Seputar Kaltim

    Sulit Cari Lokasi Strategis untuk Bangun TPS, DLH Samarinda Minta Bantuan Camat dan Lurah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    30 Januari 2024 pukul 18:58 WITA

    TPS di Jalan W.R Soepratman, Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) DLH Samarinda Boy Leonardo Sianipar akui kesulitan dalam mencari lahan pembuatan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan daya tampung besar di Kota Samarinda. Pembangunan itu dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sampah yang beredar di masyarakat. 

    Ia mengakui, memang bukan hal mudah mencari lahan di Kota Tepian ini. Pihaknya juga berupaya dengan berkoordinasi langsung dengan Camat dan Lurah soal ketersediaan lokasi yang strategis. Strategis dalam arti mudah dijangkau dan tidak membuat masyarakat merasa terganggu. Karena berdasar pengalamannya, Boy menyebut masyarakat Samarinda ini cukup unik. 

    "Masyarakat kita ketika ada TPS di sekitarnya dia ga mau, tapi ada sampah yang ga terangkut dia ga mau juga. Ga mau kotor tapi ga mau juga memberikan ruang untuk pengelolaan sampah di wilayahnya. Mereka ga mau jauh dari TPS tapi ga mw juga buang sampah itu terlalu jauh. Kan bingung kami," jelasnya.

    Sebetulnya pembangunan itu sudah berjalan dari tahun 2023 lalu, hanya saja memang belum maksimal. Boy mengatakan kendala besar yang dihadapinya ialah soal ketersediaan lahan. 
    "Masih ada beberapa TPS yang ada di lahan milik masyarakat. Sehingga secara regulasi tidak dimungkinkan untuk mengalir anggaran pemerintah ke situ," paparnya. 

    Dari penuturannya, pencarian lahan masih jadi fokus utama DLH dalam pembangunan TPS yang layak dan representatif, bisa menampung sampah dengan jumlah banyak. 

    Boy mengatakan, dengan banyaknya aduan dari masyarakat pihaknya juga tak ingin bangun TPS yang membuat masyarakat jadi gerah atau merasa kurang nyaman dengan adanya TPS. "Kaya di daerah Sungai Kunjang di samping kantor PUPR itu kan ada TPS juga, selalu dianggap menjadi biang kemacetan, tapi ketika ditanya soal tempat yang sekiranya bisa dibangun TPS, belum ada jawaban pasti" tuturnya.

    Dengan demikian, Boy mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat merealisasikan program pembangunan TPS ini, terutama soal lahan. "Tolong disupport dengan memberikan lahan yang sesuai, biar kami juga bisa bekerja dengan baik tanpa masyarakat mengalami keluhan-keluhan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sulit Cari Lokasi Strategis untuk Bangun TPS, DLH Samarinda Minta Bantuan Camat dan Lurah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    30 Januari 2024 pukul 18:58 WITA

    TPS di Jalan W.R Soepratman, Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) DLH Samarinda Boy Leonardo Sianipar akui kesulitan dalam mencari lahan pembuatan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dengan daya tampung besar di Kota Samarinda. Pembangunan itu dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sampah yang beredar di masyarakat. 

    Ia mengakui, memang bukan hal mudah mencari lahan di Kota Tepian ini. Pihaknya juga berupaya dengan berkoordinasi langsung dengan Camat dan Lurah soal ketersediaan lokasi yang strategis. Strategis dalam arti mudah dijangkau dan tidak membuat masyarakat merasa terganggu. Karena berdasar pengalamannya, Boy menyebut masyarakat Samarinda ini cukup unik. 

    "Masyarakat kita ketika ada TPS di sekitarnya dia ga mau, tapi ada sampah yang ga terangkut dia ga mau juga. Ga mau kotor tapi ga mau juga memberikan ruang untuk pengelolaan sampah di wilayahnya. Mereka ga mau jauh dari TPS tapi ga mw juga buang sampah itu terlalu jauh. Kan bingung kami," jelasnya.

    Sebetulnya pembangunan itu sudah berjalan dari tahun 2023 lalu, hanya saja memang belum maksimal. Boy mengatakan kendala besar yang dihadapinya ialah soal ketersediaan lahan. 
    "Masih ada beberapa TPS yang ada di lahan milik masyarakat. Sehingga secara regulasi tidak dimungkinkan untuk mengalir anggaran pemerintah ke situ," paparnya. 

    Dari penuturannya, pencarian lahan masih jadi fokus utama DLH dalam pembangunan TPS yang layak dan representatif, bisa menampung sampah dengan jumlah banyak. 

    Boy mengatakan, dengan banyaknya aduan dari masyarakat pihaknya juga tak ingin bangun TPS yang membuat masyarakat jadi gerah atau merasa kurang nyaman dengan adanya TPS. "Kaya di daerah Sungai Kunjang di samping kantor PUPR itu kan ada TPS juga, selalu dianggap menjadi biang kemacetan, tapi ketika ditanya soal tempat yang sekiranya bisa dibangun TPS, belum ada jawaban pasti" tuturnya.

    Dengan demikian, Boy mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat merealisasikan program pembangunan TPS ini, terutama soal lahan. "Tolong disupport dengan memberikan lahan yang sesuai, biar kami juga bisa bekerja dengan baik tanpa masyarakat mengalami keluhan-keluhan," tutupnya.

    (Sf/Rs)