Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana (Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Kasus stunting di Penajam Paser Utara (PPU) terus menjadi perhatian TP-PKK.
Berdasarkan data yang dihimpun Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di PPU sempat menjadi yang tertinggi se-Kaltim dengan prevalensi mencapai 32,4 persen pada 2024 lalu.
Kini pemerintah daerah (pemda) tengah menggencarkan sosialisasi program Cegah Stunting Ibu dan Anak Tangguh Aktif (CINTA) sebagai salah satu upaya menekan angka stunting di PPU.
“Program ini dijalankan DP3AP2KB bersama TP PKK PPU sebagai wujud komitmen dalam upaya mendukung penurunan angka stunting,” ucap Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana, Kamis (16/10/2025).
Program itu berfokus pada edukasi pola asuh, perbaikan gizi serta pemberdayaan keluarga. Ia menjelaskan stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan asupan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Menurutnya permasalahan stunting tidak akan tuntas dengan melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada anak maupun ibu hamil.
"Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Stunting tidak cukup diatasi dengan PMT saja, tapi perlu pola asuh yang tepat oleh orang tua," tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana (Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Kasus stunting di Penajam Paser Utara (PPU) terus menjadi perhatian TP-PKK.
Berdasarkan data yang dihimpun Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di PPU sempat menjadi yang tertinggi se-Kaltim dengan prevalensi mencapai 32,4 persen pada 2024 lalu.
Kini pemerintah daerah (pemda) tengah menggencarkan sosialisasi program Cegah Stunting Ibu dan Anak Tangguh Aktif (CINTA) sebagai salah satu upaya menekan angka stunting di PPU.
“Program ini dijalankan DP3AP2KB bersama TP PKK PPU sebagai wujud komitmen dalam upaya mendukung penurunan angka stunting,” ucap Ketua TP PKK PPU, Dewi Yuliana, Kamis (16/10/2025).
Program itu berfokus pada edukasi pola asuh, perbaikan gizi serta pemberdayaan keluarga. Ia menjelaskan stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan asupan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Menurutnya permasalahan stunting tidak akan tuntas dengan melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada anak maupun ibu hamil.
"Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Stunting tidak cukup diatasi dengan PMT saja, tapi perlu pola asuh yang tepat oleh orang tua," tandasnya.
(Sf/Lo)