Cari disini...
Seputar Kaltim
Rakor Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Berau 2025 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Hotel Palmy Ekslusif, Jalan SA Maulana Tanjung Redeb, Selasa, (3/6/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan angka kemiskinan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Berau 2025 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Hotel Palmy Ekslusif, Jalan SA Maulana Tanjung Redeb, Selasa, (3/6/2025).
Rakor tersebut membahas laporan akhir penyusunan Dokumen Rencana penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Berau 2026-2030.
Wabup Berau, Gamalis menyampaikan angka kemiskinan 2023 yang sebesar 5,54 persen berhasil diturunkan pada tahun 2024 turun menjadi 5,08 persen. oleh karena itu, dirinya pun memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menekan angka kemiskinan di daerah Kabupaten Berau
"Tahun 2025 ini saya harapkan angka kemiskinan di Berau bisa ditekan hingga 4,9 persen," tuturnya.
Ia pun menekankan kepada TKPKD agar terusfokus untuk mencapai target yang telah ditentukan. sehingga, dirinya pun mengintruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan perangkat terkait agar melaksanakan program-program penanggulangan kemiskinan.
"Program seperti pelatihan untuk peningkatan keterampilan, pemberian beasiswa, pemberian bantuan alat tangkap, bantuan bibit serta pupuk pertanian dan perkebunan serta pemberdayaan sektor ekonomi kreatif. Hal ini pun sangat diperlukan," tambahnya.
Kendati demikian, ia juga memberi apresiasi kepada Tim Tenaga Ahli dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang telah membantu penyusunan dokumen TKPKD Berau dalam penyusunan RPKD.
"Dokumen ini dapat memperkuat komitmen dalam mencegah dan menanggulangi kemiskinan selama lima tahun kedepan," ujarnya.
Oleh karena itu, Gamalis mendorong semua sektor terkait untuk mengatasi akar masalah kemiskinan, tidak hanya dari sisi pemberdayaan ekonomi dan peningkatan akses pendidikan tetapi juga kesehatan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
"Saya berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan bekerja fokus demi tercapainya target untuk tekan angka kemiskinan di Kabupaten Berau," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rakor Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Berau 2025 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Hotel Palmy Ekslusif, Jalan SA Maulana Tanjung Redeb, Selasa, (3/6/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan angka kemiskinan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Berau 2025 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Hotel Palmy Ekslusif, Jalan SA Maulana Tanjung Redeb, Selasa, (3/6/2025).
Rakor tersebut membahas laporan akhir penyusunan Dokumen Rencana penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Berau 2026-2030.
Wabup Berau, Gamalis menyampaikan angka kemiskinan 2023 yang sebesar 5,54 persen berhasil diturunkan pada tahun 2024 turun menjadi 5,08 persen. oleh karena itu, dirinya pun memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menekan angka kemiskinan di daerah Kabupaten Berau
"Tahun 2025 ini saya harapkan angka kemiskinan di Berau bisa ditekan hingga 4,9 persen," tuturnya.
Ia pun menekankan kepada TKPKD agar terusfokus untuk mencapai target yang telah ditentukan. sehingga, dirinya pun mengintruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan perangkat terkait agar melaksanakan program-program penanggulangan kemiskinan.
"Program seperti pelatihan untuk peningkatan keterampilan, pemberian beasiswa, pemberian bantuan alat tangkap, bantuan bibit serta pupuk pertanian dan perkebunan serta pemberdayaan sektor ekonomi kreatif. Hal ini pun sangat diperlukan," tambahnya.
Kendati demikian, ia juga memberi apresiasi kepada Tim Tenaga Ahli dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang telah membantu penyusunan dokumen TKPKD Berau dalam penyusunan RPKD.
"Dokumen ini dapat memperkuat komitmen dalam mencegah dan menanggulangi kemiskinan selama lima tahun kedepan," ujarnya.
Oleh karena itu, Gamalis mendorong semua sektor terkait untuk mengatasi akar masalah kemiskinan, tidak hanya dari sisi pemberdayaan ekonomi dan peningkatan akses pendidikan tetapi juga kesehatan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
"Saya berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan bekerja fokus demi tercapainya target untuk tekan angka kemiskinan di Kabupaten Berau," tandasnya.
(Sf/Rs)