Seputar Kaltim

    SPPG Polres Kutim Hampir Rampung, Uji Coba Makan Bergizi Gratis Dimulai Februari 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    12 Januari 2026 pukul 16:45 WITA

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto. (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kutai Timur (Kutim) yang dimulai sejak Agustus 2025 kini hampir selesai. 

    Hingga Januari 2026, progres pembangunan telah mencapai 92 persen dan ditargetkan mulai uji coba operasional pada awal Februari 2026.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan program ini akan memberikan manfaat kepada 3.512 penerima di wilayah Kutim.

    “Alhamdulillah pembangunan SPPG sudah mencapai 92 persen. Kami berharap awal Februari sudah bisa dilakukan uji coba operasional, khususnya di Kota Sangatta,” ujar AKBP Fauzan.

    SPPG Polres Kutim merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang terintegrasi dengan pertanian jagung. Program ini merupakan gagasan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

    Fauzan menjelaskan program tersebut dirancang menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pada tahap awal, kegiatan dimulai dari persiapan lahan, pembentukan kelompok tani, serta kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian dan mitra swasta.

    Tahap selanjutnya mencakup pengolahan hasil jagung, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk, serta peningkatan efisiensi pascapanen.

    Sedangkan tahap akhir, bonggol dan batang jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Program ini juga terhubung dengan peternakan ayam dan sapi serta kerja sama dengan perusahaan. Seluruh hasilnya akan digunakan untuk mendukung program makan bergizi gratis melalui SPPG.

    Ia menegaskan Polres Kutim tidak bertindak sebagai pelaku usaha, melainkan penggerak, pendamping dan penghubung antarpihak agar program berjalan berkelanjutan.

    “Kami mendampingi masyarakat dan ikut membantu pendistribusian makan bergizi gratis,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    SPPG Polres Kutim Hampir Rampung, Uji Coba Makan Bergizi Gratis Dimulai Februari 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    12 Januari 2026 pukul 16:45 WITA

    Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto. (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kutai Timur (Kutim) yang dimulai sejak Agustus 2025 kini hampir selesai. 

    Hingga Januari 2026, progres pembangunan telah mencapai 92 persen dan ditargetkan mulai uji coba operasional pada awal Februari 2026.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan program ini akan memberikan manfaat kepada 3.512 penerima di wilayah Kutim.

    “Alhamdulillah pembangunan SPPG sudah mencapai 92 persen. Kami berharap awal Februari sudah bisa dilakukan uji coba operasional, khususnya di Kota Sangatta,” ujar AKBP Fauzan.

    SPPG Polres Kutim merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang terintegrasi dengan pertanian jagung. Program ini merupakan gagasan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

    Fauzan menjelaskan program tersebut dirancang menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pada tahap awal, kegiatan dimulai dari persiapan lahan, pembentukan kelompok tani, serta kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian dan mitra swasta.

    Tahap selanjutnya mencakup pengolahan hasil jagung, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk, serta peningkatan efisiensi pascapanen.

    Sedangkan tahap akhir, bonggol dan batang jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Program ini juga terhubung dengan peternakan ayam dan sapi serta kerja sama dengan perusahaan. Seluruh hasilnya akan digunakan untuk mendukung program makan bergizi gratis melalui SPPG.

    Ia menegaskan Polres Kutim tidak bertindak sebagai pelaku usaha, melainkan penggerak, pendamping dan penghubung antarpihak agar program berjalan berkelanjutan.

    “Kami mendampingi masyarakat dan ikut membantu pendistribusian makan bergizi gratis,” tutupnya.

    (Sf/Lo)