Cari disini...
Seputar Kaltim
Rumah Singgah yang dibangun Dinsos PPU di dekat Lapas Nenang (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Progres pembangunan rumah singgah di bagian belakang samping Lapas, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) sudah mencapai 85 persen.
Pembangunan infrastruktur strategis ini ditargetkan rampung pada awal 2026 mendatang, sesuai dengan kontrak yang disepakati antara Dinas Sosial (Dinsos) dan kontraktor.
“Tanggal kontraknya dimulai 13 Oktober 2025 dan waktu pelaksanaannya 60 hari kalender atau dua bulan,” ujar Plt Kepala Dinsos PPU, Muhtar, Kamis (11/12/2025).
Bangunan itu didirikan di atas lahan seluas dua hektare (Ha) dengan ukuran 10x10. Dana yang akan dihabiskan mencapai sekitar Rp611 juta.
Muhtar menjelaskan rumah singgah itu dibangun untuk menampung Orang Dengan Gangguan Mental (ODGJ), orang terlantar dan kelompok yang mengalami masalah sosial lainnya.
Ia menyampaikan infrastruktur ini dibangun karena Dinsos PPU belum memiliki rumah singgah bersifat permanen, sehingga selama ini hanya mengandalkan bangunan sewaan sebagai tempat penampungan sementara.
“Selama ini orang yang mengalami gangguan sosial ditampung di rumah singgah sewaan, tempatnya berlokasi di samping SDN 014 Penajam,” papar Muhtar.
Dengan kehadiran rumah singgah permanen tersebut diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih layak kepada warga yang membutuhkan penanganan sosial.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rumah Singgah yang dibangun Dinsos PPU di dekat Lapas Nenang (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Progres pembangunan rumah singgah di bagian belakang samping Lapas, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) sudah mencapai 85 persen.
Pembangunan infrastruktur strategis ini ditargetkan rampung pada awal 2026 mendatang, sesuai dengan kontrak yang disepakati antara Dinas Sosial (Dinsos) dan kontraktor.
“Tanggal kontraknya dimulai 13 Oktober 2025 dan waktu pelaksanaannya 60 hari kalender atau dua bulan,” ujar Plt Kepala Dinsos PPU, Muhtar, Kamis (11/12/2025).
Bangunan itu didirikan di atas lahan seluas dua hektare (Ha) dengan ukuran 10x10. Dana yang akan dihabiskan mencapai sekitar Rp611 juta.
Muhtar menjelaskan rumah singgah itu dibangun untuk menampung Orang Dengan Gangguan Mental (ODGJ), orang terlantar dan kelompok yang mengalami masalah sosial lainnya.
Ia menyampaikan infrastruktur ini dibangun karena Dinsos PPU belum memiliki rumah singgah bersifat permanen, sehingga selama ini hanya mengandalkan bangunan sewaan sebagai tempat penampungan sementara.
“Selama ini orang yang mengalami gangguan sosial ditampung di rumah singgah sewaan, tempatnya berlokasi di samping SDN 014 Penajam,” papar Muhtar.
Dengan kehadiran rumah singgah permanen tersebut diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih layak kepada warga yang membutuhkan penanganan sosial.
(Sf/Lo)