Seputar Kaltim

    Stunting Kutim Turun Jadi 12,86 Persen, Partisipasi Penimbangan Balita Capai 54,91 Persen

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    02 Oktober 2026 pukul 16:42 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Angka prevalensi atau persentase balita yang mengalami stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) turun menjadi 12,86 persen berdasarkan penarikan data per 31 Agustus 2026.

    Sebelumnya, angka tersebut masih 16 persen saat program penuntasan stunting mulai dicanangkan pada Juli 2026.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, salah satu program yang dijalankan untuk menuntaskan stunting yakni Pentas Kutim atau Pelayanan Terpadu dan Serentak untuk Menuntaskan Stunting di Kutim.

    Program tersebut diluncurkan pada Juli 2026 dengan kegiatan penimbangan balita secara serentak di puskesmas, fasilitas kesehatan dan sekolah.

    “Jadi di 31 Agustus kemarin sudah kita lakukan penarikan data, itu yang langsung online di Kemenkes. Jadi angka stunting kita alhamdulillah sudah turun banyak,” ujar Yuwana.

    Dari penarikan data tersebut, angka partisipasi orang tua dalam menimbang balita juga meningkat. Data Pengukuran Rutin Stunting (DPRS) tercatat 54,91 persen, naik dari sebelumnya 34 persen.

    Selain penimbangan balita, Dinkes Kutim melakukan intervensi terhadap ibu hamil dengan anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

    “Untuk ibu hamil dengan anemia, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, ini kan yang nantinya akan melahirkan bayi-bayi berisiko stunting. Itu juga sudah kita lakukan intervensi sehingga angkanya juga sudah turun,” jelasnya.

    Upaya pencegahan stunting juga dilakukan melalui kegiatan Gerakan Minum Susu dan makan buah untuk anak-anak.

    Yuwana menyebut, berdasarkan data pada dashboard Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting Kutim kini sudah tidak lagi berada di angka 16 persen.

    “Angka prevalensi stunting kita sekarang sudah 12,86, kemudian untuk DPRS-nya sudah 54,91,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Stunting Kutim Turun Jadi 12,86 Persen, Partisipasi Penimbangan Balita Capai 54,91 Persen

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    02 Oktober 2026 pukul 16:42 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Angka prevalensi atau persentase balita yang mengalami stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) turun menjadi 12,86 persen berdasarkan penarikan data per 31 Agustus 2026.

    Sebelumnya, angka tersebut masih 16 persen saat program penuntasan stunting mulai dicanangkan pada Juli 2026.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, salah satu program yang dijalankan untuk menuntaskan stunting yakni Pentas Kutim atau Pelayanan Terpadu dan Serentak untuk Menuntaskan Stunting di Kutim.

    Program tersebut diluncurkan pada Juli 2026 dengan kegiatan penimbangan balita secara serentak di puskesmas, fasilitas kesehatan dan sekolah.

    “Jadi di 31 Agustus kemarin sudah kita lakukan penarikan data, itu yang langsung online di Kemenkes. Jadi angka stunting kita alhamdulillah sudah turun banyak,” ujar Yuwana.

    Dari penarikan data tersebut, angka partisipasi orang tua dalam menimbang balita juga meningkat. Data Pengukuran Rutin Stunting (DPRS) tercatat 54,91 persen, naik dari sebelumnya 34 persen.

    Selain penimbangan balita, Dinkes Kutim melakukan intervensi terhadap ibu hamil dengan anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

    “Untuk ibu hamil dengan anemia, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, ini kan yang nantinya akan melahirkan bayi-bayi berisiko stunting. Itu juga sudah kita lakukan intervensi sehingga angkanya juga sudah turun,” jelasnya.

    Upaya pencegahan stunting juga dilakukan melalui kegiatan Gerakan Minum Susu dan makan buah untuk anak-anak.

    Yuwana menyebut, berdasarkan data pada dashboard Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting Kutim kini sudah tidak lagi berada di angka 16 persen.

    “Angka prevalensi stunting kita sekarang sudah 12,86, kemudian untuk DPRS-nya sudah 54,91,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)