Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi Beras (Foto Freepik)
Sangatta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa stok beras di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Harga beras premium di pasaran juga terpantau stabil.
Jabatan Fungsional Analis Perdagangan Disperindag Kutim, Benita Yapin, menjelaskan bahwa harga beras premium di pasaran saat ini bervariasi, mulai dari Rp16400 hingga Rp17000 per kilogram.
“Sementara untuk beras medium, harganya berkisar antara Rp14000 hingga Rp15000 per kilogram,” ujar Benita,” ujar Benita.
Ia menambahkan, pasokan beras di Kutim sebagian besar berasal dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Proses distribusi ditangani langsung oleh agen-agen resmi yang terdaftar di wilayah Kutim.
Ketersediaan beras diperkirakan tetap terjaga, terutama menjelang akhir tahun.
"Pada bulan September nanti akan ada panen raya di Pulau Jawa, sehingga stok beras nasional akan meningkat dan harga kemungkinan menurun," tambahnya.
Terkait kenaikan harga yang sempat terjadi pada Juli 2025 lalu, Benita menjelaskan hal itu dipicu oleh gagal panen di beberapa wilayah penghasil beras di Jawa dan Sulawesi.
Selain itu, sebagian besar beras Sulawesi saat itu telah diserap oleh Bulog, sehingga Kutim hanya mengandalkan pasokan dari Jawa dengan biaya distribusi lebih tinggi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa lonjakan harga tersebut masih dalam batas wajar.
“Sebenarnya, harga beras juga tidak naik secara signifikan, artinya masih dalam ambang batas aman lah,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi Beras (Foto Freepik)
Sangatta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa stok beras di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Harga beras premium di pasaran juga terpantau stabil.
Jabatan Fungsional Analis Perdagangan Disperindag Kutim, Benita Yapin, menjelaskan bahwa harga beras premium di pasaran saat ini bervariasi, mulai dari Rp16400 hingga Rp17000 per kilogram.
“Sementara untuk beras medium, harganya berkisar antara Rp14000 hingga Rp15000 per kilogram,” ujar Benita,” ujar Benita.
Ia menambahkan, pasokan beras di Kutim sebagian besar berasal dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Proses distribusi ditangani langsung oleh agen-agen resmi yang terdaftar di wilayah Kutim.
Ketersediaan beras diperkirakan tetap terjaga, terutama menjelang akhir tahun.
"Pada bulan September nanti akan ada panen raya di Pulau Jawa, sehingga stok beras nasional akan meningkat dan harga kemungkinan menurun," tambahnya.
Terkait kenaikan harga yang sempat terjadi pada Juli 2025 lalu, Benita menjelaskan hal itu dipicu oleh gagal panen di beberapa wilayah penghasil beras di Jawa dan Sulawesi.
Selain itu, sebagian besar beras Sulawesi saat itu telah diserap oleh Bulog, sehingga Kutim hanya mengandalkan pasokan dari Jawa dengan biaya distribusi lebih tinggi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa lonjakan harga tersebut masih dalam batas wajar.
“Sebenarnya, harga beras juga tidak naik secara signifikan, artinya masih dalam ambang batas aman lah,” pungkasnya.
(Sf/Rs)