Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan kondisi pangan di Kota Samarinda saat ini aman, baik dalam menghadapi Ramadan maupun Idulfitri.
Ia juga menekankan kepada para pedagang untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan masyarakat, seperti menumpuk barang dan menaikan harga di atas rata-rata.
"Kami akan memantau aktivitas para pedagang, jangan sampai ada permainan harga atau aktivitas yang meresahkan warga," tegas AH, sapaannya, Jumat (15/3/2024).
Dengan stok pangan yang tersedia kini, terutama beras, AH memastikan bahan pangan aman hingga bulan Juni mendatang. Ini disampaikan untuk menghindari terjadinya kepanikan di tengah masyarakat.
"Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda secara resmi menyampaikan bahwa stok pangan, terutama beras aman sampai Juni. Ini berdasarkan stok yang sudah ada saat ini, belum termasuk dengan stok berjalan dan masih belum lagi menghitung hasil panen dari para petani," ungkap AH.
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.
Ia menjelaskan ketersediaan beras sendiri terdapat sebanyak kurang lebih 2 ribu ton yang tersimpan di Badan Urusan Logistik (Bulog) Samarinda.
"Itu baru di Bulog, belum lagi yang tersedia di masyarakat dan di distributor sendiri ada sekitar 8 ribu ton. Kalau dihitung-hitung, totalnya ada sekitar 10 juta ton," jelas Marnabas.
Pemkot Samarinda bersama dengan Disdag dan instansi terkait memastikan bahwa pasokan pangan, terutama beras aman dan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan selama bulan ramadan dan beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.
(Sf/by)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan kondisi pangan di Kota Samarinda saat ini aman, baik dalam menghadapi Ramadan maupun Idulfitri.
Ia juga menekankan kepada para pedagang untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan masyarakat, seperti menumpuk barang dan menaikan harga di atas rata-rata.
"Kami akan memantau aktivitas para pedagang, jangan sampai ada permainan harga atau aktivitas yang meresahkan warga," tegas AH, sapaannya, Jumat (15/3/2024).
Dengan stok pangan yang tersedia kini, terutama beras, AH memastikan bahan pangan aman hingga bulan Juni mendatang. Ini disampaikan untuk menghindari terjadinya kepanikan di tengah masyarakat.
"Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda secara resmi menyampaikan bahwa stok pangan, terutama beras aman sampai Juni. Ini berdasarkan stok yang sudah ada saat ini, belum termasuk dengan stok berjalan dan masih belum lagi menghitung hasil panen dari para petani," ungkap AH.
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy.
Ia menjelaskan ketersediaan beras sendiri terdapat sebanyak kurang lebih 2 ribu ton yang tersimpan di Badan Urusan Logistik (Bulog) Samarinda.
"Itu baru di Bulog, belum lagi yang tersedia di masyarakat dan di distributor sendiri ada sekitar 8 ribu ton. Kalau dihitung-hitung, totalnya ada sekitar 10 juta ton," jelas Marnabas.
Pemkot Samarinda bersama dengan Disdag dan instansi terkait memastikan bahwa pasokan pangan, terutama beras aman dan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan selama bulan ramadan dan beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.
(Sf/by)