Cari disini...
Seputar Kaltim
Andi Harun dan Saefuddin Zuhri saat pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/2025). (Foto: Prokompim Samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dan wakilnya Saefuddin Zuhri telah dilantik langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Sebagai petahana, selepas dilantik ia menegaskan bakal melanjutkan program-program yang telah dilakukan sebelumnya. Yang pasti, program itu akan dijalankan harus berorientasi pada kepentingan rakyat.
"Bapak Presiden tadi menyampaikan berulang kali bahwa kita semua dipilih rakyat dan diberi amanat oleh rakyat. Kita harus memperjuangkan aspirasi rakyat serta membangun dengan kepentingan yang pro-rakyat," ujar Andi Harun.
Dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan, ia telah menetapkan tiga program prioritas utama, yaitu pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur berkualitas serta tata kota, dan penguatan sektor ekonomi. Program-program ini, kata dia, akan diterapkan secara teknis di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan mengedepankan kebutuhan masyarakat.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ketiga program tersebut sudah cukup menjawab segala permasalahan yang ada di masyarakat.
Menurut Andi Harun, efisiensi menjadi kunci dalam pelaksanaan program prioritas. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar relevan dengan kebutuhan daerah.
"Kita ingin program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan realitas di daerah," ungkapnya.
Lebih jauh ia menyebutkan, program itu di antaranya yakni penanganan banjir, penataan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik, kesehatan, dan ekonomi.
"Selain itu, stabilitas ekonomi juga harus dijaga, termasuk mengendalikan inflasi agar harga bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.
Ia pun memamerkan program yang telah dijalankan sebelumnya, Probebaya. Menurutnya lewat Probebaya ini, sejumlah program pemberdayaan juga telah berjalan melalui yang mengalokasikan dana Rp100 juta per RT. Sekitar 40 persen dari dana ini digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lewat program itu, ia ingin melatih masyarakat agar memiliki keterampilan dan usaha mandiri. Setelah itu, mereka difasilitasi untuk praktik, seperti budidaya perikanan darat, peternakan berbasis RT, hidroponik, pembuatan kue, warung, hingga keterampilan menjahit.
Di bidang infrastruktur, konsep swakelola juga terus diterapkan agar masyarakat turut berperan dalam pembangunan daerah. Program ini telah berjalan selama tiga tahun dan terbukti efektif.
"Dalam praktiknya, masyarakat ternyata mampu melaksanakan pembangunan dengan kualitas yang tidak kalah dengan proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah sebelumnya," tambahnya.
Andi Harun menegaskan bahwa semua program yang dijalankan nantinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Hal senada juga disampaikan oleh Saefuddin Zuhri yang menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat.
"Kita dipilih oleh masyarakat, tentunya kita harus mengabdi dengan lebih baik lagi," singkat Saefuddin.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Andi Harun dan Saefuddin Zuhri saat pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/2025). (Foto: Prokompim Samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dan wakilnya Saefuddin Zuhri telah dilantik langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Sebagai petahana, selepas dilantik ia menegaskan bakal melanjutkan program-program yang telah dilakukan sebelumnya. Yang pasti, program itu akan dijalankan harus berorientasi pada kepentingan rakyat.
"Bapak Presiden tadi menyampaikan berulang kali bahwa kita semua dipilih rakyat dan diberi amanat oleh rakyat. Kita harus memperjuangkan aspirasi rakyat serta membangun dengan kepentingan yang pro-rakyat," ujar Andi Harun.
Dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan, ia telah menetapkan tiga program prioritas utama, yaitu pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur berkualitas serta tata kota, dan penguatan sektor ekonomi. Program-program ini, kata dia, akan diterapkan secara teknis di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan mengedepankan kebutuhan masyarakat.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ketiga program tersebut sudah cukup menjawab segala permasalahan yang ada di masyarakat.
Menurut Andi Harun, efisiensi menjadi kunci dalam pelaksanaan program prioritas. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar relevan dengan kebutuhan daerah.
"Kita ingin program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan realitas di daerah," ungkapnya.
Lebih jauh ia menyebutkan, program itu di antaranya yakni penanganan banjir, penataan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik, kesehatan, dan ekonomi.
"Selain itu, stabilitas ekonomi juga harus dijaga, termasuk mengendalikan inflasi agar harga bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.
Ia pun memamerkan program yang telah dijalankan sebelumnya, Probebaya. Menurutnya lewat Probebaya ini, sejumlah program pemberdayaan juga telah berjalan melalui yang mengalokasikan dana Rp100 juta per RT. Sekitar 40 persen dari dana ini digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lewat program itu, ia ingin melatih masyarakat agar memiliki keterampilan dan usaha mandiri. Setelah itu, mereka difasilitasi untuk praktik, seperti budidaya perikanan darat, peternakan berbasis RT, hidroponik, pembuatan kue, warung, hingga keterampilan menjahit.
Di bidang infrastruktur, konsep swakelola juga terus diterapkan agar masyarakat turut berperan dalam pembangunan daerah. Program ini telah berjalan selama tiga tahun dan terbukti efektif.
"Dalam praktiknya, masyarakat ternyata mampu melaksanakan pembangunan dengan kualitas yang tidak kalah dengan proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah sebelumnya," tambahnya.
Andi Harun menegaskan bahwa semua program yang dijalankan nantinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Hal senada juga disampaikan oleh Saefuddin Zuhri yang menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat.
"Kita dipilih oleh masyarakat, tentunya kita harus mengabdi dengan lebih baik lagi," singkat Saefuddin.
(Sf/Rs)