Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinsos PPU, Saidin.(Istimewa)
Penajam - Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 senilai Rp375 juta untuk membantu 125 Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE).
Kepala Dinsos PPU, Saidin mengatakan bantuan ini diberikan kepada wanita berusia 18-59 tahun dengan status belum menikah dan bercerai atau menjanda yang memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, Dinsos PPU memberikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 3 juta untuk masing-masing WRSE sebagai modal usaha.
“Bantuan ini nantinya diberikan untuk memodali usaha mereka, seperti membuka usaha sayur, gorengan, buah-buahan dan lainnya,” ucap Saidin, Minggu (29/12/2024).
Tujuan dari bantuan ini, kata dia, untuk meringankan beban yang dipikul seorang wanita sebagai tulang punggung di dalam keluarganya, sekaligus salah satu upaya dalam mengentaskan angka kemiskinan di PPU.
“Dengan bantuan permodalan untuk menjalankan suatu usaha ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi WRSE supaya mereka memiliki penghasilan yang cukup, sehingga bisa terbebas dari kategori WRSE,” tandasnya.
Selain itu, Dinsos PPU juga turut memperhatikan masyarakat yang masuk dalam daftar kemiskinan daerah dan ekstrim dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Jadi kita tidak hanya fokus pada satu kelompok saja ya, tapi yang lain menjadi sorotan kita juga. Semoga di 2025 nanti program-program yang kita jalankan dapat berjalan lebih maksimal agar semakin efektif dalam mengurangi penderitaan masyarakat,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinsos PPU, Saidin.(Istimewa)
Penajam - Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 senilai Rp375 juta untuk membantu 125 Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE).
Kepala Dinsos PPU, Saidin mengatakan bantuan ini diberikan kepada wanita berusia 18-59 tahun dengan status belum menikah dan bercerai atau menjanda yang memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, Dinsos PPU memberikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 3 juta untuk masing-masing WRSE sebagai modal usaha.
“Bantuan ini nantinya diberikan untuk memodali usaha mereka, seperti membuka usaha sayur, gorengan, buah-buahan dan lainnya,” ucap Saidin, Minggu (29/12/2024).
Tujuan dari bantuan ini, kata dia, untuk meringankan beban yang dipikul seorang wanita sebagai tulang punggung di dalam keluarganya, sekaligus salah satu upaya dalam mengentaskan angka kemiskinan di PPU.
“Dengan bantuan permodalan untuk menjalankan suatu usaha ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi WRSE supaya mereka memiliki penghasilan yang cukup, sehingga bisa terbebas dari kategori WRSE,” tandasnya.
Selain itu, Dinsos PPU juga turut memperhatikan masyarakat yang masuk dalam daftar kemiskinan daerah dan ekstrim dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Jadi kita tidak hanya fokus pada satu kelompok saja ya, tapi yang lain menjadi sorotan kita juga. Semoga di 2025 nanti program-program yang kita jalankan dapat berjalan lebih maksimal agar semakin efektif dalam mengurangi penderitaan masyarakat,” tandasnya.
(Sf/Rs)