STITEK Bontang Disiapkan Berubah Status Jadi Universitas

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    18 Desember 2025 01:44 WIB

    STITEK Bontang. (Foto: Dok. STITEK)

    Bontang - Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang bersiap melangkah ke fase baru dengan rencana transformasi menjadi universitas. 

    Gagasan ini mencuat dalam forum Sosialisasi dan Diseminasi Kebijakan Perubahan Bentuk STITEK Bontang Menjadi Universitas yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (18/12/2025).

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan perubahan status STITEK bukan sekadar pergantian nama lembaga pendidikan, melainkan bagian dari visi besar pemerintah kota untuk mengubah wajah Bontang dari kota industri menjadi kota pendidikan.

    “Ini bukan ganti nama. Ini ikhtiar panjang agar Bontang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tapi juga kota pendidikan,” kata Neni.

    Pemkot Bontang menyatakan telah berkomitmen menyediakan lahan lebih dari 10 hektare di kawasan Bontang Lestari untuk pengembangan kampus terpadu. Selain itu, pemkot juga terus menggelontorkan kebijakan pro-pendidikan, mulai dari pendidikan gratis, bantuan perlengkapan sekolah, hingga peningkatan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

    Sementara Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bessai Berinta (YPBB), Yhena Permana menyebut STITEK telah beroperasi sejak 2005 dan kini memiliki tujuh program studi. Jumlah tersebut menjadi salah satu prasyarat utama peningkatan status kelembagaan menuju universitas pada periode 2025–2026.

    “STITEK sudah memenuhi syarat awal. Tinggal memastikan kesiapan tata kelola akademik dan keberlanjutan mutu,” ujar Yhena.

    Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Direktur Kelembagaan Ditjen Diktiristek, Muhammad Najib menyatakan langkah Pemkot Bontang sejalan dengan target nasional peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang kini masih 32 persen.

    “Perguruan tinggi adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Kami mendorong penguatan PTS melalui KIP Kuliah, hibah riset, hingga sertifikasi dosen,” ujar Najib.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    STITEK Bontang Disiapkan Berubah Status Jadi Universitas

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    18 Desember 2025 01:44 WIB

    STITEK Bontang. (Foto: Dok. STITEK)

    Bontang - Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang bersiap melangkah ke fase baru dengan rencana transformasi menjadi universitas. 

    Gagasan ini mencuat dalam forum Sosialisasi dan Diseminasi Kebijakan Perubahan Bentuk STITEK Bontang Menjadi Universitas yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (18/12/2025).

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan perubahan status STITEK bukan sekadar pergantian nama lembaga pendidikan, melainkan bagian dari visi besar pemerintah kota untuk mengubah wajah Bontang dari kota industri menjadi kota pendidikan.

    “Ini bukan ganti nama. Ini ikhtiar panjang agar Bontang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tapi juga kota pendidikan,” kata Neni.

    Pemkot Bontang menyatakan telah berkomitmen menyediakan lahan lebih dari 10 hektare di kawasan Bontang Lestari untuk pengembangan kampus terpadu. Selain itu, pemkot juga terus menggelontorkan kebijakan pro-pendidikan, mulai dari pendidikan gratis, bantuan perlengkapan sekolah, hingga peningkatan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

    Sementara Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bessai Berinta (YPBB), Yhena Permana menyebut STITEK telah beroperasi sejak 2005 dan kini memiliki tujuh program studi. Jumlah tersebut menjadi salah satu prasyarat utama peningkatan status kelembagaan menuju universitas pada periode 2025–2026.

    “STITEK sudah memenuhi syarat awal. Tinggal memastikan kesiapan tata kelola akademik dan keberlanjutan mutu,” ujar Yhena.

    Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Direktur Kelembagaan Ditjen Diktiristek, Muhammad Najib menyatakan langkah Pemkot Bontang sejalan dengan target nasional peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang kini masih 32 persen.

    “Perguruan tinggi adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Kami mendorong penguatan PTS melalui KIP Kuliah, hibah riset, hingga sertifikasi dosen,” ujar Najib.

    (Sf/Lo)