Seputar Kaltim

    Sungai Belayan Surut, Warga Kembang Janggut Justru Panen Ikan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    23 Agustus 2026 pukul 22:16 WITA

    Salah satu warga saat berhasil menjaring ikan di Sungai Belayan (Dok: Basri)

    Tenggarong – Surutnya Sungai Belayan di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) akibat musim kemarau tidak selalu memberikan dampak buruk bagi warga setempat.

    Kondisi surutnya Sungai Belayan justru membawa berkah bagi masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk mencari ikan.

    Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengatakan menyusutnya debut air Sungai Belayan justru membuat hasil tangkapan ikan masyarakat meningkat. 

    Saat pagi hari, kata dia, semakin banyak warga yang memasang perangkap jaring untuk menangkap ikan. Menurutnya, hasil tangkapan ikan masyarakat saat musim kemarau mengalami peningkatan hingga 100 persen dibandingkan kondisi normal.

    “Kalau di kondisi biasanya, warga setempat paling dapat satu sampai dua kilogram. Tapi saat musim kemarau dan surutnya kondisi Sungai Belayan ini mungkin sekarang bisa sampai lima, delapan bahkan hingga 10 kilogram (Kg),” ujar Suhartono, Minggu (23/8/2026).

    Ia menyampaikan sebagian besar masyarakat Kembang Janggut bukan berprofesi sebagai nelayan. Tercatat, sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat setempat bermata pencaharian di sektor perkebunan kelapa sawit.

    Artinya, warga yang menangkap ikan saat kondisi Sungai Belayan surut merupakan nelayan musiman yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mencari ikan sekaligus menambah penghasilan.

    “Dulunya masyarakat di sini memang punya dasar sebagai nelayan. Dengan kondisi sungai yang surut seperti ini, masih ada nelayan-nelayan yang mencari ikan, tapi nelayan yang berada di sekitar saja dan bukan sebagai profesi harian,” terangnya.

    Meski hasil tangkapan ikan meningkat, Suhartono mengimbau masyarakat yang memanfaatkan kondisi sungai untuk mencari ikan agar tetap berhati-hati dan waspada selama beraktivitas, terutama terhadap potensi kemunculan buaya yang masih terdapat di wilayah Sungai Belayan. 

    Ia meminta masyarakat untuk tidak lengah dan selalu memperhatikan kondisi sekitar, khususnya ketika membawa anak-anak saat mencari ikan.

    “Untuk warga, kami minta selalu berhati-hati dan perhatikan anak-anak ataupun orang di sekitarnya karena keberadaan buaya memang ada di Sungai Belayan,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sungai Belayan Surut, Warga Kembang Janggut Justru Panen Ikan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    23 Agustus 2026 pukul 22:16 WITA

    Salah satu warga saat berhasil menjaring ikan di Sungai Belayan (Dok: Basri)

    Tenggarong – Surutnya Sungai Belayan di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) akibat musim kemarau tidak selalu memberikan dampak buruk bagi warga setempat.

    Kondisi surutnya Sungai Belayan justru membawa berkah bagi masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk mencari ikan.

    Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengatakan menyusutnya debut air Sungai Belayan justru membuat hasil tangkapan ikan masyarakat meningkat. 

    Saat pagi hari, kata dia, semakin banyak warga yang memasang perangkap jaring untuk menangkap ikan. Menurutnya, hasil tangkapan ikan masyarakat saat musim kemarau mengalami peningkatan hingga 100 persen dibandingkan kondisi normal.

    “Kalau di kondisi biasanya, warga setempat paling dapat satu sampai dua kilogram. Tapi saat musim kemarau dan surutnya kondisi Sungai Belayan ini mungkin sekarang bisa sampai lima, delapan bahkan hingga 10 kilogram (Kg),” ujar Suhartono, Minggu (23/8/2026).

    Ia menyampaikan sebagian besar masyarakat Kembang Janggut bukan berprofesi sebagai nelayan. Tercatat, sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat setempat bermata pencaharian di sektor perkebunan kelapa sawit.

    Artinya, warga yang menangkap ikan saat kondisi Sungai Belayan surut merupakan nelayan musiman yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mencari ikan sekaligus menambah penghasilan.

    “Dulunya masyarakat di sini memang punya dasar sebagai nelayan. Dengan kondisi sungai yang surut seperti ini, masih ada nelayan-nelayan yang mencari ikan, tapi nelayan yang berada di sekitar saja dan bukan sebagai profesi harian,” terangnya.

    Meski hasil tangkapan ikan meningkat, Suhartono mengimbau masyarakat yang memanfaatkan kondisi sungai untuk mencari ikan agar tetap berhati-hati dan waspada selama beraktivitas, terutama terhadap potensi kemunculan buaya yang masih terdapat di wilayah Sungai Belayan. 

    Ia meminta masyarakat untuk tidak lengah dan selalu memperhatikan kondisi sekitar, khususnya ketika membawa anak-anak saat mencari ikan.

    “Untuk warga, kami minta selalu berhati-hati dan perhatikan anak-anak ataupun orang di sekitarnya karena keberadaan buaya memang ada di Sungai Belayan,” tandasnya.

    (Sf/Lo)