Seputar Kaltim

    STIPER dan STAIS Akan Disatukan Jadi Universitas, Pemkab Kutim Fokus Kembangkan SDM

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Sudirman Latif, (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah penting yang tengah dilakukan adalah menggabungkan dua perguruan tinggi di daerah tersebut, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS), menjadi satu universitas.

    Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Sudirman Latif, dan juga Ketua Tim Percepatan Penggabungan, mengatakan pengembangan SDM jadi fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

    "Kata kuncinya ada di pengembangan sumber daya manusia. Seluruh lembaga pendidikan harus mengambil peran."ujar Sudirman.

    Menurutnya, SDM yang kompeten tidak hanya ditentukan oleh pemahaman teori, tetapi juga pengalaman praktik yang kuat. Selain itu, karakter atau attitude juga menjadi bagian penting dari kualitas SDM.

    Sudirman menjelaskan bahwa proses penggabungan STIPER dan STAIS sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, serta melakukan studi tiru ke beberapa perguruan tinggi di Banjarmasin dan daerah lainnya.

    "Untuk jadi universitas, tidak bisa hanya mengandalkan jurusan agama saja, jadi untuk melengkapi itu kami menyiapkan fakultas baru seperti Manajemen Pariwisata dan Bisnis Digital" jelasnya.

    Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan opsi mengambil program studi dari perguruan tinggi yang sudah ditutup (dilikuidasi) untuk memenuhi persyaratan pendirian universitas.

    "Itu bisa kita lakukan, sementara masih proses, kita sudah tunggu aja, Yang intinya kami sudah mengumpulkan persyaratan-persyaratan itu tinggal koordinasi internal saja. ” katanya.

    Dari sisi infrastruktur, Sudirman memastikan bahwa sarana dan prasarana di STIPER dan STAIS sudah sangat memadai.

    "Sarana dan prasarana yang ada sudah cukup memadai, meskipun kampus yang terpisah, tapi kan lembaganya jadi satu." lanjutnya 

    Sudirman berharap universitas ini nantinya dapat mencetak SDM yang unggul dan siap bersaing, tidak hanya untuk Kutim, tapi juga untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Ini luar luar biasa. Kita tinggal menunggu gong-nya saja, semoga secepatnya terealisasikan” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    STIPER dan STAIS Akan Disatukan Jadi Universitas, Pemkab Kutim Fokus Kembangkan SDM

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Sudirman Latif, (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah penting yang tengah dilakukan adalah menggabungkan dua perguruan tinggi di daerah tersebut, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS), menjadi satu universitas.

    Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Sudirman Latif, dan juga Ketua Tim Percepatan Penggabungan, mengatakan pengembangan SDM jadi fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

    "Kata kuncinya ada di pengembangan sumber daya manusia. Seluruh lembaga pendidikan harus mengambil peran."ujar Sudirman.

    Menurutnya, SDM yang kompeten tidak hanya ditentukan oleh pemahaman teori, tetapi juga pengalaman praktik yang kuat. Selain itu, karakter atau attitude juga menjadi bagian penting dari kualitas SDM.

    Sudirman menjelaskan bahwa proses penggabungan STIPER dan STAIS sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, serta melakukan studi tiru ke beberapa perguruan tinggi di Banjarmasin dan daerah lainnya.

    "Untuk jadi universitas, tidak bisa hanya mengandalkan jurusan agama saja, jadi untuk melengkapi itu kami menyiapkan fakultas baru seperti Manajemen Pariwisata dan Bisnis Digital" jelasnya.

    Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan opsi mengambil program studi dari perguruan tinggi yang sudah ditutup (dilikuidasi) untuk memenuhi persyaratan pendirian universitas.

    "Itu bisa kita lakukan, sementara masih proses, kita sudah tunggu aja, Yang intinya kami sudah mengumpulkan persyaratan-persyaratan itu tinggal koordinasi internal saja. ” katanya.

    Dari sisi infrastruktur, Sudirman memastikan bahwa sarana dan prasarana di STIPER dan STAIS sudah sangat memadai.

    "Sarana dan prasarana yang ada sudah cukup memadai, meskipun kampus yang terpisah, tapi kan lembaganya jadi satu." lanjutnya 

    Sudirman berharap universitas ini nantinya dapat mencetak SDM yang unggul dan siap bersaing, tidak hanya untuk Kutim, tapi juga untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Ini luar luar biasa. Kita tinggal menunggu gong-nya saja, semoga secepatnya terealisasikan” tutupnya.

    (Sf/Rs)