Seputar Kaltim

    Sudah Dibangun, TPST Graha Indah Belum Bisa Beroperasi, Ini Kendalanya

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    25 Maret 2026 pukul 11:56 WITA

    Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman saat ditemui di aula kecamatan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara hingga kini belum dapat difungsikan.

    Ini disebabkan belum lengkapnya peralatan operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan fasilitas tersebut.

    Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman menjelaskan secara fisik bangunan TPST sebenarnya telah rampung. Namun sejumlah peralatan pendukung di dalamnya masih belum tersedia.

    Ia menduga keterlambatan ini berkaitan dengan efisiensi anggaran. Meski demikian, pihaknya memperoleh informasi bahwa kelengkapan alat ditargetkan dapat terpenuhi pada pertengahan 2026.

    “Kalau bangunan sudah selesai, tapi peralatannya belum lengkap. Informasinya, pertengahan tahun ini akan dilengkapi,” ucap Lurah Arif saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).

    Arif menambahkan, keberadaan TPST ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berdasarkan arahan pemerintah kota, pengoperasian TPST diproyeksikan dapat menekan jumlah sampah hingga sekitar 10 persen.

    Selain itu, TPST juga akan difokuskan pada pengelolaan sampah organik dan anorganik.

    “Pemilahan sampah, khususnya anorganik, dinilai memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar karena dapat didaur ulang atau dijual kembali,” lanjutnya.

    Meski belum beroperasi, pihak kelurahan telah diminta untuk mempersiapkan sumber daya manusia dengan membentuk kelompok masyarakat (Pokmas). Kelompok ini nantinya akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar siap mengelola TPST saat mulai difungsikan.

    “Dengan adanya TPST, diharapkan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di tempat penampungan sementara (TPS) juga dapat berkurang, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata,” paparnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sudah Dibangun, TPST Graha Indah Belum Bisa Beroperasi, Ini Kendalanya

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    25 Maret 2026 pukul 11:56 WITA

    Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman saat ditemui di aula kecamatan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara hingga kini belum dapat difungsikan.

    Ini disebabkan belum lengkapnya peralatan operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan fasilitas tersebut.

    Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman menjelaskan secara fisik bangunan TPST sebenarnya telah rampung. Namun sejumlah peralatan pendukung di dalamnya masih belum tersedia.

    Ia menduga keterlambatan ini berkaitan dengan efisiensi anggaran. Meski demikian, pihaknya memperoleh informasi bahwa kelengkapan alat ditargetkan dapat terpenuhi pada pertengahan 2026.

    “Kalau bangunan sudah selesai, tapi peralatannya belum lengkap. Informasinya, pertengahan tahun ini akan dilengkapi,” ucap Lurah Arif saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).

    Arif menambahkan, keberadaan TPST ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berdasarkan arahan pemerintah kota, pengoperasian TPST diproyeksikan dapat menekan jumlah sampah hingga sekitar 10 persen.

    Selain itu, TPST juga akan difokuskan pada pengelolaan sampah organik dan anorganik.

    “Pemilahan sampah, khususnya anorganik, dinilai memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar karena dapat didaur ulang atau dijual kembali,” lanjutnya.

    Meski belum beroperasi, pihak kelurahan telah diminta untuk mempersiapkan sumber daya manusia dengan membentuk kelompok masyarakat (Pokmas). Kelompok ini nantinya akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar siap mengelola TPST saat mulai difungsikan.

    “Dengan adanya TPST, diharapkan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di tempat penampungan sementara (TPS) juga dapat berkurang, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata,” paparnya.

    (Sf/Lo)