Seputar Kaltim

    Sudah Rampung, RTH di PPU Masih Tertutup untuk Publik

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    05 Mei 2026 pukul 15:38 WITA

    RTH depan Stadion Panglima Sentik PPU (PPU) disiapkan jadi pusat aktivitas masyarakat (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Stadion Panglima Sentik, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini belum difungsikan meski pengerjaan fisiknya telah rampung. 

    Pemerintah daerah menyebut, masih ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan sebelum kawasan tersebut dibuka untuk publik.

    RTH yang dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektare itu masih dalam tahap pemeliharaan. Di saat bersamaan, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pemanfaatan kawasan, terutama untuk area food street UMKM.

    Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad mengungkap hingga kini tarif sewa untuk bangunan UMKM masih dalam proses penilaian.

    "Masih pemeliharaan. Kami juga menunggu tim penilaian dari Badan Keuangan. Harga sewa bangunan untuk UMKM belum keluar, masih dianalisis," ujarnya, Senin (5/5/2026).

    Di kawasan itu, terdapat 15 bangunan yang direncanakan menjadi pusat aktivitas pelaku UMKM. Penetapan tarif sewa menjadi salah satu faktor yang menentukan kapan area tersebut bisa mulai dimanfaatkan.

    "Kita harus tetapkan di awal. Jangan sampai orang sudah masuk baru kita tetapkan, nanti nggak fair," katanya. 

    Diketahui, proyek yang dikerjakan pada 2025 tersebut menelan anggaran sekitar Rp24 miliar. Pembangunan RTH digagas sebagai alternatif ruang publik baru, melengkapi keberadaan Taman Alun-alun di depan Kantor Bupati PPU yang selama ini lebih dulu dikenal masyarakat.

    Sejumlah fasilitas yang dibangun meliputi, area panggung kegiatan (venue), gedung ekonomi kreatif, toilet umum, area tenant UMKM dengan paving blok, kios permanen, hingga lintasan jogging.

    Pemerintah pun berencana mendorong aktivitas di kawasan tersebut melalui berbagai kegiatan, agar masyarakat mulai beralih dan mengenal RTH baru itu sebagai ruang interaksi.

    "Kita coba kenalkan ke masyarakat, karena selama ini yang familiar kan alun-alun. Ke depan, sewaktu-waktu kita adakan event di depan stadion," sambung Khairil.

    Ia menilai, keberadaan RTH ini juga menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas di alun-alun, utamanya terkait daya tampung kendaraan pengunjung.

    "Di alun-alun itu kendalanya parkir. Tidak ada lahan yang bisa menampung semua pengunjung. Kalau di RTH depan stadion, daya tampung kendaraan sudah siap," kata dia.

    Lebih jauh, pengembangan RTH diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik sebagai ruang rekreasi keluarga maupun penggerak ekonomi lokal.

    "Fungsinya untuk masyarakat, tempat wisata keluarga terjangkau, pusat interaksi sosial, sekaligus pemberdayaan ekonomi UMKM," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sudah Rampung, RTH di PPU Masih Tertutup untuk Publik

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    05 Mei 2026 pukul 15:38 WITA

    RTH depan Stadion Panglima Sentik PPU (PPU) disiapkan jadi pusat aktivitas masyarakat (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Stadion Panglima Sentik, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini belum difungsikan meski pengerjaan fisiknya telah rampung. 

    Pemerintah daerah menyebut, masih ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan sebelum kawasan tersebut dibuka untuk publik.

    RTH yang dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektare itu masih dalam tahap pemeliharaan. Di saat bersamaan, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pemanfaatan kawasan, terutama untuk area food street UMKM.

    Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad mengungkap hingga kini tarif sewa untuk bangunan UMKM masih dalam proses penilaian.

    "Masih pemeliharaan. Kami juga menunggu tim penilaian dari Badan Keuangan. Harga sewa bangunan untuk UMKM belum keluar, masih dianalisis," ujarnya, Senin (5/5/2026).

    Di kawasan itu, terdapat 15 bangunan yang direncanakan menjadi pusat aktivitas pelaku UMKM. Penetapan tarif sewa menjadi salah satu faktor yang menentukan kapan area tersebut bisa mulai dimanfaatkan.

    "Kita harus tetapkan di awal. Jangan sampai orang sudah masuk baru kita tetapkan, nanti nggak fair," katanya. 

    Diketahui, proyek yang dikerjakan pada 2025 tersebut menelan anggaran sekitar Rp24 miliar. Pembangunan RTH digagas sebagai alternatif ruang publik baru, melengkapi keberadaan Taman Alun-alun di depan Kantor Bupati PPU yang selama ini lebih dulu dikenal masyarakat.

    Sejumlah fasilitas yang dibangun meliputi, area panggung kegiatan (venue), gedung ekonomi kreatif, toilet umum, area tenant UMKM dengan paving blok, kios permanen, hingga lintasan jogging.

    Pemerintah pun berencana mendorong aktivitas di kawasan tersebut melalui berbagai kegiatan, agar masyarakat mulai beralih dan mengenal RTH baru itu sebagai ruang interaksi.

    "Kita coba kenalkan ke masyarakat, karena selama ini yang familiar kan alun-alun. Ke depan, sewaktu-waktu kita adakan event di depan stadion," sambung Khairil.

    Ia menilai, keberadaan RTH ini juga menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas di alun-alun, utamanya terkait daya tampung kendaraan pengunjung.

    "Di alun-alun itu kendalanya parkir. Tidak ada lahan yang bisa menampung semua pengunjung. Kalau di RTH depan stadion, daya tampung kendaraan sudah siap," kata dia.

    Lebih jauh, pengembangan RTH diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik sebagai ruang rekreasi keluarga maupun penggerak ekonomi lokal.

    "Fungsinya untuk masyarakat, tempat wisata keluarga terjangkau, pusat interaksi sosial, sekaligus pemberdayaan ekonomi UMKM," tandasnya.

    (Sf/Lo)