Seputar Kaltim

    Sudah Dipasang Pelican Crossing, Fahruddin Minta Masyarakat Tertib Lalu Lintas 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2024 pukul 19:33 WITA

    Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Fahruddin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kehadiran pelican crossing di depan Teras Samarinda dinilai sebagai langkah penting untuk menciptakan ketertiban lalu lintas dan keamanan bagi pejalan kaki. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Fahruddin, menyatakan bahwa fasilitas ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang sering melintasi kawasan padat kendaraan, terutama di Kelurahan Jawa.  

    Selama ini, kata Fahruddin, masyarakat di sekitar Teras Samarinda lebih sering berjalan kaki untuk beraktivitas. Namun, menyebrang jalan di kawasan itu sangat riskan karena kendaraan yang melintas cenderung melaju cepat. 

    "Dengan adanya pelican crossing, kita ingin mendukung keselamatan pejalan kaki," ujar Fahruddin, Rabu (18/12/2024).  

    Selain meningkatkan keselamatan, pelican crossing diharapkan dapat membiasakan pengguna jalan untuk lebih disiplin. Fahruddin menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memahami dan mematuhi aturan penggunaan pelican crossing.  

    "Fasilitas ini akan membuat pengguna jalan mengurangi kecepatan saat lampu penyebrangan menyala. Namun, untuk memastikan tidak disalahgunakan, terutama oleh anak-anak, perlu ada pengamanan dari petugas seperti Satpol PP," jelasnya.  

    Fahruddin juga mendorong agar fasilitas pelican crossing diperbanyak di titik-titik strategis lainnya di Samarinda, seperti di Jalan Agus Salim dan jalur padat lainnya yang sering digunakan untuk menyebrang.  

    Terkait kekhawatiran tentang potensi meningkatnya parkir liar di sekitar Teras Samarinda, Politisi Partai Golkar ini meminta masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan parkir resmi yang telah disediakan. Ia menyoroti kecenderungan masyarakat memilih parkir liar karena alasan praktis, meskipun hal ini dapat merugikan dalam jangka panjang.  

    "Mereka parkir di tempat liar karena merasa lebih dekat, tapi pada akhirnya mengeluh ketika tarif parkir mahal atau merasa dipalak. Padahal, parkir resmi yang sudah disediakan lebih aman dan terjamin," ungkapnya.  

    Fahruddin juga mengingatkan bahwa perilaku masyarakat yang tidak mendukung aturan akan memperlambat upaya menuju kota yang berperadaban. Oleh karena itu, ia mendukung Dishub untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi terkait penggunaan pelican crossing serta mengatasi masalah parkir liar di Samarinda.  

    "Dengan adanya pelican crossing, kita tidak hanya mengutamakan keselamatan, tapi juga ingin menciptakan budaya tertib lalu lintas di Samarinda," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sudah Dipasang Pelican Crossing, Fahruddin Minta Masyarakat Tertib Lalu Lintas 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2024 pukul 19:33 WITA

    Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Fahruddin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kehadiran pelican crossing di depan Teras Samarinda dinilai sebagai langkah penting untuk menciptakan ketertiban lalu lintas dan keamanan bagi pejalan kaki. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Fahruddin, menyatakan bahwa fasilitas ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang sering melintasi kawasan padat kendaraan, terutama di Kelurahan Jawa.  

    Selama ini, kata Fahruddin, masyarakat di sekitar Teras Samarinda lebih sering berjalan kaki untuk beraktivitas. Namun, menyebrang jalan di kawasan itu sangat riskan karena kendaraan yang melintas cenderung melaju cepat. 

    "Dengan adanya pelican crossing, kita ingin mendukung keselamatan pejalan kaki," ujar Fahruddin, Rabu (18/12/2024).  

    Selain meningkatkan keselamatan, pelican crossing diharapkan dapat membiasakan pengguna jalan untuk lebih disiplin. Fahruddin menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memahami dan mematuhi aturan penggunaan pelican crossing.  

    "Fasilitas ini akan membuat pengguna jalan mengurangi kecepatan saat lampu penyebrangan menyala. Namun, untuk memastikan tidak disalahgunakan, terutama oleh anak-anak, perlu ada pengamanan dari petugas seperti Satpol PP," jelasnya.  

    Fahruddin juga mendorong agar fasilitas pelican crossing diperbanyak di titik-titik strategis lainnya di Samarinda, seperti di Jalan Agus Salim dan jalur padat lainnya yang sering digunakan untuk menyebrang.  

    Terkait kekhawatiran tentang potensi meningkatnya parkir liar di sekitar Teras Samarinda, Politisi Partai Golkar ini meminta masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan parkir resmi yang telah disediakan. Ia menyoroti kecenderungan masyarakat memilih parkir liar karena alasan praktis, meskipun hal ini dapat merugikan dalam jangka panjang.  

    "Mereka parkir di tempat liar karena merasa lebih dekat, tapi pada akhirnya mengeluh ketika tarif parkir mahal atau merasa dipalak. Padahal, parkir resmi yang sudah disediakan lebih aman dan terjamin," ungkapnya.  

    Fahruddin juga mengingatkan bahwa perilaku masyarakat yang tidak mendukung aturan akan memperlambat upaya menuju kota yang berperadaban. Oleh karena itu, ia mendukung Dishub untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi terkait penggunaan pelican crossing serta mengatasi masalah parkir liar di Samarinda.  

    "Dengan adanya pelican crossing, kita tidak hanya mengutamakan keselamatan, tapi juga ingin menciptakan budaya tertib lalu lintas di Samarinda," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)