Seputar Kaltim

    Sunmori Ramai, Polisi Ingatkan Fotografer Soal Bahaya di Bahu Jalan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    18 Agustus 2026 pukul 11:59 WITA

    Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad. (Foto: Arsensia Serlyani/ seputarfakta.com)

    Samarinda – Aktivitas Sunday Morning Ride (Sunmori) yang rutin dilakukan pengguna sepeda motor di Samarinda mendapat perhatian Satlantas Polresta Samarinda, terutama terkait keselamatan pengendara dan fotografer yang mengambil dokumentasi di sepanjang jalur. 

    Polisi mengimbau pengendara tetap mengutamakan keselamatan dan meminta fotografer tidak mengambil posisi di bahu jalan karena berisiko membahayakan diri maupun mengganggu arus lalu lintas.

    Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad mengatakan, kegiatan dokumentasi dalam aktivitas sunmori pada dasarnya diperbolehkan. 

    Namun, fotografer harus memperhatikan lokasi saat mengambil gambar agar tidak mengganggu pengguna jalan.

    “Untuk fotografer, kami persilakan saja untuk mengambil foto dokumentasi. Namun, tidak mengganggu lalu lintas jalan, sampai nanti ketika mengambil membahayakan diri sendiri,” ujar La Ode, Kamis (13/8/2026).

    Menurut dia, sejumlah fotografer masih mengambil posisi di bahu jalan untuk mendapatkan sudut gambar tertentu. Posisi tersebut dinilai berbahaya karena fotografer berada sangat dekat dengan kendaraan yang melintas.

    La Ode menyarankan fotografer memilih lokasi yang lebih aman, seperti trotoar atau area yang tidak bersinggungan langsung dengan jalur kendaraan.

    “Kalau hanya mengambil foto di tempat yang lebih aman, di trotoar, balai-balai,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Satlantas juga mengingatkan para peserta sunmori agar tetap mematuhi aturan lalu lintas. Pengendara roda dua diminta tidak mengabaikan aspek keselamatan hanya demi mengikuti rombongan atau mendapatkan dokumentasi.

    Imbauan tersebut sejalan dengan perhatian Satlantas Polresta Samarinda terhadap keselamatan pengguna jalan. Sebelumnya, La Ode juga menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. 

    Dalam aktivitas sunmori, keberadaan fotografer memang menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan maupun komunitas. 

    Namun, pengambilan gambar tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan keselamatan atau mengganggu kelancaran arus kendaraan.

    Karena itu, polisi mendorong peserta maupun fotografer untuk sama-sama menjaga ketertiban. Pengendara fokus pada keselamatan berkendara, sedangkan fotografer memilih titik pengambilan gambar yang aman dan tidak berada di badan maupun bahu jalan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sunmori Ramai, Polisi Ingatkan Fotografer Soal Bahaya di Bahu Jalan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    18 Agustus 2026 pukul 11:59 WITA

    Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad. (Foto: Arsensia Serlyani/ seputarfakta.com)

    Samarinda – Aktivitas Sunday Morning Ride (Sunmori) yang rutin dilakukan pengguna sepeda motor di Samarinda mendapat perhatian Satlantas Polresta Samarinda, terutama terkait keselamatan pengendara dan fotografer yang mengambil dokumentasi di sepanjang jalur. 

    Polisi mengimbau pengendara tetap mengutamakan keselamatan dan meminta fotografer tidak mengambil posisi di bahu jalan karena berisiko membahayakan diri maupun mengganggu arus lalu lintas.

    Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad mengatakan, kegiatan dokumentasi dalam aktivitas sunmori pada dasarnya diperbolehkan. 

    Namun, fotografer harus memperhatikan lokasi saat mengambil gambar agar tidak mengganggu pengguna jalan.

    “Untuk fotografer, kami persilakan saja untuk mengambil foto dokumentasi. Namun, tidak mengganggu lalu lintas jalan, sampai nanti ketika mengambil membahayakan diri sendiri,” ujar La Ode, Kamis (13/8/2026).

    Menurut dia, sejumlah fotografer masih mengambil posisi di bahu jalan untuk mendapatkan sudut gambar tertentu. Posisi tersebut dinilai berbahaya karena fotografer berada sangat dekat dengan kendaraan yang melintas.

    La Ode menyarankan fotografer memilih lokasi yang lebih aman, seperti trotoar atau area yang tidak bersinggungan langsung dengan jalur kendaraan.

    “Kalau hanya mengambil foto di tempat yang lebih aman, di trotoar, balai-balai,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Satlantas juga mengingatkan para peserta sunmori agar tetap mematuhi aturan lalu lintas. Pengendara roda dua diminta tidak mengabaikan aspek keselamatan hanya demi mengikuti rombongan atau mendapatkan dokumentasi.

    Imbauan tersebut sejalan dengan perhatian Satlantas Polresta Samarinda terhadap keselamatan pengguna jalan. Sebelumnya, La Ode juga menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. 

    Dalam aktivitas sunmori, keberadaan fotografer memang menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan maupun komunitas. 

    Namun, pengambilan gambar tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan keselamatan atau mengganggu kelancaran arus kendaraan.

    Karena itu, polisi mendorong peserta maupun fotografer untuk sama-sama menjaga ketertiban. Pengendara fokus pada keselamatan berkendara, sedangkan fotografer memilih titik pengambilan gambar yang aman dan tidak berada di badan maupun bahu jalan.

    (Sf/Lo)