Seputar Kaltim

    Status Aset Belum Jelas, Damkar Berau Keluhkan Kendala Pemeliharaan dan Potensi Lumpuhnya Layanan Publik

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    23 Mei 2026 pukul 19:04 WITA

    Kendaraan Operasional BPBD dan Disdamkarmat Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau menghadapi kendala serius dalam pemeliharaan kendaraan operasional akibat belum jelasnya status peralihan aset armada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. 

    Kondisi tersebut pun dikhawatirkan dapat berdampak pada terganggunya layanan penyelamatan kepada masyarakat apabila tidak segera diselesaikan.

    Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan seluruh kendaraan operasional saat ini digunakan penuh oleh pihak Damkar untuk menangani berbagai kondisi darurat seperti kebakaran, evakuasi tawon, hingga penanganan ular. Namun secara administratif, aset kendaraan tersebut belum resmi dilimpahkan.

    "Untuk peralihan masih jauh, kita masih menunggu dari pak sekda dan belum ada dilakukan peralihan," ujar Rakhmadi.

    Ia menjelaskan, belum adanya pelimpahan aset membuat pihak Damkar tidak dapat menggunakan anggaran resmi untuk melakukan pemeliharaan armada. Akibatnya, sejumlah kendaraan mulai mengalami kerusakan bahkan ada yang mangkrak karena minim perawatan.

    "Sementara untuk pemeliharaan kita masih terkendala. Kalau ini berlarut-larut dan berkepanjangan, akan ada potensi ketidakadaan pelayanan bisa terjadi," ungkapnya.

    Dirinya juga mengatakan apabila armada terus dipaksakan beroperasi tanpa perawatan yang memadai, maka dikhawatirkan kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko fatal di lapangan.

    "Kalau misalnya kita paksakan ini akan berakibat fatal. Tapi secara fungsionalnya saat ini kami yang gunakan, tapi kami tidak bisa memelihara," katanya.

    Oleh karena itu, untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, petugas Damkar pun mengakali dengan melakukan berbagai perbaikan secara mandiri. Tak hanya itu, mulai dari pembelian bahan bakar minyak (BBM), penggantian oli, hingga perbaikan kerusakan ringan pun pihak damkar terpaksa menggunakan dana pribadi, hal itu dilakukan agar kendaraan tetap dapat digunakan saat kondisi darurat.

    "Misalkan ada kebakaran atau ada permintaan evakuasi tawon dan ular, apakah tidak kami gerakkan? Layanan publik harus tetap jalan. Tapi di sisi lain kami terkendala perawatan karena aset belum dilimpahkan. Sulit bagi kami karena kami tidak boleh memperbaiki menggunakan anggaran resmi," terangnya.

    Sementara itu, ia menyampaikan terkait persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Sekda Berau dengan harapan proses birokrasi pengalihan aset dapat segera dirampungkan.

    Kendati demikian, Rakhmadi menegaskan pihaknya juga tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama armada masih dapat dioperasikan. 

    "Meski di tengah keterbatasan saat ini, kami tetap akan terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal untuk masyarakat selama armada masih bisa bergerak. Kami juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada ini," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Status Aset Belum Jelas, Damkar Berau Keluhkan Kendala Pemeliharaan dan Potensi Lumpuhnya Layanan Publik

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    23 Mei 2026 pukul 19:04 WITA

    Kendaraan Operasional BPBD dan Disdamkarmat Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau menghadapi kendala serius dalam pemeliharaan kendaraan operasional akibat belum jelasnya status peralihan aset armada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. 

    Kondisi tersebut pun dikhawatirkan dapat berdampak pada terganggunya layanan penyelamatan kepada masyarakat apabila tidak segera diselesaikan.

    Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan seluruh kendaraan operasional saat ini digunakan penuh oleh pihak Damkar untuk menangani berbagai kondisi darurat seperti kebakaran, evakuasi tawon, hingga penanganan ular. Namun secara administratif, aset kendaraan tersebut belum resmi dilimpahkan.

    "Untuk peralihan masih jauh, kita masih menunggu dari pak sekda dan belum ada dilakukan peralihan," ujar Rakhmadi.

    Ia menjelaskan, belum adanya pelimpahan aset membuat pihak Damkar tidak dapat menggunakan anggaran resmi untuk melakukan pemeliharaan armada. Akibatnya, sejumlah kendaraan mulai mengalami kerusakan bahkan ada yang mangkrak karena minim perawatan.

    "Sementara untuk pemeliharaan kita masih terkendala. Kalau ini berlarut-larut dan berkepanjangan, akan ada potensi ketidakadaan pelayanan bisa terjadi," ungkapnya.

    Dirinya juga mengatakan apabila armada terus dipaksakan beroperasi tanpa perawatan yang memadai, maka dikhawatirkan kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko fatal di lapangan.

    "Kalau misalnya kita paksakan ini akan berakibat fatal. Tapi secara fungsionalnya saat ini kami yang gunakan, tapi kami tidak bisa memelihara," katanya.

    Oleh karena itu, untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, petugas Damkar pun mengakali dengan melakukan berbagai perbaikan secara mandiri. Tak hanya itu, mulai dari pembelian bahan bakar minyak (BBM), penggantian oli, hingga perbaikan kerusakan ringan pun pihak damkar terpaksa menggunakan dana pribadi, hal itu dilakukan agar kendaraan tetap dapat digunakan saat kondisi darurat.

    "Misalkan ada kebakaran atau ada permintaan evakuasi tawon dan ular, apakah tidak kami gerakkan? Layanan publik harus tetap jalan. Tapi di sisi lain kami terkendala perawatan karena aset belum dilimpahkan. Sulit bagi kami karena kami tidak boleh memperbaiki menggunakan anggaran resmi," terangnya.

    Sementara itu, ia menyampaikan terkait persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Sekda Berau dengan harapan proses birokrasi pengalihan aset dapat segera dirampungkan.

    Kendati demikian, Rakhmadi menegaskan pihaknya juga tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama armada masih dapat dioperasikan. 

    "Meski di tengah keterbatasan saat ini, kami tetap akan terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal untuk masyarakat selama armada masih bisa bergerak. Kami juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada ini," tandasnya.

    (Sf/Lo)