Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses pelipatan surat suara saat Pemilu Februari 2024 lalu KPU. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Firman Hidayat mengonfirmasi bahwa logistik untuk Pilkada Samarinda masih dalam perjalanan, diperkirakan tiba pada tanggal 24 sampai 25 Oktober. Surat suara ini nantinya dijadwalkan untuk segera dibongkar dan disimpan di gudang.
"Jika memungkinkan, bongkar muat akan dilakukan pada hari yang sama, namun jika tidak, proses bongkar akan dilakukan pada tanggal 25 Oktober, dan pada tanggal 26 logistik sudah bisa dilipat," ujar Firman.
Lebih lanjut, pihaknya pun perlu memastikan kesesuaian jumlah surat suara yang dicetak dengan pemesanan, didasarkan pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 persen sebagai cadangan. Jumlah yang dicetak sekitar 627.984 surat suara.
"Kami pastikan barang yang diterima sesuai dengan yang dipesan dari pabrik, termasuk surat suara cadangan untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) baik untuk pemilihan wali kota maupun gubernur," jelasnya.
Mendekati bulan Pilkada ini, Firman juga menekankan pentingnya manajemen waktu yang ketat dalam proses logistik, mulai dari pelipatan surat suara hingga penyediaan perlengkapan TPS seperti kotak suara, bantalan, paku, dan pulpen.
Untuk pelipatan surat suara ini pihaknya akan melibatkan masyarakat. Perihal jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan upah yang diberikan masih menjadi pembahasan internal KPU. Ia menyebut SDM yang diperlukan pastinya akan melibatkan sekitar 200 orang dalam pelipatan.
Dalam pelipatan itu, kata Firman, jika ditemukan surat suara yang rusak atau berlubang, akan segera dihitung dan diklaim kepada perusahaan percetakan di untuk penggantian. Sehingga memang sangat diperlukan kecermatan dan ketelitian, untuk mengefisiensika waktu, agar sebelum pelaksanaan Pilkada logistik sudah siap.
Dalam hal distribusi logistik ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Firman memastikan bahwa seluruh logistik harus sudah tiba di TPS pada H-1 hari pemungutan suara.
"Kami tidak ingin ada temuan saat pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jadi proses ini harus berjalan sesuai prosedur," tegas Firman.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses pelipatan surat suara saat Pemilu Februari 2024 lalu KPU. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Firman Hidayat mengonfirmasi bahwa logistik untuk Pilkada Samarinda masih dalam perjalanan, diperkirakan tiba pada tanggal 24 sampai 25 Oktober. Surat suara ini nantinya dijadwalkan untuk segera dibongkar dan disimpan di gudang.
"Jika memungkinkan, bongkar muat akan dilakukan pada hari yang sama, namun jika tidak, proses bongkar akan dilakukan pada tanggal 25 Oktober, dan pada tanggal 26 logistik sudah bisa dilipat," ujar Firman.
Lebih lanjut, pihaknya pun perlu memastikan kesesuaian jumlah surat suara yang dicetak dengan pemesanan, didasarkan pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 persen sebagai cadangan. Jumlah yang dicetak sekitar 627.984 surat suara.
"Kami pastikan barang yang diterima sesuai dengan yang dipesan dari pabrik, termasuk surat suara cadangan untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) baik untuk pemilihan wali kota maupun gubernur," jelasnya.
Mendekati bulan Pilkada ini, Firman juga menekankan pentingnya manajemen waktu yang ketat dalam proses logistik, mulai dari pelipatan surat suara hingga penyediaan perlengkapan TPS seperti kotak suara, bantalan, paku, dan pulpen.
Untuk pelipatan surat suara ini pihaknya akan melibatkan masyarakat. Perihal jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan upah yang diberikan masih menjadi pembahasan internal KPU. Ia menyebut SDM yang diperlukan pastinya akan melibatkan sekitar 200 orang dalam pelipatan.
Dalam pelipatan itu, kata Firman, jika ditemukan surat suara yang rusak atau berlubang, akan segera dihitung dan diklaim kepada perusahaan percetakan di untuk penggantian. Sehingga memang sangat diperlukan kecermatan dan ketelitian, untuk mengefisiensika waktu, agar sebelum pelaksanaan Pilkada logistik sudah siap.
Dalam hal distribusi logistik ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Firman memastikan bahwa seluruh logistik harus sudah tiba di TPS pada H-1 hari pemungutan suara.
"Kami tidak ingin ada temuan saat pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jadi proses ini harus berjalan sesuai prosedur," tegas Firman.
(Sf/Rs)