Sudah Sebulan Diresmikan, Teras Samarinda Dinilai Belum Ramah Disabilitas

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    08 Oktober 2024 01:42 WIB

    Trotoar yang tidak mulus dari kawasan parkir hingga Teras Samarinda juga cukup menyulitkan disabilitas. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Destinasi wisata baru yang belakangan banyak dipadati masyarakat, yaitu Teras Samarinda, hampir sebulan sejak diresmikan pada 9 September 2024 lalu, hingga kini aksesnya masuk masih belum ramah bagi penyandang disabilitas. Sebab, masih terdapat pagar pembatas yang menyulitkan akses masuk bagi mereka.

    Di bagian dalam kawasan Teras Samarinda memang sudah tersedia jalur pemandu berwarna kuning serta jalur khusus pengguna kursi roda. Namun, pagar pembatas tersebut tetap menjadi hambatan bagi penyandang disabilitas saat memasuki area wisata tersebut.

    Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur, Anni Juwariyah, menyampaikan bahwa diperlukan pemahaman yang lebih dalam tentang kebutuhan disabilitas dalam pembangunan fasilitas publik. 

    Menurutnya, kepekaan terhadap kebutuhan penyandang disabilitas sangat penting dalam merancang bangunan. Ia juga mengakui bahwa pembangunan di Samarinda secara keseluruhan masih belum sepenuhnya ramah disabilitas.

    "Kadang, fasilitas sudah disediakan, tapi tidak bisa berfungsi dengan baik. Contohnya, toilet di salah satu mal yang diperuntukkan bagi pengguna kursi roda, tapi tidak ada pegangan yang memadai," ungkap Anni saat diwawancara di Hotel Midtown Samarinda, Senin (7/10/2024). 

    Anni menekankan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam perencanaan pembangunan agar hasilnya tidak sia-sia.

    "Supaya teman-teman disabilitas bisa menikmati infrastruktur yang disediakan dan dibangun oleh pemerintah. Tapi sering kali, karena kurangnya pemahaman, hasilnya seperti itu," ujar Anni. 

    Ia juga menyoroti jarak antara lokasi parkir dengan Teras Samarinda yang cukup jauh, serta kondisi trotoar yang belum diperbaiki, menambah alasan mengapa Teras Samarinda belum sepenuhnya ramah disabilitas. Anni berharap ke depannya fasilitas di Teras Samarinda bisa ditambah dan diperbaiki agar memudahkan akses bagi penyandang disabilitas, sehingga destinasi wisata yang dibangun dengan dana puluhan miliar itu bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Anni juga mengusulkan pemasangan pelican cross untuk memudahkan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam menyeberang jalan.

    "Sebelumnya, kami pernah dipanggil untuk menilai sejumlah fasilitas pemerintah bagi disabilitas, tetapi hanya setelah infrastruktur hampir selesai dibangun. Seharusnya, lebih baik disesuaikan sejak awal, agar tidak perlu dilakukan perbaikan di kemudian hari," tutupnya. 

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Sudah Sebulan Diresmikan, Teras Samarinda Dinilai Belum Ramah Disabilitas

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    08 Oktober 2024 01:42 WIB

    Trotoar yang tidak mulus dari kawasan parkir hingga Teras Samarinda juga cukup menyulitkan disabilitas. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Destinasi wisata baru yang belakangan banyak dipadati masyarakat, yaitu Teras Samarinda, hampir sebulan sejak diresmikan pada 9 September 2024 lalu, hingga kini aksesnya masuk masih belum ramah bagi penyandang disabilitas. Sebab, masih terdapat pagar pembatas yang menyulitkan akses masuk bagi mereka.

    Di bagian dalam kawasan Teras Samarinda memang sudah tersedia jalur pemandu berwarna kuning serta jalur khusus pengguna kursi roda. Namun, pagar pembatas tersebut tetap menjadi hambatan bagi penyandang disabilitas saat memasuki area wisata tersebut.

    Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur, Anni Juwariyah, menyampaikan bahwa diperlukan pemahaman yang lebih dalam tentang kebutuhan disabilitas dalam pembangunan fasilitas publik. 

    Menurutnya, kepekaan terhadap kebutuhan penyandang disabilitas sangat penting dalam merancang bangunan. Ia juga mengakui bahwa pembangunan di Samarinda secara keseluruhan masih belum sepenuhnya ramah disabilitas.

    "Kadang, fasilitas sudah disediakan, tapi tidak bisa berfungsi dengan baik. Contohnya, toilet di salah satu mal yang diperuntukkan bagi pengguna kursi roda, tapi tidak ada pegangan yang memadai," ungkap Anni saat diwawancara di Hotel Midtown Samarinda, Senin (7/10/2024). 

    Anni menekankan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam perencanaan pembangunan agar hasilnya tidak sia-sia.

    "Supaya teman-teman disabilitas bisa menikmati infrastruktur yang disediakan dan dibangun oleh pemerintah. Tapi sering kali, karena kurangnya pemahaman, hasilnya seperti itu," ujar Anni. 

    Ia juga menyoroti jarak antara lokasi parkir dengan Teras Samarinda yang cukup jauh, serta kondisi trotoar yang belum diperbaiki, menambah alasan mengapa Teras Samarinda belum sepenuhnya ramah disabilitas. Anni berharap ke depannya fasilitas di Teras Samarinda bisa ditambah dan diperbaiki agar memudahkan akses bagi penyandang disabilitas, sehingga destinasi wisata yang dibangun dengan dana puluhan miliar itu bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Anni juga mengusulkan pemasangan pelican cross untuk memudahkan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam menyeberang jalan.

    "Sebelumnya, kami pernah dipanggil untuk menilai sejumlah fasilitas pemerintah bagi disabilitas, tetapi hanya setelah infrastruktur hampir selesai dibangun. Seharusnya, lebih baik disesuaikan sejak awal, agar tidak perlu dilakukan perbaikan di kemudian hari," tutupnya. 

    (Sf/Rs)