Cari disini...
Seputar Kaltim
Pemkab PPU memberikan penghargaan kepada Yayasan STT Migas atas dukungan pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung, Senin (17/8/2026). (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung, Penajam Paser Utara (PPU) mendapat bantuan dari pihak luar pemerintah daerah. STT Migas Balikpapan memberikan kontribusi Rp30 juta untuk kegiatan pelestarian lingkungan yang dilakukan Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang, mengatakan bantuan seperti itu diharapkan menjadi pemicu bagi pihak lain untuk ikut masuk dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
"Tidak mungkin hanya bergantung kepada pemerintah daerah, butuh kontribusi banyak pihak," kata Nicko, Senin (17/8/2026).
Nicko menilai ketertarikan STT Migas untuk mendukung pelestarian terumbu karang dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk ikut berkontribusi. Pemkab, kata dia, akan membuka komunikasi dengan pihak ketiga lainnya untuk mencari dukungan yang sesuai kebutuhan kelompok pelestari lingkungan.
"Kita coba gali bantuan-bantuan lainnya. Nanti mau lihat progres seperti apa, kebutuhan apa pasti kita carikan," ujarnya.
Nicko mengatakan pola serupa bisa diterapkan pada kegiatan lingkungan lainnya. Ia menyebut kelompok di Jenebora yang mengembangkan mangrove sebagai salah satu contoh yang bisa dipertemukan dengan pihak ketiga.
Menurutnya, program lingkungan yang sudah berjalan perlu dipertemukan dengan perusahaan atau pihak lain yang memiliki program bantuan yang sesuai.
Sementara itu, Wakil Ketua II STT Migas Balikpapan, Selvia Sarungo mengatakan bantuan Rp30 juta diberikan untuk mendukung pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung.
"Kami mendukung kegiatan pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung," kata Selvia.
STT Migas melihat Pulau Gusung memiliki potensi yang bisa dikembangkan sekaligus dijaga. Selvia berharap kondisi terumbu karang tetap terpelihara dan potensi tersebut nantinya bisa memberi manfaat bagi masyarakat PPU.
Ia juga berharap keberadaan Pulau Gusung dapat menarik lebih banyak pihak untuk ikut memberikan bantuan dan terlibat dalam pengelolaan lingkungan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemkab PPU memberikan penghargaan kepada Yayasan STT Migas atas dukungan pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung, Senin (17/8/2026). (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung, Penajam Paser Utara (PPU) mendapat bantuan dari pihak luar pemerintah daerah. STT Migas Balikpapan memberikan kontribusi Rp30 juta untuk kegiatan pelestarian lingkungan yang dilakukan Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang, mengatakan bantuan seperti itu diharapkan menjadi pemicu bagi pihak lain untuk ikut masuk dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
"Tidak mungkin hanya bergantung kepada pemerintah daerah, butuh kontribusi banyak pihak," kata Nicko, Senin (17/8/2026).
Nicko menilai ketertarikan STT Migas untuk mendukung pelestarian terumbu karang dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk ikut berkontribusi. Pemkab, kata dia, akan membuka komunikasi dengan pihak ketiga lainnya untuk mencari dukungan yang sesuai kebutuhan kelompok pelestari lingkungan.
"Kita coba gali bantuan-bantuan lainnya. Nanti mau lihat progres seperti apa, kebutuhan apa pasti kita carikan," ujarnya.
Nicko mengatakan pola serupa bisa diterapkan pada kegiatan lingkungan lainnya. Ia menyebut kelompok di Jenebora yang mengembangkan mangrove sebagai salah satu contoh yang bisa dipertemukan dengan pihak ketiga.
Menurutnya, program lingkungan yang sudah berjalan perlu dipertemukan dengan perusahaan atau pihak lain yang memiliki program bantuan yang sesuai.
Sementara itu, Wakil Ketua II STT Migas Balikpapan, Selvia Sarungo mengatakan bantuan Rp30 juta diberikan untuk mendukung pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung.
"Kami mendukung kegiatan pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung," kata Selvia.
STT Migas melihat Pulau Gusung memiliki potensi yang bisa dikembangkan sekaligus dijaga. Selvia berharap kondisi terumbu karang tetap terpelihara dan potensi tersebut nantinya bisa memberi manfaat bagi masyarakat PPU.
Ia juga berharap keberadaan Pulau Gusung dapat menarik lebih banyak pihak untuk ikut memberikan bantuan dan terlibat dalam pengelolaan lingkungan.
(Sf/Rs)