Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Paser, M Yunus Syam (Istimewa)
Tanah Grogot - Jumlah guru di Kabupaten Paser pada ini akan berkurang drastis. Sebab, ada 130 guru di Bumi Daya Taka masuk masa pensiun pada 2024 ini.
Ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdikbud) Paser, M Yunus Syam. "Ada ratusan guru masuk masa pensiun pada tahun ini," katanya.
Untuk mengatasi persoalan ini, Disdikbud Paser bakal merekrut Tenaga Pengajar Pengganti (Jarti) sesuai dengan Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen.
Sebab, kata dia, tenaga pendidikan tidak boleh kosong. “Untuk atasi kekurangan guru, kami akan gunakan pengajar pengganti,” kata M Yunus Syam.
Dikatakannya, setiap tahun guru pensiun jumlahnya tidak kurang dari ratusan orang. Kekurangan guru ini juga bisa bertambah saat ada yang meninggal dunia.
"Dari awal 2024 sampai sekarang, sudah ada tujuh guru kita yang meninggal dunia," bebernya.
Untuk itu, setiap guru yang masih berstatus honorer diharapkan dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada tahun ini.
Apalagi tenaga P3K untuk tenaga pendidikan disesuaikan dengan jumlah guru honorer yang ada. “Guru honorer ada 900 orang, jumlahnya sama dengan kuota P3K tenaga pendidik 2024 ini,” pungkasnya.
(Sf/by)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Paser, M Yunus Syam (Istimewa)
Tanah Grogot - Jumlah guru di Kabupaten Paser pada ini akan berkurang drastis. Sebab, ada 130 guru di Bumi Daya Taka masuk masa pensiun pada 2024 ini.
Ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdikbud) Paser, M Yunus Syam. "Ada ratusan guru masuk masa pensiun pada tahun ini," katanya.
Untuk mengatasi persoalan ini, Disdikbud Paser bakal merekrut Tenaga Pengajar Pengganti (Jarti) sesuai dengan Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen.
Sebab, kata dia, tenaga pendidikan tidak boleh kosong. “Untuk atasi kekurangan guru, kami akan gunakan pengajar pengganti,” kata M Yunus Syam.
Dikatakannya, setiap tahun guru pensiun jumlahnya tidak kurang dari ratusan orang. Kekurangan guru ini juga bisa bertambah saat ada yang meninggal dunia.
"Dari awal 2024 sampai sekarang, sudah ada tujuh guru kita yang meninggal dunia," bebernya.
Untuk itu, setiap guru yang masih berstatus honorer diharapkan dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada tahun ini.
Apalagi tenaga P3K untuk tenaga pendidikan disesuaikan dengan jumlah guru honorer yang ada. “Guru honorer ada 900 orang, jumlahnya sama dengan kuota P3K tenaga pendidik 2024 ini,” pungkasnya.
(Sf/by)