Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau menetapkan tiga fokus utama dalam rencana kerja tahun 2026 mendatang, yakni peningkatan konektivitas antarwilayah, perluasan layanan air bersih, dan peningkatan kemantapan jalan.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, menyampaikan bahwa hingga kini pembahasan anggaran tahun 2026 masih berlangsung antara legislatif dan tim eksekutif, dan belum terdapat perubahan signifikan dalam alokasi yang direncanakan.
"Kami ini instansi teknis, jadi terkait apakah anggaran naik atau turun, semuanya masih dalam pembahasan. Informasi resminya ada di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). DPUPR hanya menunggu hasil akhir," ujar Fendra pada Kamis (25/92025).
Ia menegaskan bahwa meskipun anggaran belum final, DPUPR tetap menjalankan perencanaan sesuai dengan indikator kinerja utama yang telah ditetapkan.
"Fokus kami tetap pada tiga hal yakni konektivitas, air bersih, dan kemantapan jalan. Ini adalah kebutuhan dasar masyarakat yang terus kami dorong untuk ditingkatkan," terangnya.
Dirinya pun menyebut bahwa salah satu proyek strategis yang masuk dalam prioritas adalah pembangunan jalan penghubung ke wilayah pedalaman, khususnya ruas jalan menuju Kecamatan Kelay. Untuk proyek tersebut, anggaran sebesar Rp60 miliar telah dialokasikan tahun ini.
"Pembangunan jalan ke Kelay baru bisa direalisasikan setelah ada keputusan dari Kementerian Kehutanan tahun lalu, yang menetapkan bahwa jalan itu tidak lagi berstatus sebagai jalan perusahaan, tapi sudah jadi milik pemerintah daerah," ungkapnya.
Meskipun nilai anggarannya sudah dipastikan, ia mengaku belum bisa merincikan total panjang jalan yang akan dikerjakan karena masih dalam tahap perencanaan teknis.
Sehingga, dirinya juga menegaskan bahwa DPUPR hanya menangani pembangunan infrastruktur dasar. Untuk sektor lain seperti pendidikan, termasuk pembangunan sekolah, bukan menjadi tanggung jawab dinasnya.
"Pembangunan sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya menjadi kewenangan dinas terkait. Kami hanya fokus pada infrastruktur umum," tandasnya.
Fendra berharap dengan fokus pada tiga program utama tersebut, pembangunan infrastruktur ke depan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau menetapkan tiga fokus utama dalam rencana kerja tahun 2026 mendatang, yakni peningkatan konektivitas antarwilayah, perluasan layanan air bersih, dan peningkatan kemantapan jalan.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, menyampaikan bahwa hingga kini pembahasan anggaran tahun 2026 masih berlangsung antara legislatif dan tim eksekutif, dan belum terdapat perubahan signifikan dalam alokasi yang direncanakan.
"Kami ini instansi teknis, jadi terkait apakah anggaran naik atau turun, semuanya masih dalam pembahasan. Informasi resminya ada di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). DPUPR hanya menunggu hasil akhir," ujar Fendra pada Kamis (25/92025).
Ia menegaskan bahwa meskipun anggaran belum final, DPUPR tetap menjalankan perencanaan sesuai dengan indikator kinerja utama yang telah ditetapkan.
"Fokus kami tetap pada tiga hal yakni konektivitas, air bersih, dan kemantapan jalan. Ini adalah kebutuhan dasar masyarakat yang terus kami dorong untuk ditingkatkan," terangnya.
Dirinya pun menyebut bahwa salah satu proyek strategis yang masuk dalam prioritas adalah pembangunan jalan penghubung ke wilayah pedalaman, khususnya ruas jalan menuju Kecamatan Kelay. Untuk proyek tersebut, anggaran sebesar Rp60 miliar telah dialokasikan tahun ini.
"Pembangunan jalan ke Kelay baru bisa direalisasikan setelah ada keputusan dari Kementerian Kehutanan tahun lalu, yang menetapkan bahwa jalan itu tidak lagi berstatus sebagai jalan perusahaan, tapi sudah jadi milik pemerintah daerah," ungkapnya.
Meskipun nilai anggarannya sudah dipastikan, ia mengaku belum bisa merincikan total panjang jalan yang akan dikerjakan karena masih dalam tahap perencanaan teknis.
Sehingga, dirinya juga menegaskan bahwa DPUPR hanya menangani pembangunan infrastruktur dasar. Untuk sektor lain seperti pendidikan, termasuk pembangunan sekolah, bukan menjadi tanggung jawab dinasnya.
"Pembangunan sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya menjadi kewenangan dinas terkait. Kami hanya fokus pada infrastruktur umum," tandasnya.
Fendra berharap dengan fokus pada tiga program utama tersebut, pembangunan infrastruktur ke depan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
(Sf/Rs)