Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.(Istimewa)
Penajam - Badan Penanggulangan dan Penanganan Bencana (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) bakal membentuk Desa/kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di delapan wilayah pada 2025 mendatang.
Kepala BPBD PPU, Sukadi Kuncoro mengatakan pembentukan kelompok relawan ini bertujuan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana alam, seperti banjir, tanah longsor dan lainnya dengan melakukan pertolongan pertama sebelum tim BPBD tiba di lokasi insiden.
“Mereka ini berperan sebagai perpanjangan tangan dari kita. Apalagi saat ini sangat rawan terjadi bencana alam karena kondisi cuaca sedang ekstrim,” ucap Kuncoro, Kamis (26/12/2024).
Sebelumnya di 2024 ini, BPBD PPU telah membentuk Destana 18 kelompok yang tersebar di empat kecamatan, di antaranya, Kelurahan Nenang, Saloloang, Gunung Seteleng, Riko, Sesumpu dan Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam.
Kemudian di Kelurahan Waru, Desa Api-api dan Sesulu, Kecamatan Waru. Desa Bukit Subur, Rintik, Sebakung Jaya, Babulu Laut, Bangun Mulya dan Sumber Sari, Kecamatan Babulu. Kelurahan Sepaku, Karang Jinawi dan Telemow, Kecamatan Sepaku.
Namun, pembentukan kelompok relawan ini terbilang cukup sulit dan tidak mudah karena harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, baik segi keterampilan maupun pengetahuan dalam menyikapi suatu insiden bencana alam.
“Destana ini tidak hanya sekedar dibentuk saja ya, tetapi harus diiringi dengan SDM yang mumpuni juga,” ungkapnya.
Untuk memastikan delapan Destana itu terbentuk di 2025, BPBD PPU akan menggelar pelatihan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat yang ingin menjadi seorang relawan bencana.
“Kira tidak hanya latih mereka bagaimana cara menghadapi bencana, tetapi juga menumbuhkan rasa empati mereka agar tidak cuek dan masa bodoh saat bencana melanda suatu kawasan,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.(Istimewa)
Penajam - Badan Penanggulangan dan Penanganan Bencana (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) bakal membentuk Desa/kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di delapan wilayah pada 2025 mendatang.
Kepala BPBD PPU, Sukadi Kuncoro mengatakan pembentukan kelompok relawan ini bertujuan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana alam, seperti banjir, tanah longsor dan lainnya dengan melakukan pertolongan pertama sebelum tim BPBD tiba di lokasi insiden.
“Mereka ini berperan sebagai perpanjangan tangan dari kita. Apalagi saat ini sangat rawan terjadi bencana alam karena kondisi cuaca sedang ekstrim,” ucap Kuncoro, Kamis (26/12/2024).
Sebelumnya di 2024 ini, BPBD PPU telah membentuk Destana 18 kelompok yang tersebar di empat kecamatan, di antaranya, Kelurahan Nenang, Saloloang, Gunung Seteleng, Riko, Sesumpu dan Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam.
Kemudian di Kelurahan Waru, Desa Api-api dan Sesulu, Kecamatan Waru. Desa Bukit Subur, Rintik, Sebakung Jaya, Babulu Laut, Bangun Mulya dan Sumber Sari, Kecamatan Babulu. Kelurahan Sepaku, Karang Jinawi dan Telemow, Kecamatan Sepaku.
Namun, pembentukan kelompok relawan ini terbilang cukup sulit dan tidak mudah karena harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, baik segi keterampilan maupun pengetahuan dalam menyikapi suatu insiden bencana alam.
“Destana ini tidak hanya sekedar dibentuk saja ya, tetapi harus diiringi dengan SDM yang mumpuni juga,” ungkapnya.
Untuk memastikan delapan Destana itu terbentuk di 2025, BPBD PPU akan menggelar pelatihan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat yang ingin menjadi seorang relawan bencana.
“Kira tidak hanya latih mereka bagaimana cara menghadapi bencana, tetapi juga menumbuhkan rasa empati mereka agar tidak cuek dan masa bodoh saat bencana melanda suatu kawasan,” tandasnya.
(Sf/By)