Seputar Kaltim

    Sumber Air Terbatas Jadi Kendala Utama Pemadaman Karhutla di Paser Belengkong

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    17 September 2026 pukul 10:08 WITA

    Penanganan Karhutla di Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)

    Tana Paser - Ketersediaan pasokan air dan akses jalan yang sulit menjadi kendala utama bagi tim gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser.

    Kapolsek Paser Belengkong, Iptu Widodo menyebut keterbatasan sumber air mengakibatkan waktu pemadaman yang dilakukan tim gabungan kurang efektif.

    "Sumber air diambil dari Sungai Kandilo yang berada di Desa Pasir Belengkong," kata Widodo, Kamis (16/9/2026).

    Kondisi tersebut mengakibatkan penanganan karhutla pada sejumlah wilayah yang memiliki jarak tempuh cukup jauh dari sumber air memakan waktu yang lebih lama.

    Pada wilayah tertentu, yang dekat dengan fasilitas pemukiman petugas masih bisa memanfaatkan pasokan air dari PDAM. Namun, hambatan terjadi saat kebakaran melanda kawasan yang jauh dari fasilitas pemukiman, seperti di Desa Suliliran dan Desa Suliliran Baru.

    "Iya, biasanya kalau karhutla terjadi di wilayah yang cukup jauh dari sumber air BPBD Kabupaten bersama tim gabungan ikut membantu memadamkan," tambahnya.

    Proses pengambilan air yang memakan waktu  lebih lama itu berdampak langsung pada kecepatan penanganan di titik api. Akibat keterlambatan pasokan air tersebut, luasan kebakaran di kawasan Desa Suliliran sering kali meluas.

    Selain masalah pasokan air, sulitnya akses jalan menuju titik kebakaran juga menjadi tantangan bagi armada dan petugas di lapangan.

    Di Posko Karhutla Kecamatan Paser Belengkong, sinergi terus dilakukan melibatkan unsur BPBD kecamatan, TNI, Polri, serta dukungan jaringan komunikasi dari ORARI untuk mempercepat koordinasi kebutuhan logistik air di lapangan.

    Upaya percepatan pemadaman terus dioptimalkan karena wilayah Paser Belengkong merupakan penyumbang asap terdekat ke ibu kota Kabupaten Paser, yaitu Tanah Grogot. 

    "Karena kita dekat dengan kabupaten, makanya kita harus intensif terkait dengan sosialisasi hingga penanganan. Kalau daerah Belengkong sudah terbakar, otomatisn asap akan mengarah ke Tanah Grogot," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sumber Air Terbatas Jadi Kendala Utama Pemadaman Karhutla di Paser Belengkong

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    17 September 2026 pukul 10:08 WITA

    Penanganan Karhutla di Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)

    Tana Paser - Ketersediaan pasokan air dan akses jalan yang sulit menjadi kendala utama bagi tim gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser.

    Kapolsek Paser Belengkong, Iptu Widodo menyebut keterbatasan sumber air mengakibatkan waktu pemadaman yang dilakukan tim gabungan kurang efektif.

    "Sumber air diambil dari Sungai Kandilo yang berada di Desa Pasir Belengkong," kata Widodo, Kamis (16/9/2026).

    Kondisi tersebut mengakibatkan penanganan karhutla pada sejumlah wilayah yang memiliki jarak tempuh cukup jauh dari sumber air memakan waktu yang lebih lama.

    Pada wilayah tertentu, yang dekat dengan fasilitas pemukiman petugas masih bisa memanfaatkan pasokan air dari PDAM. Namun, hambatan terjadi saat kebakaran melanda kawasan yang jauh dari fasilitas pemukiman, seperti di Desa Suliliran dan Desa Suliliran Baru.

    "Iya, biasanya kalau karhutla terjadi di wilayah yang cukup jauh dari sumber air BPBD Kabupaten bersama tim gabungan ikut membantu memadamkan," tambahnya.

    Proses pengambilan air yang memakan waktu  lebih lama itu berdampak langsung pada kecepatan penanganan di titik api. Akibat keterlambatan pasokan air tersebut, luasan kebakaran di kawasan Desa Suliliran sering kali meluas.

    Selain masalah pasokan air, sulitnya akses jalan menuju titik kebakaran juga menjadi tantangan bagi armada dan petugas di lapangan.

    Di Posko Karhutla Kecamatan Paser Belengkong, sinergi terus dilakukan melibatkan unsur BPBD kecamatan, TNI, Polri, serta dukungan jaringan komunikasi dari ORARI untuk mempercepat koordinasi kebutuhan logistik air di lapangan.

    Upaya percepatan pemadaman terus dioptimalkan karena wilayah Paser Belengkong merupakan penyumbang asap terdekat ke ibu kota Kabupaten Paser, yaitu Tanah Grogot. 

    "Karena kita dekat dengan kabupaten, makanya kita harus intensif terkait dengan sosialisasi hingga penanganan. Kalau daerah Belengkong sudah terbakar, otomatisn asap akan mengarah ke Tanah Grogot," tutupnya.

    (Sf/Rs)