Seputar Kaltim

    Sumbang Buku Sebelum Menikah, Inovasi Kelurahan Petung di PPU Perkuat Literasi Warga

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    28 Juni 2026 pukul 13:48 WITA

    Lurah Petung, Achmad Fitriady. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kelurahan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengubah pola sumbangsih calon pengantin menjadi gerakan literasi. 

    Lewat program Bangku Catin (Sumbang Buku Calon Pengantin), pasangan yang akan menikah diajak menyumbangkan buku untuk menambah koleksi bacaan masyarakat.

    Lurah Petung, Achmad Fitriady atau yang akrab disapa Ady, mengatakan program tersebut lahir dari pengembangan program sebelumnya yang pernah dijalankan Kementerian Agama (Kemenag) melalui KUA berupa sumbangan bibit pohon dari calon pengantin.

    Menurut dia, Kelurahan Petung memilih pendekatan berbeda dengan menjadikan buku sebagai bentuk kontribusi sosial yang bisa dimanfaatkan lebih luas.

    "Kalau sebelumnya ada sumbangan bibit pohon, kami melihat ada potensi lain. Pemerintah hadir bukan hanya melayani tapi juga memberdayakan. Dari situ muncul gagasan sumbang buku untuk menggerakkan literasi masyarakat," kata Ady.

    Program yang berjalan sejak 2024 itu tidak bersifat wajib. Namun calon pengantin diajak ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan buku yang masih layak baca, terutama buku anak.

    Buku yang terkumpul ditempatkan di rak baca dan perpustakaan kelurahan agar dapat diakses masyarakat saat mengurus administrasi maupun beraktivitas di lingkungan kantor kelurahan.

    Ady mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut perlahan mengubah kebiasaan warga, terutama anak-anak.

    Menurut dia, sebelumnya anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain di sekitar halaman kelurahan yang juga dilengkapi taman bermain. Kini saat menunggu atau beristirahat dari aktivitas seperti latihan taekwondo dan bulu tangkis, sebagian mulai memanfaatkan waktu untuk membaca.

    "Setidaknya ada peralihan dari gawai ke buku meski sebentar. Itu yang ingin kami bangun," ujarnya.

    Hingga kini, program Bangku Catin telah menghimpun sekitar 300 eksemplar buku. Sebagian masyarakat juga tercatat menjadi anggota tetap Perpustakaan Putri Petung.

    Kelurahan Petung juga mendapat pendampingan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten PPU untuk pengembangan program tersebut.

    Ady mengatakan semangat utama dari Bangku Catin bukan mengejar penghargaan, melainkan menghadirkan perubahan kecil yang dapat terus berjalan di tengah masyarakat.

    "Yang penting program ini tetap hidup dan memberi dampak berkelanjutan untuk warga Petung," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sumbang Buku Sebelum Menikah, Inovasi Kelurahan Petung di PPU Perkuat Literasi Warga

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    28 Juni 2026 pukul 13:48 WITA

    Lurah Petung, Achmad Fitriady. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kelurahan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengubah pola sumbangsih calon pengantin menjadi gerakan literasi. 

    Lewat program Bangku Catin (Sumbang Buku Calon Pengantin), pasangan yang akan menikah diajak menyumbangkan buku untuk menambah koleksi bacaan masyarakat.

    Lurah Petung, Achmad Fitriady atau yang akrab disapa Ady, mengatakan program tersebut lahir dari pengembangan program sebelumnya yang pernah dijalankan Kementerian Agama (Kemenag) melalui KUA berupa sumbangan bibit pohon dari calon pengantin.

    Menurut dia, Kelurahan Petung memilih pendekatan berbeda dengan menjadikan buku sebagai bentuk kontribusi sosial yang bisa dimanfaatkan lebih luas.

    "Kalau sebelumnya ada sumbangan bibit pohon, kami melihat ada potensi lain. Pemerintah hadir bukan hanya melayani tapi juga memberdayakan. Dari situ muncul gagasan sumbang buku untuk menggerakkan literasi masyarakat," kata Ady.

    Program yang berjalan sejak 2024 itu tidak bersifat wajib. Namun calon pengantin diajak ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan buku yang masih layak baca, terutama buku anak.

    Buku yang terkumpul ditempatkan di rak baca dan perpustakaan kelurahan agar dapat diakses masyarakat saat mengurus administrasi maupun beraktivitas di lingkungan kantor kelurahan.

    Ady mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut perlahan mengubah kebiasaan warga, terutama anak-anak.

    Menurut dia, sebelumnya anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain di sekitar halaman kelurahan yang juga dilengkapi taman bermain. Kini saat menunggu atau beristirahat dari aktivitas seperti latihan taekwondo dan bulu tangkis, sebagian mulai memanfaatkan waktu untuk membaca.

    "Setidaknya ada peralihan dari gawai ke buku meski sebentar. Itu yang ingin kami bangun," ujarnya.

    Hingga kini, program Bangku Catin telah menghimpun sekitar 300 eksemplar buku. Sebagian masyarakat juga tercatat menjadi anggota tetap Perpustakaan Putri Petung.

    Kelurahan Petung juga mendapat pendampingan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten PPU untuk pengembangan program tersebut.

    Ady mengatakan semangat utama dari Bangku Catin bukan mengejar penghargaan, melainkan menghadirkan perubahan kecil yang dapat terus berjalan di tengah masyarakat.

    "Yang penting program ini tetap hidup dan memberi dampak berkelanjutan untuk warga Petung," tutupnya.

    (Sf/Lo)