Cari disini...
Seputar Kaltim
Agen LPG 3Kg di SPBU Urip Sumoharjo, Samarinda. Maulana sebagai Helper menjelaskan kondisi terkini mengenai pasokan LPG 3Kg. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Masyarakat Samarinda kebingungan mencari tabung LPG 3Kg, hal itu terjadi karena kelangkaan LPG di kota ini. Fenomena yang terus berulang ini sebagian dimanfaatkan oleh pengecer, dijual dengan harga tidak normal, bahkan harganya berkali lipat.
Warga Loa Janan Ilir, Sartam menemui pedagang yang menjual tabung melon ini dengan harga Rp50 ribu. Sartam yang notabenenya dari kalangan menengah kebawah harus mendapatkan tabung itu, tentu mencari harga yang lebih murah. Namun disekitarnya juga menjual dengan harga yang tidak jauh, rata-rata pengecer menjual dengan harga Rp35 ribu hingga Rp45 ribu.
"Soalnya agen dan pangkalan LPG 3Kg jauh dari rumah saya, jadi pas saya kesitu sudah habis dan tidak kebagian," ungkap Sartam di Samarinda, Senin (4/6/2024).
Keluhan yang dirasakan Sartam, juga dirasakan masyarakat Samarinda lainnya. Warga sambutan pelita 3, Karti juga menyebut kelangkaan terjadi ini bukan hanya 2-3 hari ini, melainkan sudah berlangsung selama seminggu ini.
Sebagai pedagang kecil rumahan ini, ia tidak menemui lagi praktik jual-beli LPG 3Kg dengan menunjukkan KTP, yang sebelumnya juga pernah dirasakan. "Sepertinya mereka menaikan harga seenaknya saja, yang mau beli aja," kata Karti.
Padahal untuk tabung di agen ataupun pangkalan tetap dengan harga Rp18 ribu. Hal ini langsung disampaikan oleh Maulana, sebagai Helper SPBU di Jalan Urip Sumoharjo. "Harga tetap sama Rp18 ribu tapi wajib menyertakan KTP. Jadi mereka dipantau pembeliannya, satu minggu tiga kali, senin, kamis, dan sabtu. Cuman kadang telat juga pasokan dari Pertamina jadi tidak serutin ini," paparnya.
Maulana menjelaskan bahwa stok selalu habis. Tabung yang semulanya diantar setiap setiap tiga hari sekali sebabyak 120-130 buah, kini tidak lagi diantar dengan jumlah tersebut.
"Semenjak langka dikasih 100 terus. Biasanya 120-130 tabung. Sebulanan memang sudah susah nyari ini mas," tutur Maulana.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Agen LPG 3Kg di SPBU Urip Sumoharjo, Samarinda. Maulana sebagai Helper menjelaskan kondisi terkini mengenai pasokan LPG 3Kg. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Masyarakat Samarinda kebingungan mencari tabung LPG 3Kg, hal itu terjadi karena kelangkaan LPG di kota ini. Fenomena yang terus berulang ini sebagian dimanfaatkan oleh pengecer, dijual dengan harga tidak normal, bahkan harganya berkali lipat.
Warga Loa Janan Ilir, Sartam menemui pedagang yang menjual tabung melon ini dengan harga Rp50 ribu. Sartam yang notabenenya dari kalangan menengah kebawah harus mendapatkan tabung itu, tentu mencari harga yang lebih murah. Namun disekitarnya juga menjual dengan harga yang tidak jauh, rata-rata pengecer menjual dengan harga Rp35 ribu hingga Rp45 ribu.
"Soalnya agen dan pangkalan LPG 3Kg jauh dari rumah saya, jadi pas saya kesitu sudah habis dan tidak kebagian," ungkap Sartam di Samarinda, Senin (4/6/2024).
Keluhan yang dirasakan Sartam, juga dirasakan masyarakat Samarinda lainnya. Warga sambutan pelita 3, Karti juga menyebut kelangkaan terjadi ini bukan hanya 2-3 hari ini, melainkan sudah berlangsung selama seminggu ini.
Sebagai pedagang kecil rumahan ini, ia tidak menemui lagi praktik jual-beli LPG 3Kg dengan menunjukkan KTP, yang sebelumnya juga pernah dirasakan. "Sepertinya mereka menaikan harga seenaknya saja, yang mau beli aja," kata Karti.
Padahal untuk tabung di agen ataupun pangkalan tetap dengan harga Rp18 ribu. Hal ini langsung disampaikan oleh Maulana, sebagai Helper SPBU di Jalan Urip Sumoharjo. "Harga tetap sama Rp18 ribu tapi wajib menyertakan KTP. Jadi mereka dipantau pembeliannya, satu minggu tiga kali, senin, kamis, dan sabtu. Cuman kadang telat juga pasokan dari Pertamina jadi tidak serutin ini," paparnya.
Maulana menjelaskan bahwa stok selalu habis. Tabung yang semulanya diantar setiap setiap tiga hari sekali sebabyak 120-130 buah, kini tidak lagi diantar dengan jumlah tersebut.
"Semenjak langka dikasih 100 terus. Biasanya 120-130 tabung. Sebulanan memang sudah susah nyari ini mas," tutur Maulana.
(Sf/Rs)