Seputar Kaltim

    Stok Pangan Balikpapan Aman hingga Akhir Tahun, DKP3 Intensifkan Kerja Sama Antar Daerah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2025 pukul 17:30 WITA

    Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Wahidin Alaudin. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan memastikan ketersediaan pangan di Kota Balikpapan dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Wahidin Alaudin.

    Menurutnya, lima dari 12 komoditas tersebut masih bergantung pada pasokan luar daerah, bahkan sebagian besar diimpor. Komoditas itu meliputi minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur, dan terigu. Sementara komoditas lain dapat dipenuhi dari dalam negeri, hanya saja kontribusinya tidak terlalu besar.

    “Salah satu strategi yang terus kami dorong adalah kerja sama antar daerah. Ini selalu menjadi pembahasan di TPID, karena Balikpapan bukan daerah penghasil,” ucap Wahidin kepada awak media, Kamis (4/12/2025).

    Wahidin menjelaskan, situasi harga pangan di Balikpapan cenderung stabil dan cukup menarik bagi para pemasok.

    “Hukum pasar itu sederhana. Jika harga bagus, barang pasti datang. Keuntungan Balikpapan adalah di situ daya beli tinggi, sehingga pasokan lancar,” jelasnya.

    Hingga kini, Balikpapan masih menjalin kerja sama dengan daerah penghasil utama seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, terutama untuk suplai bawang merah, bawang putih, dan telur.

    Ia juga menyoroti hasil kerja Satgas Pangan terkait program fasilitasi distribusi dari Bappenas untuk komoditas beras. Melalui dukungan anggaran tersebut, biaya transportasi dari Surabaya ke Balikpapan ditanggung pemerintah, sehingga harga beras tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

    “Biasanya harga beras naik di tingkat pengecer karena dari distributor saja sudah tinggi. Dengan fasilitasi ini, harga bisa ditekan. Kami hanya memonitor dan memastikan distribusinya berjalan,” imbuhnya.

    DKP3 terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan barang dan tingkat konsumsi masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, stok pangan dipastikan aman hingga tahun baru.

    Karena Balikpapan bukan daerah penghasil, kondisi daerah pemasok juga terus dipantau, termasuk melalui informasi cuaca dari BMKG. Wahidin menegaskan, bahwa sektor pertanian sangat bergantung pada kondisi cuaca.

    “Saat ini cuaca ekstrem memicu bencana di Sumatera dan Aceh. Tetapi sejauh ini tidak berdampak pada pengiriman ke Balikpapan karena pasokan kami berasal dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” tuturnya.

    Dirinya berharap kondisi cuaca tetap stabil agar distribusi pangan tidak terganggu. Jika terjadi hambatan di satu daerah pemasok, Balikpapan dapat segera beralih ke pemasok lain. Menurutnya, hampir semua pedagang di Pasar Pandansari telah memiliki jalur distribusi dan kontak pemasok cadangan.

    “Kuncinya, Balikpapan tidak kekurangan pangan karena sistem distribusinya berjalan dengan baik dan harga di pasar cukup menarik bagi pemasok,” tambahnya.

    Sementara itu, untuk cadangan pangan pemerintah daerah, DKP3 mencatat sebanyak 21 ton telah tersalurkan sepanjang tahun 2025.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Stok Pangan Balikpapan Aman hingga Akhir Tahun, DKP3 Intensifkan Kerja Sama Antar Daerah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2025 pukul 17:30 WITA

    Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Wahidin Alaudin. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan memastikan ketersediaan pangan di Kota Balikpapan dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Wahidin Alaudin.

    Menurutnya, lima dari 12 komoditas tersebut masih bergantung pada pasokan luar daerah, bahkan sebagian besar diimpor. Komoditas itu meliputi minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur, dan terigu. Sementara komoditas lain dapat dipenuhi dari dalam negeri, hanya saja kontribusinya tidak terlalu besar.

    “Salah satu strategi yang terus kami dorong adalah kerja sama antar daerah. Ini selalu menjadi pembahasan di TPID, karena Balikpapan bukan daerah penghasil,” ucap Wahidin kepada awak media, Kamis (4/12/2025).

    Wahidin menjelaskan, situasi harga pangan di Balikpapan cenderung stabil dan cukup menarik bagi para pemasok.

    “Hukum pasar itu sederhana. Jika harga bagus, barang pasti datang. Keuntungan Balikpapan adalah di situ daya beli tinggi, sehingga pasokan lancar,” jelasnya.

    Hingga kini, Balikpapan masih menjalin kerja sama dengan daerah penghasil utama seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, terutama untuk suplai bawang merah, bawang putih, dan telur.

    Ia juga menyoroti hasil kerja Satgas Pangan terkait program fasilitasi distribusi dari Bappenas untuk komoditas beras. Melalui dukungan anggaran tersebut, biaya transportasi dari Surabaya ke Balikpapan ditanggung pemerintah, sehingga harga beras tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

    “Biasanya harga beras naik di tingkat pengecer karena dari distributor saja sudah tinggi. Dengan fasilitasi ini, harga bisa ditekan. Kami hanya memonitor dan memastikan distribusinya berjalan,” imbuhnya.

    DKP3 terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan barang dan tingkat konsumsi masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, stok pangan dipastikan aman hingga tahun baru.

    Karena Balikpapan bukan daerah penghasil, kondisi daerah pemasok juga terus dipantau, termasuk melalui informasi cuaca dari BMKG. Wahidin menegaskan, bahwa sektor pertanian sangat bergantung pada kondisi cuaca.

    “Saat ini cuaca ekstrem memicu bencana di Sumatera dan Aceh. Tetapi sejauh ini tidak berdampak pada pengiriman ke Balikpapan karena pasokan kami berasal dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” tuturnya.

    Dirinya berharap kondisi cuaca tetap stabil agar distribusi pangan tidak terganggu. Jika terjadi hambatan di satu daerah pemasok, Balikpapan dapat segera beralih ke pemasok lain. Menurutnya, hampir semua pedagang di Pasar Pandansari telah memiliki jalur distribusi dan kontak pemasok cadangan.

    “Kuncinya, Balikpapan tidak kekurangan pangan karena sistem distribusinya berjalan dengan baik dan harga di pasar cukup menarik bagi pemasok,” tambahnya.

    Sementara itu, untuk cadangan pangan pemerintah daerah, DKP3 mencatat sebanyak 21 ton telah tersalurkan sepanjang tahun 2025.

    (Sf/Rs)