga diharapkan dapat mengurangi beban rumah sakit yang ada, serta memberikan peluang pekerjaan dan mengembangkan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan modern di Baltim,” paparnya.
(Sf/By)