Seputar Kaltim

    Stunting PPU Tertinggi se-Kaltim, Pemkab Luncurkan Program CINTA untuk Tekan Angka Kasus

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    05 Desember 2025 pukul 20:23 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: istimewa)

    Penajam - Penajam Paser Utara (PPU) tercatat sebagai daerah yang memiliki angka stunting tertinggi se-Kalimantan Timur (Kaltim).

    Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) Kaltim pada 2024, prevalensi stunting di PPU menyentuh 32 persen dan masuk kategori daerah mengkhawatirkan.

    Pemkab PPU kini berupaya mempercepat penurunan angka stunting, salah satunya melalui program Program Cegah Stunting Ibu Anak Tangguh Aktif (CINTA).  

    Program yang baru saja diresmikan itu dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga risiko stunting terkait gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang tepat.

    “Program CINTA bukan hanya intervensi kesehatan, tapi pendampingan menyeluruh agar ibu dan keluarga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting sejak dini,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor dalam pekan ini.

    Ia menegaskan pendampingan harus dilakukan secara terarah dan terstruktur agar keluarga dapat menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

    Selain itu, pemerintah daerah juga menyambut baik dukungan penuh dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terhadap implementasi program CINTA di 2026.

    Dukungan tersebut dinilai penting sebagai komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat strategi pembangunan keluarga serta pengendalian pertumbuhan penduduk.

    “Dengan dukungan pemerintah pusat, kami yakin program ini akan menjadi instrumen penting dalam menciptakan keluarga berkualitas serta menekan angka stunting di PPU,” jelas Mudyat.

    Menurutnya penempatan ibu dan anak terutama remaja perempuan sebagai pilar utama dalam program ini menjadi kunci untuk mencegah permasalahan keluarga, seperti pernikahan dini, kekurangan gizi dan risiko kematian ibu dan anak.

    Ia menyampaikan program CINTA mengedepankan pendekatan holistik, integratif dan berbasis pembangunan keluarga, sehingga pendekatan ini diharapkan tidak hanya menekan angka stunting, tapi juga menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas dan berkualitas.

    Namun keberhasilan program ini tidak sepenuhnya bergantung pada layanan kesehatan saja, tapi juga pada pola komunikasi yang baik, penguatan karakter, serta hubungan keluarga yang harmonis.

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di PPU memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas dan berkembang optimal,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Stunting PPU Tertinggi se-Kaltim, Pemkab Luncurkan Program CINTA untuk Tekan Angka Kasus

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    05 Desember 2025 pukul 20:23 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: istimewa)

    Penajam - Penajam Paser Utara (PPU) tercatat sebagai daerah yang memiliki angka stunting tertinggi se-Kalimantan Timur (Kaltim).

    Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) Kaltim pada 2024, prevalensi stunting di PPU menyentuh 32 persen dan masuk kategori daerah mengkhawatirkan.

    Pemkab PPU kini berupaya mempercepat penurunan angka stunting, salah satunya melalui program Program Cegah Stunting Ibu Anak Tangguh Aktif (CINTA).  

    Program yang baru saja diresmikan itu dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga risiko stunting terkait gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang tepat.

    “Program CINTA bukan hanya intervensi kesehatan, tapi pendampingan menyeluruh agar ibu dan keluarga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting sejak dini,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor dalam pekan ini.

    Ia menegaskan pendampingan harus dilakukan secara terarah dan terstruktur agar keluarga dapat menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman, sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

    Selain itu, pemerintah daerah juga menyambut baik dukungan penuh dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terhadap implementasi program CINTA di 2026.

    Dukungan tersebut dinilai penting sebagai komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat strategi pembangunan keluarga serta pengendalian pertumbuhan penduduk.

    “Dengan dukungan pemerintah pusat, kami yakin program ini akan menjadi instrumen penting dalam menciptakan keluarga berkualitas serta menekan angka stunting di PPU,” jelas Mudyat.

    Menurutnya penempatan ibu dan anak terutama remaja perempuan sebagai pilar utama dalam program ini menjadi kunci untuk mencegah permasalahan keluarga, seperti pernikahan dini, kekurangan gizi dan risiko kematian ibu dan anak.

    Ia menyampaikan program CINTA mengedepankan pendekatan holistik, integratif dan berbasis pembangunan keluarga, sehingga pendekatan ini diharapkan tidak hanya menekan angka stunting, tapi juga menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas dan berkualitas.

    Namun keberhasilan program ini tidak sepenuhnya bergantung pada layanan kesehatan saja, tapi juga pada pola komunikasi yang baik, penguatan karakter, serta hubungan keluarga yang harmonis.

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di PPU memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas dan berkembang optimal,” tandasnya.

    (Sf/Lo)