Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Muhammad Anwar. (Foto: Istimewa)
Balikpapan – Warga Balikpapan diminta tidak panik terkait isu kelangkaan beras. Meski sempat terjadi keterlambatan pengiriman beberapa merek beras, stok beras di kota ini dipastikan masih mencukupi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Muhammad Anwar, Selasa (5/8/2025).
Ia menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) sudah sejak awal Juli melakukan langkah-langkah pengawasan dan koordinasi untuk menjaga kestabilan pasokan beras.
"Stok secara umum aman. Memang ada keterlambatan distribusi beberapa merek, tapi bukan karena kelangkaan. Ini lebih karena proses pengawasan di daerah asal pengiriman yang cukup ketat," ucap Anwar.
Beberapa merek yang distribusinya sempat terganggu antara lain Tiga Mangga dan Kura-Kura. Namun, hal ini sedang ditangani bersama para distributor dan instansi terkait, termasuk Satgas Pangan Polda Kaltim dan Dinas Ketahanan Pangan.
Menurut Anwar, masyarakat Balikpapan umumnya tidak terlalu mempermasalahkan harga, melainkan lebih mementingkan ketersediaan barang. Karena itu, stabilitas distribusi menjadi prioritas.
“Kami sudah minta distributor untuk segera menyalurkan stok ke pasar. Kami tidak ingin ada keterlambatan yang bisa memicu kepanikan atau inflasi,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjut, Disdag akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pasar tradisional. Sidak ini juga kemungkinan besar akan melibatkan Komisi II DPRD Balikpapan untuk memastikan langsung kondisi di lapangan.
"Langkah cepat dan koordinatif ini penting agar pasokan tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi," terangnya.
Disdag berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasar dan menanggapi setiap perubahan secara cepat, terutama terhadap komoditas pokok seperti beras.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Muhammad Anwar. (Foto: Istimewa)
Balikpapan – Warga Balikpapan diminta tidak panik terkait isu kelangkaan beras. Meski sempat terjadi keterlambatan pengiriman beberapa merek beras, stok beras di kota ini dipastikan masih mencukupi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Muhammad Anwar, Selasa (5/8/2025).
Ia menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) sudah sejak awal Juli melakukan langkah-langkah pengawasan dan koordinasi untuk menjaga kestabilan pasokan beras.
"Stok secara umum aman. Memang ada keterlambatan distribusi beberapa merek, tapi bukan karena kelangkaan. Ini lebih karena proses pengawasan di daerah asal pengiriman yang cukup ketat," ucap Anwar.
Beberapa merek yang distribusinya sempat terganggu antara lain Tiga Mangga dan Kura-Kura. Namun, hal ini sedang ditangani bersama para distributor dan instansi terkait, termasuk Satgas Pangan Polda Kaltim dan Dinas Ketahanan Pangan.
Menurut Anwar, masyarakat Balikpapan umumnya tidak terlalu mempermasalahkan harga, melainkan lebih mementingkan ketersediaan barang. Karena itu, stabilitas distribusi menjadi prioritas.
“Kami sudah minta distributor untuk segera menyalurkan stok ke pasar. Kami tidak ingin ada keterlambatan yang bisa memicu kepanikan atau inflasi,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjut, Disdag akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pasar tradisional. Sidak ini juga kemungkinan besar akan melibatkan Komisi II DPRD Balikpapan untuk memastikan langsung kondisi di lapangan.
"Langkah cepat dan koordinatif ini penting agar pasokan tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi," terangnya.
Disdag berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasar dan menanggapi setiap perubahan secara cepat, terutama terhadap komoditas pokok seperti beras.
(Sf/Rs)