Sungai Mahakam Sedang Bangar, Apa Sebenarnya Arti Kata ‘Bangar’?

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    31 Januari 2026 09:48 WIB

    Sungai Mahakam (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kondisi air Sungai Mahakam yang sedang bangar mungkin bukan lagi fenomena asing bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya yang bermukim di kawasan pesisir.

    Tapi, tidak sedikit masyarakat yang mengetahui secara pasti apa arti kata ‘bangar’ itu sendiri.

    Menurut Kamus Buku Besar Indonesia (KBBI), kata ‘bangar’ menggambarkan kondisi air yang mengeluarkan bau busuk seperti bangkai hewan.

    Makna tersebut sangat menggambarkan kondisi air Sungai Mahakam saat ini yang mengalami perubahan warna menjadi keruh kecokelatan disertai aroma tidak sedap.

    Dalam kondisi ini, ikan maupun udang muncul ke permukaan akibat menurunnya kualitas air, khususnya kadar oksigen.

    Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kukar, Edy Haryadi mengatakan peristiwa ini telah menjadi fenomena yang rutin terjadi setiap tahunnya.

    Fenomena ini terjadi setelah wilayah hulu Sungai Mahakam dilanda hujan deras dan banjir besar.

    Kondisi itu menyebabkan kadar pH air sungai menurun dan kandungan oksigen berkurang, sehingga ikan maupun udang menjadi lemas dan muncul ke permukaan untuk mencari oksigen tambahan.

    “Ini merupakan fenomena tahunan yang sering terjadi ketika hujan deras dan banjir besar melanda wilayah hulu,” jelas Edy, Sabtu (31/1/2026).

    Fenomena air bangar pada umumnya hanya bersifat sementara dan akan berangsur membaik seiring berjalannya waktu.

    Namun masyarakat tetap diminta untuk tidak memanfaatkan air Sungai Mahakam sebagai air konsumsi karena berpotensi berdampak pada kesehatan tubuh.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Sungai Mahakam Sedang Bangar, Apa Sebenarnya Arti Kata ‘Bangar’?

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    31 Januari 2026 09:48 WIB

    Sungai Mahakam (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kondisi air Sungai Mahakam yang sedang bangar mungkin bukan lagi fenomena asing bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya yang bermukim di kawasan pesisir.

    Tapi, tidak sedikit masyarakat yang mengetahui secara pasti apa arti kata ‘bangar’ itu sendiri.

    Menurut Kamus Buku Besar Indonesia (KBBI), kata ‘bangar’ menggambarkan kondisi air yang mengeluarkan bau busuk seperti bangkai hewan.

    Makna tersebut sangat menggambarkan kondisi air Sungai Mahakam saat ini yang mengalami perubahan warna menjadi keruh kecokelatan disertai aroma tidak sedap.

    Dalam kondisi ini, ikan maupun udang muncul ke permukaan akibat menurunnya kualitas air, khususnya kadar oksigen.

    Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kukar, Edy Haryadi mengatakan peristiwa ini telah menjadi fenomena yang rutin terjadi setiap tahunnya.

    Fenomena ini terjadi setelah wilayah hulu Sungai Mahakam dilanda hujan deras dan banjir besar.

    Kondisi itu menyebabkan kadar pH air sungai menurun dan kandungan oksigen berkurang, sehingga ikan maupun udang menjadi lemas dan muncul ke permukaan untuk mencari oksigen tambahan.

    “Ini merupakan fenomena tahunan yang sering terjadi ketika hujan deras dan banjir besar melanda wilayah hulu,” jelas Edy, Sabtu (31/1/2026).

    Fenomena air bangar pada umumnya hanya bersifat sementara dan akan berangsur membaik seiring berjalannya waktu.

    Namun masyarakat tetap diminta untuk tidak memanfaatkan air Sungai Mahakam sebagai air konsumsi karena berpotensi berdampak pada kesehatan tubuh.

    (Sf/Rs)