Cari disini...
Seputar Kaltim
Perjalanan susur sungai bersama Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dengan para duta wisata. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur menjadikan destinasi wisata susur Sungai Mahakam sebagai wisata unggulan di Samarinda. Sebelumnya, Dispar mencatat tiga nama wisata yang menjadi unggulan, seperti Desa Pampang, Kampung Ketupat, hingga wisata religi Masjid Shiratal Mustaqiem.
Hal ini ditandai dengan semakin ramainya pengunjung kapal wisata. Namun, kapal wisata yang kini dimiliki oleh pihak pengelola masih minim. Tidak cukup untuk menampung ratusan pengunjung setiap harinya. Dengan itu, Dispar menginginkan adanya penambahan kapal.
"Sekarang saja ini penuh terus, apalagi Sabtu-Minggu. Ini perlu ditambah sampai 10 kapal," ujar Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi saat menyurusi sungai Mahakam bersama Duta Pariwisata dan rekan media, Kamis (15/12/2023).
Penambahan kapal juga bermaksud untuk mengambang sektor pariwisata di Kaltim. Karena Dispar Kaltim memiliki target untuk mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) hingga mancanegara. Sesuai dengan target nasional, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menargetkan 1,4 miliar pergerakan wisnus di tahun 2023 dengan nilai kontribusi PDB pariwisata di atas 4 persen. Sedangkan untuk Kaltim memiliki target 5,6 juta wisnus.
Belum menembus angka itu, Dispar Kaltim mendapatkan beberapa celah utama yang menyebabkan sektor pariwisata di Kaltim belum optimal. Pria yang akrab disapa Eki ini menyebutkan mahalnya ongkos perjalanan wisata di Kaltim. Bahkan ia membandingkan harga perjalanan di Kaltim dengan Pulau Jawa. "Kalau di Jawa itu Rp500 ribu sudah bisa dapat berapa puluh destinasi, sedangkan di Kaltim itu masih kurang," tambah Eki.
Untuk mengatasi masalah itu, Eki sudah berpandangan Kaltim yang memiliki panjangnya sungai Mahakam, dapat dimanfaatkan untuk transportasi jalur sungai menggunakan speedboat. Ini dapat memangkas waktu dan biaya selama perjalanan jalur darat.
Selain itu, kurangnya promosi di media sosial dengan menggunakan hastag tentang pariwisata di Kaltim. Karena itu merupakan salah satu faktor penting dalam pemasaran. "Kawan-kawan duta bila berkunjung ke salah satu wisata, contoh saja susur sungai ini, upload foto, harus gunakan hastag. Karena itu dapat menjangkau pengguna lain ketika mencari wisata," jelas Eki.
Untuk tahun 2024, Eki melihat potensi susur sungai dengan Kapal Wisata ini sangat potensi. Apalagi sudah banyak pegawai IKN yang berdatangan, bahkan menembus angka 18 ribu orang. Eki pun menjabarkan analisanya terhadap pegawa IKN yang akan berlibur. Menurutnya tidak mungkin jika keluar kota. Pilihan utama kota terdekat dengan IKN.
"Pasti juga pilih wisata di beberapa daerah Kaltim. Samarinda ini menjadi momok orang yang berkunjung ke sini, paling tidak kita sudah mulai untuk berbenah dengan menambah kapal wisata ini, karena ini menjadi ikon Samarinda tahun mendatang," jabarnya.
(SF/RS)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Perjalanan susur sungai bersama Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dengan para duta wisata. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur menjadikan destinasi wisata susur Sungai Mahakam sebagai wisata unggulan di Samarinda. Sebelumnya, Dispar mencatat tiga nama wisata yang menjadi unggulan, seperti Desa Pampang, Kampung Ketupat, hingga wisata religi Masjid Shiratal Mustaqiem.
Hal ini ditandai dengan semakin ramainya pengunjung kapal wisata. Namun, kapal wisata yang kini dimiliki oleh pihak pengelola masih minim. Tidak cukup untuk menampung ratusan pengunjung setiap harinya. Dengan itu, Dispar menginginkan adanya penambahan kapal.
"Sekarang saja ini penuh terus, apalagi Sabtu-Minggu. Ini perlu ditambah sampai 10 kapal," ujar Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi saat menyurusi sungai Mahakam bersama Duta Pariwisata dan rekan media, Kamis (15/12/2023).
Penambahan kapal juga bermaksud untuk mengambang sektor pariwisata di Kaltim. Karena Dispar Kaltim memiliki target untuk mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) hingga mancanegara. Sesuai dengan target nasional, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menargetkan 1,4 miliar pergerakan wisnus di tahun 2023 dengan nilai kontribusi PDB pariwisata di atas 4 persen. Sedangkan untuk Kaltim memiliki target 5,6 juta wisnus.
Belum menembus angka itu, Dispar Kaltim mendapatkan beberapa celah utama yang menyebabkan sektor pariwisata di Kaltim belum optimal. Pria yang akrab disapa Eki ini menyebutkan mahalnya ongkos perjalanan wisata di Kaltim. Bahkan ia membandingkan harga perjalanan di Kaltim dengan Pulau Jawa. "Kalau di Jawa itu Rp500 ribu sudah bisa dapat berapa puluh destinasi, sedangkan di Kaltim itu masih kurang," tambah Eki.
Untuk mengatasi masalah itu, Eki sudah berpandangan Kaltim yang memiliki panjangnya sungai Mahakam, dapat dimanfaatkan untuk transportasi jalur sungai menggunakan speedboat. Ini dapat memangkas waktu dan biaya selama perjalanan jalur darat.
Selain itu, kurangnya promosi di media sosial dengan menggunakan hastag tentang pariwisata di Kaltim. Karena itu merupakan salah satu faktor penting dalam pemasaran. "Kawan-kawan duta bila berkunjung ke salah satu wisata, contoh saja susur sungai ini, upload foto, harus gunakan hastag. Karena itu dapat menjangkau pengguna lain ketika mencari wisata," jelas Eki.
Untuk tahun 2024, Eki melihat potensi susur sungai dengan Kapal Wisata ini sangat potensi. Apalagi sudah banyak pegawai IKN yang berdatangan, bahkan menembus angka 18 ribu orang. Eki pun menjabarkan analisanya terhadap pegawa IKN yang akan berlibur. Menurutnya tidak mungkin jika keluar kota. Pilihan utama kota terdekat dengan IKN.
"Pasti juga pilih wisata di beberapa daerah Kaltim. Samarinda ini menjadi momok orang yang berkunjung ke sini, paling tidak kita sudah mulai untuk berbenah dengan menambah kapal wisata ini, karena ini menjadi ikon Samarinda tahun mendatang," jabarnya.
(SF/RS)