Seputar Kaltim

    Supaya Tak Ganggu Lahan Milik Warga, Andi Harun Buka Opsi Evaluasi Desain Revitalisasi Pasar Pagi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Januari 2024 pukul 08:57 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Hadiri Acara Jalan Sehat di Kelurahan Karang Mumus, Minggu (28/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun, membuka opsi untuk mengevaluasi model atau rancangan pembangunan dalam revitalisasi Pasart Pagi. Hal ini dilakukan, menyusul penolakan sejumlah warga yang lahannya terdampak pembangunan pasar tersebut. “Ya itu salah satu opsi, tentunya pemerintah lakukan tindakan tidak hanya dengan satu rencana,” jelas Andi Harun, Minggu (28/1/2024) kemarin. 

    Sebelumnya, opsi ini juga pernah disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti. Menurut Desi, Pemkot akan lakukan evaluasi terhadap model yang akan dibangun agar tidak mengganggu lahan milik warga. Sementara, desain bangunan sudah ada, sehingga Desy bilang akan lakukan penyesuaian.

    Wali Kota Samarinda menyampaikan, jika memang opsi itu dirasa cocok untuk diterapkan, maka kemungkinan besar akan direalisasikan. Hanya saja menurutnya tetap akan melihat dinamika sosial yang akan terjadi kedepannya. AH menyadari bahwa masalah apalagi yang menyangkut persoalan sosial tidak akan mungkin selesai dalam sehari dua hari. Pihaknya akan tetap melakukan pendekatan sambil merumuskan langkah terbaik kedepannya. 

    Merespons soal pemasangan spanduk penolakan yang dilakukan para pemilik SHM serta penolakan penutupan Jalan Tumenggung pada Kamis lalu (25/1/2024), AH bilang itu adalah hal yang wajar dan manusiawi sebagai bentuk rasa kecewa dan kemarahan dari warga terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. “Membuat spanduk itu adalah ekspresi atas ketidakpuasan mereka dengan kebijakan pemerintah,” tuturnya. 

    AH menuturkan, pihaknya dengan terbuka menerima semua bentuk ekspresi warga terhadap kebijakan yang telah diambil. “Ya kita mendengarkan, melihat, dan pada saatnya kita kelola semua bentuk ekspresi itu dalam bentuk dialog nanti kita liat lah pada waktunya,” jelasnya. 

    Orang nomor satu di Kota Samarinda itu tetap optimis, pembangunan Pasar Pagi akan tuntas pada tahun ini. Meski masih memiliki problem dengan masyarakat, namun proses pembangunan tetap berjalan. AH mengatakan, progress dari revitalisasi pasar pagi sudah pada tahap pelelangan. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Supaya Tak Ganggu Lahan Milik Warga, Andi Harun Buka Opsi Evaluasi Desain Revitalisasi Pasar Pagi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Januari 2024 pukul 08:57 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Hadiri Acara Jalan Sehat di Kelurahan Karang Mumus, Minggu (28/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun, membuka opsi untuk mengevaluasi model atau rancangan pembangunan dalam revitalisasi Pasart Pagi. Hal ini dilakukan, menyusul penolakan sejumlah warga yang lahannya terdampak pembangunan pasar tersebut. “Ya itu salah satu opsi, tentunya pemerintah lakukan tindakan tidak hanya dengan satu rencana,” jelas Andi Harun, Minggu (28/1/2024) kemarin. 

    Sebelumnya, opsi ini juga pernah disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti. Menurut Desi, Pemkot akan lakukan evaluasi terhadap model yang akan dibangun agar tidak mengganggu lahan milik warga. Sementara, desain bangunan sudah ada, sehingga Desy bilang akan lakukan penyesuaian.

    Wali Kota Samarinda menyampaikan, jika memang opsi itu dirasa cocok untuk diterapkan, maka kemungkinan besar akan direalisasikan. Hanya saja menurutnya tetap akan melihat dinamika sosial yang akan terjadi kedepannya. AH menyadari bahwa masalah apalagi yang menyangkut persoalan sosial tidak akan mungkin selesai dalam sehari dua hari. Pihaknya akan tetap melakukan pendekatan sambil merumuskan langkah terbaik kedepannya. 

    Merespons soal pemasangan spanduk penolakan yang dilakukan para pemilik SHM serta penolakan penutupan Jalan Tumenggung pada Kamis lalu (25/1/2024), AH bilang itu adalah hal yang wajar dan manusiawi sebagai bentuk rasa kecewa dan kemarahan dari warga terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. “Membuat spanduk itu adalah ekspresi atas ketidakpuasan mereka dengan kebijakan pemerintah,” tuturnya. 

    AH menuturkan, pihaknya dengan terbuka menerima semua bentuk ekspresi warga terhadap kebijakan yang telah diambil. “Ya kita mendengarkan, melihat, dan pada saatnya kita kelola semua bentuk ekspresi itu dalam bentuk dialog nanti kita liat lah pada waktunya,” jelasnya. 

    Orang nomor satu di Kota Samarinda itu tetap optimis, pembangunan Pasar Pagi akan tuntas pada tahun ini. Meski masih memiliki problem dengan masyarakat, namun proses pembangunan tetap berjalan. AH mengatakan, progress dari revitalisasi pasar pagi sudah pada tahap pelelangan. 

    (Sf/Rs)